Juarai MotoGP 2025, Ducati Akhirnya Paham Mengapa Marc Marquez Sulit Dikalahkan
Anindhya Danartikanya | 30 September 2025 12:25
Bola.net - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, kini memahami mengapa pihaknya harus menunggu lama demi mengakhiri puasa gelar dunia MotoGP. Sebab, sebelum Pecco Bagnaia menjuarai musim 2022, Marquez selalu tampil tangguh, terutama ketika melawan Andrea Dovizioso pada 2017, 2018, dan 2019.
Usai mengunci gelar dunia 2025 di Jepang, Minggu (28/9/2025), Marquez kini berstatus sebagai 7 kali juara dunia MotoGP dan 9 kali juara dunia Grand Prix. Ia juga menjadi pembalap Ducati keempat yang mampu menjuarai MotoGP. Tak hanya itu, ini juga merupakan gelar dunia pembalap Ducati yang kelima.
Marquez meraih gelar ini dengan performa superior sepanjang musim. Sejauh ini, rider Ducati Lenovo Team itu meraih 15 podium Sprint termasuk 14 kemenangan, serta 14 podium Grand Prix termasuk 11 kemenangan. Lewat MotoGP.com, Dall'Igna pun mengaku tak menyangka akan menyaksikan dominasi seperti ini.
Marc Marquez Mudah Diajak Kerja Sama

"Ketika saya merekrut Marc, saya cukup yakin itu adalah hal terbaik untuk Ducati, tetapi saya tidak pernah membayangkan sesuatu seperti ini. Dia mendominasi musim dan melakukan pekerjaan yang luar biasa," ungkap Dall'Igna, yang sebelumnya juga merebut gelar dunia dengan Bagnaia dan Jorge Martin.
Pria asal Italia ini juga menyatakan Marquez merupakan salah satu pembalap yang mudah untuk diajak bekerja sama. Menurutnya, rider berusia 32 tahun itu juga sangat jelas dalam memberikan umpan balik dalam pengembangan motor, sehingga mempermudah kinerja insinyur.
"Jujur saja, bekerja dengannya cukup mudah. Sangat jelas ketika ia mengomentari masalah motor. Dia jelas cepat di lintasan dan itu yang paling penting. Sungguh mudah. Bahkan dalam kesulitan, dia tetap tenang dan mencoba menyelesaikan masalah. Jadi, bekerja dengannya sungguh menyenangkan," lanjutnya.
Salut atas Kegigihan Marc Marquez untuk Bangkit
Dall'Igna, yang menjabat sebagai insinyur utama Ducati sejak 2013, harus menunggu sampai 2022 untuk merebut gelar dunianya bersama pabrikan Italia itu di MotoGP. Ia sempat cukup dekat dengan mahkota juara pada 2017, 2018, dan 2019 lewat Dovizioso. Namun, Marquez selalu mengalahkannya.
"Setelah tahun ini, saya sangat paham mengapa kami butuh waktu begitu lama untuk meraih gelar pertama, karena Marc benar-benar luar biasa ketika berada di lintasan dengan motornya. Sangat sulit melawannya. Dia ingin menang. Sesederhana itu. Dia ingin menang," ungkap eks Direktur Teknis Aprilia Racing ini.
Dall’Igna juga mengaku salut atas kegigihan Marquez untuk bangkit dari keterpurukan usai cedera parah berkepanjangan. "Pada akhirnya, ia kembali lagi ke puncak. Ini luar biasa. Saya yakin hanya sedikit atlet di dunia yang melakukan sesuatu seperti yang dilakukan Marc untuk bangkit dari cederanya," pungkasnya.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- Jelang MotoGP Mandalika 2025, Menpora Erick Thohir Bidik Perputaran Ekonomi sampai Rp4,8 Triliun
- InJourney Punya Kejutan untuk Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2025, Hadiah Juara Dunia?
- Para Rider MotoGP Mulai Tiba di Indonesia, Siap Jumpa Fans dan Ikut Parade di Lombok
- Momen Kocak Pecco Bagnaia Ajak Marc Marquez Makan Hot Dog Bareng untuk Rayakan Gelar Dunia
- Marc Marquez Sudah Kunci Gelar Dunia, Apa yang Menarik Dipantau di MotoGP Mandalika 2025?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ruang Ganti MU Satu Suara: Harry Maguire Harus Diberi Kontrak Baru!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:58
-
Tempat Menonton Napoli vs Roma: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 15 Februari 2026, 21:44
-
Setelah Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti Juga Tolak Latih Manchester United?
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:38
-
Hasil Bali United vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Bawa Pulang Kemenangan
Bola Indonesia 15 Februari 2026, 21:13
-
Hasil Udinese vs Sassuolo: Jay Idzes Main Penuh Bawa Timnya Comeback 2-1
Liga Italia 15 Februari 2026, 21:04
LATEST UPDATE
-
Jadi Manajer Terbaik EPL Edisi Januari 2026, Michael Carrick Pilih Merendah
Liga Inggris 15 Februari 2026, 23:33
-
Cesc Fabregas Murka, Sarankan Alvaro Morata Ganti Karier Usai Dapat Kartu Merah di Como
Liga Italia 15 Februari 2026, 23:24
-
Trent Alexander-Arnold Tampil Tokcer Lawan Sociedad, Bos Real Madrid: Gak Kaget Tuh!
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 22:38
-
Liverpool Bisa Juara FA Cup 2025/2026, Kuncinya Ada di Pemain Ini
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:28
-
Harapan Virgil van Dijk untuk Masa Depan Mohamed Salah di Liverpool
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:24
-
Bukan Tottenham, Enzo Maresca Bakal Jadi Manajer Manchester City Berikutnya?
Liga Inggris 15 Februari 2026, 22:14
-
Kesalahan Mahal Dean Huijsen Tidak Mengurangi Kepercayaan Real Madrid
Liga Spanyol 15 Februari 2026, 22:10
-
Ruang Ganti MU Satu Suara: Harry Maguire Harus Diberi Kontrak Baru!
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:58
-
Tempat Menonton Napoli vs Roma: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 15 Februari 2026, 21:44
-
Setelah Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti Juga Tolak Latih Manchester United?
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:38
-
Tempat Menonton Arsenal vs Wigan Athletic: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 15 Februari 2026, 21:31
-
Hasil Bali United vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Bawa Pulang Kemenangan
Bola Indonesia 15 Februari 2026, 21:13
-
Hasil Udinese vs Sassuolo: Jay Idzes Main Penuh Bawa Timnya Comeback 2-1
Liga Italia 15 Februari 2026, 21:04
-
Sudah Unggul, Nyaris Buyar! 5 Pelajaran Penting AC Milan usai Drama di Kandang Pisa
Liga Italia 15 Februari 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00
