Laverty Masih Tak Percaya Bisa Membalap di MotoGP
Editor Bolanet | 4 Januari 2013 19:15
- Salah satu rookie MotoGP, Michael Laverty mengaku dirinya tak pernah mengira akan mendapat kesempatan membalap di kejuaraan balap motor terakbar di dunia tersebut.
Pebalap berusia 31 tahun itu akan membalap bersama tim Paul Bird Motorsport (PBM) CRT, setelah sebelumnya membalap di kejuaraan British Superbike (BSB).
Laverty menyatakan bahwa awalnya, PBM memilih tiga kali juara BSB, Shane 'Shakey' Byrne. Namun pebalap Inggris itu menolak dan memilih bertahan di BSB. Ia pun digantikan oleh Laverty.
Saya tahu bahwa saya bukanlah pilihan utama mereka, Shakey lah pilihan mereka, ujar Laverty kepada situs resmi MotoGP. Ketika ia memutuskan untuk mundur, saya terkejut saat mendapat panggilan. Namun ini kejutan yang menyenangkan.
Laverty juga mengaku sempat berpikir bahwa ketika seorang pebalap melewati usia 20 tahun, maka kesempatan untuk membalap di kejuaraan Grand Prix sangatlah tipis. Namun yang terjadi padanya malah sebaliknya.
Saya tak pernah mengira kesempatan ini akan datang. Saya adalah orang yang realistis. Ketika melewati usia 20 tahun, anda bakal berpikir bahwa peluang membalap di GP telah sirna. Awalnya, kejuaraan dunia yang saya bidik adalah World Superbike. Jadi sangat menyenangkan mendapati semuanya berubah, pungkas Laverty. (as/kny)
Pebalap berusia 31 tahun itu akan membalap bersama tim Paul Bird Motorsport (PBM) CRT, setelah sebelumnya membalap di kejuaraan British Superbike (BSB).
Laverty menyatakan bahwa awalnya, PBM memilih tiga kali juara BSB, Shane 'Shakey' Byrne. Namun pebalap Inggris itu menolak dan memilih bertahan di BSB. Ia pun digantikan oleh Laverty.
Saya tahu bahwa saya bukanlah pilihan utama mereka, Shakey lah pilihan mereka, ujar Laverty kepada situs resmi MotoGP. Ketika ia memutuskan untuk mundur, saya terkejut saat mendapat panggilan. Namun ini kejutan yang menyenangkan.
Laverty juga mengaku sempat berpikir bahwa ketika seorang pebalap melewati usia 20 tahun, maka kesempatan untuk membalap di kejuaraan Grand Prix sangatlah tipis. Namun yang terjadi padanya malah sebaliknya.
Saya tak pernah mengira kesempatan ini akan datang. Saya adalah orang yang realistis. Ketika melewati usia 20 tahun, anda bakal berpikir bahwa peluang membalap di GP telah sirna. Awalnya, kejuaraan dunia yang saya bidik adalah World Superbike. Jadi sangat menyenangkan mendapati semuanya berubah, pungkas Laverty. (as/kny)
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













