Marc Marquez Beber Hal yang Bikin Ketagihan Menang
Anindhya Danartikanya | 6 Maret 2020 13:35
Bola.net - Bukan rahasia lagi bahwa rider Repsol Honda, Marc Marquez, bertekad meraih gelar dunia yang kesembilan di MotoGP 2020. Dalam wawancaranya bersama DAZN, rider berusia 27 tahun ini pun menjelaskan alasan apa yang membuatnya sangat ketagihan meraih kemenangan.
Marquez yang memulai karier Grand Prix pada 2008 lalu, kini telah mengoleksi 8 gelar dunia, 134 podium, dan 95 kemenangan. Dari angka-angka ini, 6 gelar di antaranya ia raih di MotoGP, begitu juga 95 podium dan 56 kemenangan yang ia kantongi.
Jika berhasil mempertahankan gelarnya tahun ini, maka ia dipastikan menyamai rekor jumlah gelar dunia yang diraih oleh Valentino Rossi, yang hingga kini tercatat meraih 9 gelar dunia, dan 7 di antaranya ia raih di kelas tertinggi.
Tak Menyangka Bisa Raih Prestasi Gemilang
"Saya berpartisipasi dalam kompetisi dan yang paling saya sukai adalah perasaan saat meraih kemenangan. Kemenangan memberi adrenalin yang membuat Anda bangun pagi setiap hari untuk berlatih dan meraih target itu," ungkap Marquez seperti yang dikutip Tutto Motori.
Rider asal Spanyol ini mengaku meraih 8 gelar dunia sama sekali tak terbayangkan bisa ia raih saat dewasa. Ia juga tak menyangka bisa turun di ajang balap motor terakbar di dunia, melawan rider-rider yang tadinya hanya ia tonton di televisi.
"Pada awalnya, Anda akan melihat target itu sangat jauh, dan kemudian secara bertahap semakin mendekat. Suatu hari nanti Anda akan menemukan diri Anda bertarung dengan para idola Anda, dan tahun ini saya akan melawan adik saya sendiri (Alex Marquez)," ujar Marquez.
Kekalahan Bikin Introspeksi Diri
Kurang 5 lagi, Marquez pun akan mengoleksi 100 kemenangan. Meski begitu, ia mengaku terkadang ia juga 'butuh' kekalahan, untuk melakukan introspeksi diri dan mencari kelemahan yang bisa ia perbaiki. Kekalahan juga bisa menunjukkan siapa saja orang yang benar-benar tulus mendukungnya.
"Saat kalah, hal pertama yang Anda lakukan adalah berpikir apa yang telah dilakukan lebih baik oleh rival Anda. Dengan kekalahan, Anda akan paham siapa yang ada di sekitar Anda, siapa yang dekat dan tidak dengan Anda," tutur Marquez, yang saat ini masih dalam pemulihan cedera dislokasi parsial bahu kanan.
"Dari sudut pandang profesional, saya mengalami banyak momen baik. Meski begitu, saat cedera Anda takkan tahu kapan rasa sakit itu berakhir, karena cedera lebih 'kuat' dari pada Anda. Saya sendiri merupakan perfeksionis, jadi dalam keadaan apa pun, saya harus menikmati setiap momen," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Link Live Streaming Liga Champions Inter vs Arsenal di Vidio, Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 02:13
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










