Johann Zarco Merasa Kembali ke Performa Terbaik Meski Jatuh
Anindhya Danartikanya | 5 November 2019 16:30
Bola.net - Pebalap sementara LCR Honda Idemitsu, Johann Zarco, sangat puas atas performanya di MotoGP Malaysia yang digelar di Sirkuit Sepang pada Minggu (3/11/2019), meski gagal finis akibat tertabrak debutan Suzuki Ecstar, Joan Mir. Hal ini ia nyatakan kepada Crash.net usai finis.
Zarco dibebastugaskan KTM dan menggantikan Takaaki Nakagami, mengendarai RC213V 2018. Start kesembilan, ia duduk di posisi 10 pada lap pertama, lalu menyalip Danilo Petrucci pada Lap 3. Ia pun makin termotivasi saat rekan senegaranya, Fabio Quartararo, secara mengejutkan melorot ke posisi 8 usai start dari pole.
"Balapan yang baik. Saya bisa tampil baik meski balapan ini tak mudah untuk fisik karena sangat panas. Saya punya ritme yang baik dan saya senang. Saya lihat Fabio ada di depan, dan ini motivasi yang bagus untuk dua rider Prancis. Saya ingin bertarung dengannya. Mengapa tidak?" ujarnya.
Kehilangan Waktu Gara-Gara Jack Miller
Saat Zarco mulai mendekat, Quartararo dan Franco Morbidelli justru saling salip dengan Jack Miller. Miller sendiri akhirnya ditinggalkan oleh kedua rider Petronas Yamaha SRT, dan berusaha keras agar tak tersalip Zarco. Keduanya saling salip pada Lap 15, dan aksi ini justru membuat Petrucci dan Mir kembali mendekat.
"Mungkin saya punya peluang, tapi saya harus menyalip Jack. Saya melakukannya beberapa kali, tapi ia selalu membalas di jalur dalam. Jack sangat kuat dalam pengereman. Kami jadi kehilangan waktu, dan para rider di belakang kami pun mendekat," ungkap Zarco, yang punya kans kans menyalip Miller pada Lap 17, namun ia justru tertabrak Mir di Tikungan 14.
Alhasil ia pun gagal finis. "Saya coba menyalip Jack lagi untuk melenggang, mempertahankan posisi 8 bakal menyenangkan. Tapi Joan melaju di jalur yang lebih dalam lagi dan kelewat cepat, ia pun menabrak stang saya. Ia menyenggol saya cukup keras dan saya tak bisa melakukan apa pun," tuturnya.
Abaikan Senggolan dengan Joan Mir
Uniknya, Zarco sama sekali tak kecewa atas aksi Mir, yang mendapatkan hukuman Long Lap akibat insiden tersebut. Mereka justru saling meminta maaf atas peristiwa ini. "Bukan drama besar. Toh saya tak memperebutkan apa pun di klasemen," ungkap pebalap berusia 29 tahun itu.
"Yang penting saya bekerja dengan baik, saya kembali mendapat ritme balap yang baik dibanding rider papan atas. Di Australia, saya finis 26 di belakang pemenang, tapi saya belajar banyak. Di sini saya hanya tertinggal 15 detik. Jadi ini kemajuan besar. Saya kembali ke realita bertarung di papan atas, jadi saya suka," tutupnya.
Ketika Jorge Lorenzo di posisi 14, Zarco justru mendapatkan pengamatan langsung dari Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig. Belakangan, Zarco memang dikabarkan berpeluang menggantikan posisi Lorenzo di MotoGP 2020, meski kontrak Lorenzo dan Repsol Honda masih menyisakan satu musim.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
















