Konflik Internal di Yamaha Buat Vinales Kian Terpuruk?
Anindhya Danartikanya | 7 Agustus 2018 10:35
Bola.net - - Sudah setahun tak meraih kemenangan, serta dirundung masalah teknis pada motor YZR-M1, masalah baru menimpa pembalap Movistar Yamaha MotoGP, Maverick Vinales. Konflik internal dengan sang crew chief, Ramon Forcada kian memanas dan diyakini berpengaruh besar pada performanya di sela pekan balap MotoGP Ceko.
Forcada, yang menolak ajakan Jorge Lorenzo pindah ke Ducati Corse pada awal 2017, memilih bertahan di Yamaha demi bekerja sama dengan darah muda seperti Vinales. Sayang, mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan hingga kini, dan gosip bahwa Vinales ingin mendepaknya mulai terdengar akhir tahun lalu.
Secara mengejutkan, di sela MotoGP Ceko pekan lalu Vinales mengaku kepada Movistar dirinya akan berhenti bekerja sama dengan Forcada pada akhir musim nanti, dan kembali bekerja sama dengan Esteban Garcia, crew chief yang membantunya merebut gelar dunia Moto3 2013 dan kini tengah menjabat sebagai crew chief Bradley Smith di KTM.
Bikin Kaget Forcada

Forcada, yang pernah membimbing Lorenzo di Yamaha dan merebut tiga gelar dunia MotoGP, mengaku cukup kaget atas pernyataan Vinales ini. Pria Spanyol ini mengaku mengetahui keputusan ini hanya lewat para petinggi Yamaha, dan Vinales tak pernah mengajaknya bicara baik-baik secara empat mata.
Yamaha memberitahu saya beberapa hari lalu, ujar Forcada kepada Movistar pada Jumat (3/8). Tapi si pembalap (Vinales) belum mengatakan apa pun, tak sepatah kata pun. Mereka bilang ada pilihan lain (crew chief lain) dan mereka tengah mencari solusi. Anda tanya saja dia. Dari dia, belum ada pembicaraan apa pun.
Forcada juga mengaku selama ini Vinales tak pernah mengeluh atau menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Selama ini tak ada masalah. Tapi apakah semua normal saja? Bagi para mekanik, tim kami berfungsi seperti biasa. Saya sudah di sini 11 tahun dan kami belum mengalami perubahan. Tapi setiap rider punya keinginan dan harapan masing-masing, lanjutnya.
Ketegangan Memuncak di Pekan Balap

Puncak dari ketegangan hubungan Vinales-Forcada pun terjadi usai kesalahan strategi yang mereka lakukan di sesi latihan bebas ketiga (FP3) pada Sabtu (4/8), di mana Top Gun hanya mencatatkan waktu tercepat ke-11, yang berarti dirinya gagal lolos ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Saat kembali ke garasi, Vinales secara sarkas bertepuk tangan atas kegagalan tersebut.
Vinales membantah dirinya bertepuk tangan secara sarkas untuk Forcada, namun secara tersirat tetap menyatakan bahwa strategi Forcada lah biang keladi dari kegagalannya. Vinales mengaku ingin menggunakan dua ban belakang lunak di akhir sesi, namun Forcada mengusulkan memakai satu saja.
Vinales menuruti saran Forcada, namun lap tercepatnya ternyata tak cukup kompetitif untuk masuk 10 besar. Menurut rider 23 tahun ini, tambahan satu ban lunak lagi bisa membuatnya lolos ke Q2. Saya bertepuk tangan kepada diri saya sendiri karena saya tak mengikuti apa yang dikatakan kepala saya. Tak lebih dari itu, ungkapnya.
Forcada Tetap Profesional

Forcada pun mengaku akan tetap bersikap profesional dan membantu Vinales selama jasanya masih dibutuhkan. Kami akan terus bekerja keras memberi Maverick motor sebaik mungkin sampai balapan terakhir saya bersamanya. Saya tak yakin itu kapan, tapi saya akan bekerja seperti biasa. Pada akhirnya, saya profesional. Saya akan menyerahkan semuanya padanya dan berusaha sebaik mungkin, ungkapnya.
Ia juga mengaku bahwa kemungkinan besar ia akan tetap bekerja di Yamaha, namun ditransfer ke tim satelit baru Yamaha-SIC untuk membimbing Franco Morbidelli. Belum ada finalisasi, tapi tampaknya saya akan lanjut dengan Yamaha di tim satelit. Tapi kami belum tahu kondisinya, begitu juga spek motor dan kontraknya, pungkas Forcada. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Manchester United Catat Kerugian Transfer Terbesar di Eropa
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:41
-
Raphinha Dipanggil Timnas Brasil, Barcelona Kembali Khawatir
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:33
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


