Jorge Lorenzo: Ngapain Cekcok? Andrea Dovizioso-Ducati Harusnya Justru Bangga
Anindhya Danartikanya | 27 Januari 2021 10:23
Bola.net - Meski kerap cekcok dengan Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo prihatin melihatnya harus berpisah dengan Ducati secara tidak baik-baik. Lewat Sky Sport pada Selasa (25/1/2021), Lorenzo justru berpendapat mereka harusnya berbangga atas segala prestasi yang mereka raih bersama di MotoGP.
Seperti diketahui, dalam pekan balap MotoGP Austria, Agustus 2020, Dovizioso secara menggemparkan mengumumkan tak mau lagi membela Ducati pada 2021. Usai bungkam berbulan-bulan soal penyebabnya, rider Italia itu pun meledak di media massa usai kontraknya dengan Ducati habis.
Dovizioso membenarkan gosip bahwa ia mengalami cekcok dengan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, sejak lama. Ia menyebut Dall'Igna lah yang memutuskan Ducati tak perlu lagi mempertahankan Dovizioso pada 2021 tepat usai mereka berdebat dalam rapat teknis MotoGP Jerman 2019.
Wajar Ada Ketegangan
Dovizioso juga menyebut Dall'Igna dan para insinyurnya tutup kuping pada masukannya, dan menghalanginya terlibat lebih jauh dalam pengembangan Desmosedici. Tak hanya itu, rider 34 tahun ini juga merasa nasibnya digantung oleh Dall'Igna pada paruh pertama 2020 karena tak sekalipun melakukan negosiasi soal kontrak baru.
Lorenzo sendiri mengalami hal yang nyaris mirip dengan Dovizioso pada awal musim 2018. Bedanya, ia cekcok dengan CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, yang menyebutnya sebagai 'rider hebat yang tak mampu mengeluarkan potensi Desmosedici', hanya beberapa pekan sebelum Lorenzo akhirnya menang di Mugello.
"Saat sebuah hubungan retak, wajar saja ada ketegangan. Ada dua versi dalam cerita ini, dan tiap individu merasa bahwa ini adalah kesalahan yang lainnya, dan tiap orang mempertahankan sudut pandangnya. Andrea berusaha mempertahankan harga diri dan citranya, begitu juga Ducati," ungkap lima kali juara dunia ini.
Harusnya Bangga Sukses Bangkit dari Keterpurukan
Berbeda dengan Lorenzo yang tak punya banyak waktu membuktikan diri bersama Ducati, Dovizioso sudah membela Tim Merah sejak 2013. Bersama Dovizioso, Ducati pun bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi pabrikan papan atas.
Menurut Lorenzo, meski masih belum berhasil merebut gelar dunia sejak 2007 lewat Casey Stoner, harusnya Ducati dan Dovizioso bisa pisah secara baik-baik dan justru merayakan kesuksesan mereka bersama.
"Saya rasa ini kerja sama yang sukses bagi keduanya, mereka bangkit memperebutkan gelar dunia. Andrea tiga kali jadi runner up, dan Ducati kembali berpeluang jadi juara. Jadi, harusnya mereka harus bangga. Namun, mungkin ada masalah internal yang tak kita pahami dari luar," pungkas Lorenzo.
Sumber: Sky Sport
Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia
Baca Juga:
- Jorge Lorenzo: Tanpa Saya, Yamaha Bukan Motor 'Komplet'
- Jorge Lorenzo Kaget Valentino Rossi Pindah ke Petronas Yamaha SRT
- 3 Kali Setim, Miguel Oliveira-Brad Binder Bentuk 'Dream Team' KTM di MotoGP 2021
- Kini Gandeng Alex Marquez, LCR Honda Merasa Dapat Angin Segar
- LCR: Marc Marquez Absen, Honda Bagai Kehilangan 'Maradona'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dani Pedrosa Pensiun Jadi Wildcard di MotoGP, Merasa Waktunya Sudah Lewat
Otomotif 21 April 2026, 11:16
-
MAXi Race Sukses Ramaikan Sidrap di Seri Perdana Yamaha Cup Race 2026
Otomotif 21 April 2026, 10:30
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 21 April 2026, 08:24
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 21 April 2026, 08:24
LATEST UPDATE
-
Hasil Leverkusen vs Bayern: Die Roten ke Final DFB Pokal, Mimpi Treble Terjaga
Bundesliga 23 April 2026, 04:25
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37











