Jonathan Rea Sempat Tawarkan Diri Jadi Pengganti Dani Pedrosa di Repsol Honda 2019
Anindhya Danartikanya | 3 Februari 2021 14:41
Bola.net - Pembalap Kawasaki Racing Team sekaligus enam kali juara WorldSBK, Jonathan Rea, sempat menawarkan diri ke beberapa tim MotoGP, termasuk Repsol Honda dan Suzuki Ecstar, namun selalu ditolak. Hal ini ia sampaikan via Paddock Pass Podcast, Rabu (6/1/2021), sebagai respons pada tokoh-tokoh MotoGP yang menyebutnya 'pengecut'.
Sebagai rider paling dominan dan terbaik dalam sejarah WorldSBK, Rea memang kerap jadi bahan gosip di paddock MotoGP. Sayangnya, ia tak pernah dapat kans nyata untuk pindah ke kejuaraan balap motor terakbar itu. Beberapa penghuni paddock MotoGP justru menyalahkan Rea karena menurut mereka, rider Irlandia Utara ini tak cukup berani menerima tawaran.
Rea sempat dapat opsi ke Aprilia Racing, tapi seperti kebanyakan rider MotoGP sendiri, ia juga menolak tawaran itu karena RS-GP tak kompetitif. Ia pun menawarkan diri ke Suzuki untuk menggantikan Andrea Iannone pada 2019, namun mereka lebih memilih Joan Mir. Ia juga menawarkan diri ke Repsol Honda untuk menggantikan Dani Pedrosa, namun ditolak tanpa penjelasan.
Tak Pernah Dapat Kans Nyata, Cuma Diajak 'Ngobrol'

"Momen paling nyaris bagi saya turun di MotoGP adalah 2-3 tahun lalu, dengan Aprilia. Manajer saya juga bicara dengan Suzuki dua tahun lalu, tapi mereka sama sekali tak tertarik menggaet rider dari luar Grand Prix. Saya juga siap dan bersedia saat Honda mencari pengganti Dani, tapi tiba-tiba situasi jadi sunyi dan tahu-tahu mereka menggaet Jorge Lorenzo," kisah Rea.
Rea juga menanggapi orang-orang MotoGP yang menyebutnya 'pengecut', yang menurutnya berkata-kata tanpa mengetahui situasi yang sebenarnya. "Banyak orang bilang saya harus pergi ke MotoGP dan menerima tantangan, padahal kenyataannya saya tak pernah dapat apa pun kecuali obrolan santai," tutur rider 34 tahun ini.
"Selama berkarier, tak pernah sekalipun saya punya dua kontrak tersodor ke hadapan saya, di mana saya harusnya bisa memilih mana yang harus diambil. Sebagian diri saya merasa kecewa karena tak pernah dapat kesempatan. Saya rasa, juara WorldSBK harusnya diperlakukan seperti tim sepak bola, di mana ada promosi," ungkapnya.
Makin Kecewa Saat Lihat MotoGP Makin Kompetitif
Rea pun mengaku senang bisa mengantongi enam gelar dunia di WorldSBK, lebih banyak dari siapa pun dalam sejarah. Namun, peta persaingan MotoGP yang kian acak karena level performa motor juga makin setara, membuatnya makin merasa kecewa karena tak satu pun tim MotoGP mau serius mempertimbangkannya.
"Jika lihat apa yang sudah saya lakukan di WorldSBK, saya cukup puas. Tapi bakal lebih menyenangkan untuk tahu apa yang bisa saya lakukan jika dapat kans naik motor yang tepat di MotoGP, apalagi di era ini, di mana tak ada motor yang benar-benar mencolok. WorldSBK juga begitu, tapi MotoGP lebih gila, ada 3-4 pabrikan yang kompetitif di trek berbeda," pungkasnya.
Sebelumnya Rea sudah mampu menunjukkan potensinya di MotoGP, saat membela Repsol Honda di Seri Aragon dan Misano pada 2012, untuk menggantikan Casey Stoner yang cedera engkel. Tanpa diberi kans uji coba lebih dulu dan tanpa mengenal seluk beluk RC213V, Rea mampu finis kedelapan dan ketujuh dalam kedua balapan tersebut.
Sumber: Paddock Pass Podcast
Video: Ikut Jejak Ayah, Mick Schumacher Turun di Formula 1 2021
Baca Juga:
Alex Briggs Ungkap Momen Terbaik dan Terburuk Selama Kerja dengan Valentino Rossi
Loris Reggiani Kembali Serang Marc Marquez: Cedera Ini Salahmu Sendiri
Uji Coba Pramusim Moto2-Moto3 2021 Ikut Dipindahkan ke Qatar
Tunda Kontrak, Sirkuit Buriram Takkan Gelar MotoGP Thailand 2021
Terkendala Biaya, Sirkuit Brno Undur Diri dari MotoGP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Hasil Sunderland vs Arsenal: The Gunners Menang 2-0 dan Kuasai Puncak Klasemen
Liga Inggris 13 September 2026, 04:10
-
Hasil Lazio vs AC Milan: Brace Diego Moreira Bawa Milan Terhindar dari Kekalahan
Liga Italia 13 September 2026, 03:57
-
Prediksi Inter vs Udinese 15 September 2026
Liga Italia 13 September 2026, 01:18
-
Prediksi Brest vs PSG 14 September 2026
Liga Eropa Lain 13 September 2026, 00:08
-
Man of the Match Chelsea vs Hull City: Joao Pedro
Liga Inggris 12 September 2026, 23:39
-
Man of the Match Liverpool vs Fulham: Jeremy Jacquet
Liga Inggris 12 September 2026, 23:33
-
Prediksi Sassuolo vs Juventus 14 September 2026
Liga Italia 12 September 2026, 23:17
-
Hasil Chelsea vs Hull City: Berbagi Poin di Stamford Bridge
Liga Inggris 12 September 2026, 23:16
-
Hasil Liverpool vs Fulham: The Reds Tertahan Tanpa Gol
Liga Inggris 12 September 2026, 23:10
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



