Juarai MotoGP Lebih Awal dari Dugaan, Joan Mir Bangga Bela Suzuki
Anindhya Danartikanya | 16 November 2020 14:06
Bola.net - Pembalap Suzuki Ecstar, Joan Mir, mengaku dirinya memang sangat mengidam-idamkan status juara dunia MotoGP pada suatu hari nanti. Namun, ia sama sekali tak mengira akan mewujudkannya pada tahun kedua di kelas tertinggi, apalagi di atas motor GSX-RR yang selama beberapa tahun terakhir belum sekonsisten pabrikan lain.
Mir sukses mengunci gelar 2020 dalam pekan balap MotoGP Valencia, Spanyol, Minggu (15/11/2020), usai finis ketujuh dan melihat para rivalnya terdekatnya tak mampu tampil kompetitif dan meraih hasil signifikan. Uniknya, ia merebut gelar ini dalam usia 23 tahun. Padahal, ia baru menjalani debut Moto3 pada 2016 lalu.
Gelar ini pun menjadi gelar dunia pertama Suzuki di kelas tertinggi sejak Kenny Roberts jr di GP500 2000. Tak hanya itu, Mir kini juga sudah mengantongi dua gelar dunia, mengingat ia pernah menjuarai Moto3 pada 2017, juga pada tahun keduanya di kelas tersebut.
Konsistensi Adalah Kunci
"Gelar dunia memang hal yang saya perjuangkan seumur hidup, sejak usia 10 tahun. Saya punya impian ini, dan saya ogah berhenti berjuang sebelum meraihnya. Tapi jujur saja, saya tak mengiranya, karena saya pikir gelar dunia masih akan datang nanti-nanti. Nyatanya, ia sudah ada dalam genggaman saya!" ujarnya via Crash.net.
Mir pun diakui para rivalnya sebagai pembalap yang paling layak menjadi juara dunia tahun ini berkat konsistensinya. Dari 13 seri yang sudah berlangsung, Mir meraih podium paling banyak, yakni tujuh podium, yang salah satunya merupakan kemenangan. Sepakat dengan para rival, Mir juga mengakui bahwa konsistensi adalah kunci terpenting.
"Jika tahun lalu Anda bilang saya bakal jadi juara tahun ini, saya bakal bilang Anda gila! Saya hanya berusaha menjalani balapan demi balapan, musim demi musim, ternyata saya bisa cepat, beradaptasi dengan motor dalam waktu singkat, dan progres saya juga cepat. Ini kunci untuk jadi juara pada tahun kedua," ungkapnya.
Juara Bareng Suzuki Punya Nilai Lebih
Mir juga mengakui bahwa kariernya cukup banyak diwarnai kenekatan. Usai menjuarai Moto3 pada 2017, ia naik ke Moto2 pada 2018 bersama tim prestisius, Marc VDS. Ia diprediksi bisa jadi juara dunia pada tahun kedua, namun ia menolak dan justru bertekad bertahan setahun saja di kelas itu demi naik ke MotoGP pada 2019.
Tadinya, Mir nyaris membela Repsol Honda untuk jadi pengganti Dani Pedrosa. Namun, ia sadar, berjuang dengan Suzuki akan punya nilai lebih. "Saya mengorbankan satu tahun di Moto2, karena harusnya saya turun di sana selama dua tahun. Namun, situasinya begini. Saya ambil keputusan tepat dengan naik ke MotoGP," ujarnya.
"Bagi saya, merebut gelar dengan pabrikan mana pun akan sama-sama menakjubkan, karena itu adalah target. Tapi saya kala itu berani membela Suzuki, karena saya tak mengira level motor mereka bakal setinggi ini musim ini. Bagi saya, juara bareng Suzuki jauh lebih berarti," pungkas pembalap asal Spanyol ini.
Sumber: Crashnet
Video: Highlights Joan Mir, Juara Dunia MotoGP 2020
Baca Juga:
- Sengit Sampai Garis Finis, Jack Miller Akui Kehebatan Franco Morbidelli
- Franco Morbidelli Bangga Jalani Duel Sportif dengan Jack Miller
- Alex Rins: Konsistensi Joan Mir Memang Menakjubkan!
- Valentino Rossi: Juarai MotoGP 2020, Joan Mir Masuk Golongan Rider Spesial
- Fabio Quartararo: Kegagalan Ini Berharga untuk Masa Depan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Chelsea vs Pafos: Moises Caicedo
Liga Champions 22 Januari 2026, 06:16
-
Hasil Atalanta vs Bilbao: Comeback Dramatis, Athletic Menang 3-2 di Bergamo
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:45
-
Hasil Newcastle vs PSV: The Magpies Tampil Perkasa Menang Tiga Gol Tanpa Balas
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:24
-
Hasil Slavia Praha vs Barcelona: Drama Enam Gol, Blaugrana Menang 4-2 di Praha
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:20
-
Hasil Chelsea vs Pafos: Moises Caicedo Bawa The Blues Raih Kemenangan Tipis
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:06
-
Hasil Bayern vs Union Saint-Gilloise: Harry Kane Jadi Pembeda di Allianz Arena
Liga Champions 22 Januari 2026, 05:06
-
Al Nassr Tekuk Damac, Ronaldo Cetak Gol ke-960 dan Pangkas Jarak dengan Al Hilal
Asia 22 Januari 2026, 03:33
-
Hasil Qarabag vs Eintracht Frankfurt: Drama Injury Time Singkirkan Wakil Jerman
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:21
-
Hasil Galatasaray vs Atletico Madrid: Gol Bunuh Diri Selamatkan Tuan Rumah
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Braga vs Nottm Forest 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Celta Vigo vs LOSC 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs VfB Stuttgart 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






