Lempar Pujian, Marquez Sebut Quartararo Belum Lewati 'Ujian' Nyata
Anindhya Danartikanya | 21 Juli 2019 14:00
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku kagum pada performa debutan Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, pada paruh pertama MotoGP musim ini. Meski begitu, ia yakin El Diablo belum melewati 'ujian' yang nyata dalam sengitnya pertarungan di kelas para raja.
Dari empat rider Yamaha yang ada, Quartararo memiliki motor YZR-M1 dengan spek paling rendah, dan mesin adalah satu-satunya perangkat yang paling baru dari motornya. Meski begitu, rider berusia 20 tahun ini mampu tampil menggebrak dan paling konsisten dari rider Yamaha lainnya.
Quartararo meraih tiga pole, yakni di Jerez, Catalunya, dan Assen. Ia juga mengoleksi dua podium, berkat finis kedua di Catalunya dan ketiga di Assen. Saat ini ia ada di peringkat kedelapan pada klasemen, bersaing sengit dengan Jack Miller (Pramac Racing) dan Cal Crutchlow (LCR Honda) dalam perebutan gelar rider tim independen terbaik.
Marquez pun menyebut bahwa Quartararo merupakan rider Yamaha yang paling sukses menunjukkan potensi nyata YZR-M1, mengingat ketiga rider Yamaha lainnya, Maverick Vinales, Valentino Rossi, dan Franco Morbidelli mengalami tren performa yang naik turun selama sembilan seri pertama musim ini.
"Fabio kejutan besar untuk MotoGP, tapi bukan untuk para rival," gurau Marquez seperti yang dilansir Motorsport.com. "Saat turun di MotoGP 2013, saya langsung kompetitif. Mungkin Fabio agak kesulitan pada pramusim, tapi ia makin baik di setiap balapan. Ia mengendarai Yamaha dengan cara yang baik, dan menunjukkan potensi nyata dari motor itu."
Beban Nyata Datang Saat Harus Menang
Meski begitu, Marquez menyebut performa gemilang rider Prancis itu sangat terbantu fakta bahwa ia masih berstatus debutan, yang berarti bisa tampil tanpa beban, tanpa ekspektasi, dan tanpa dorongan orang-orang sekitar untuk meraih hasil yang lebih besar. Marquez pun memperingatkan Quartararo bahwa situasi ini bakal berubah di tahun-tahun berikutnya.
"Sejak tiba di MotoGP, ia mampu mengendalikan tekanan yang ada. Tapi memang benar bahwa tak sama antara mengendarai motor seperti saya pada 2013 sebagai debutan dan berkendara dengan beban," ungkap tujuh kali juara dunia ini.
"Pada tahun pertama di MotoGP, Anda tak punya beban nyata, karena semua hasil bakal dinilai baik. Jika naik podium, maka itu hasil baik. Jika finis di lima besar, itu juga hasil baik. Beban nyata baru ada saat Anda merasa harus menang dan semua orang mendorong Anda untuk menang," tutup Marquez.
Pada klasemen pebalap saat ini, Quartararo mengoleksi 67 poin, jumlah poin yang juga dikoleksi Crutchlow di peringkat kesembilan. Keduanya hanya tertinggal tiga poin dari Miller di peringkat ketujuh. Mereka akan kembali turun lintasan di MotoGP Ceko di Sirkuit Brno pada 2-4 Agustus mendatang.
Baca Juga:
Brno-Austria Cocok untuk Ducati, Petrucci Antisipasi Serangan Marquez
Marc VDS Tekad Pertahankan Alex Marquez di Moto2 2020
Marc Marquez Ungkap Cara Kurangi Angka Kecelakaan di MotoGP 2019
Crutchlow: Saya Bakal Sial Jika Pakai Gaya Balap Marquez
Quartararo dan Vinales, Siapakah Rival Masa Depan Marquez?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





