Marc Marquez Angkat Topi untuk Pecco Bagnaia: Mirip Andrea Dovizioso!
Anindhya Danartikanya | 13 September 2021 09:36
Bola.net - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, lagi-lagi harus kalah dalam duel wheel-to-wheel dengan Ducati. Jika sebelumnya ia kerap kalah dari Andrea Dovizioso, kini ia harus kalah di tangan Francesco Bagnaia di MotoGP Aragon, Spanyol, Minggu (12/9/2021). Namun, ia sangat senang bisa naik podium lagi dalam musim yang berat.
Memulai balapan dari posisi 4, Marquez menjalani start dengan sangat baik dan langsung menempel 'Pecco' yang segera memimpin balapan usai jadi pole sitter. Keduanya berkendara beriringan sepanjang balapan, dan Marquez pun akhirnya mulai melancarkan serangan pada Lap 20. Keduanya saling salip tujuh kali.
Marquez melakukan percobaan terakhirnya di Tikungan 12 pada lap penutup. Namun, Bagnaia sudah mengerem lebih dulu ketika memasuki tikungan hingga bisa mengendalikan motor lebih baik, sementara Marquez justru melebar. Alhasil, Bagnaia menang, sementara Marquez harus legawa finis kedua.
Corner Speed Lebih Baik dari Andrea Dovizioso

Kepada Crash.net, sang delapan kali juara dunia mengaku tak merasa kecewa, dan justru senang karena podium ini ia raih saat kondisi tubuhnya belum pulih benar dari cedera lengan. Di lain sisi, ia juga melontarkan pujian kepada Bagnaia, yang menurutnya mirip Dovizioso namun punya corner speed yang lebih baik.
"Pecco cepat di semua trek. Saya bertarung berkali-kali dengan Dovi, dan Pecco mirip dengan Dovi namun punya corner speed lebih baik. Tentu saya sangat senang bisa naik podium lagi usai finis kedua, karena kami datang usai dua kecelakaan beruntun," ungkap pembalap Spanyol berusia 28 tahun ini.
Marquez memang sempat jatuh di Seri Austria dan Inggris, dan dua kali kecelakaan pada sesi FP2 dan FP3 di Aragon. Tapi ia salah satu rider dengan ritme terbaik sepanjang akhir pekan, dan atas alasan inilah ia jadi salah satu favorit. Namun ia mengaku tak bisa memastikan apakah ia bisa tampil sekuat ini lagi dalam lima seri tersisa.
Sebuah Motivasi Ekstra
"Saya tak tahu apakah kans lain bakal datang. Namun, saya selalu mencoba. Pada awal balapan, saya coba membuntuti Pecco dan sebelum melakukan serangan terakhir, saya tahu ia berkendara dengan sangat baik. Ia mengerem dengan lambat dan akselerasinya juga cepat. Pada lap terakhir, meski saya tiba di trek lurus di depan, saya tahu ia akan menyalip," tuturnya.
"Saya telah mengerahkan segala hal yang saya punya dan Pecco menjalani balapan yang menakjubkan. Jadi, selamat untuknya. Ini sebuah motivasi ekstra bagi saya dalam menghadapi tahun yang berat. Meski berkendara dengan beberapa masalah, kami bisa bertarung dengan para rider terdepan," pungkas Marquez.
Berkat hasil ini, Marquez kembali naik ke peringkat kesepuluh pada klasemen pembalap dengan koleksi 79 poin, dan masih menjadi pembalap Honda terbaik. Ia akan kembali turun lintasan dalam MotoGP San Marino yang digelar di Sirkuit Misano pada 17-19 September mendatang.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Pecco Bagnaia: Kelegaan Besar Bisa Rebut Kemenangan Perdana di MotoGP
- Klasemen Sementara Formula 1 2021 Usai Seri Italia di Monza
- Hasil Balap Formula 1 GP Italia: Verstappen-Hamilton Tabrakan, Ricciardo Menang
- 7 Kali Saling Salip dalam 4 Lap, Pecco Bagnaia-Marc Marquez Guncang MotoGP Aragon
- Klasemen Sementara MotoGP 2021 Usai Seri Aragon
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




