Marc Marquez: Kalau Gagal Juarai MotoGP 2025, Akan Saya Juarai Musim Berikutnya
Anindhya Danartikanya | 6 Maret 2025 13:58
Bola.net - Setelah meraih dua kemenangan di Buriram, Thailand, tak pelak lagi Marc Marquez jadi kandidat terkuat juara dunia MotoGP 2025. Meski begitu, pembalap Ducati Lenovo Team ini menegaskan tidak akan kecewa jika gagal meraih gelar tahun ini dan bertekad bekerja lebih keras pada musim berikutnya.
Selama pekan balap di Thailand, Marquez berhasil meraih pole, serta memenangi Sprint dan Grand Prix. Kini ia memuncaki klasemen pembalap dengan 37 poin. Momen mentereng ini pun mengingatkan Marquez kepada kesuksesannya mengunci gelar dunia yang kedelapan di Thailand pada 2019 lalu.
Momen itu membahagiakan bagi Marquez. Sayangnya, pada tahun berikutnya, ia mengalami kecelakaan hebat di Jerez dan dirundung cedera lengan berkepanjangan. Namun, setelah bergabung dengan Gresini Racing tahun lalu dan Ducati Lenovo Team tahun ini, ia kembali termotivasi jadi juara dunia.
Bakal Lapang Dada Apa pun yang Terjadi

"Saya merayakan gelar juara dunia terakhir saya di Thailand, dan sejak saat itu, semuanya menjadi seperti neraka. Namun, tahun lalu adalah tahun yang benar-benar saya nikmati, dan tahun ini saya merasa cepat. Saya merasa percaya diri dan tenang," ujarnya kepada DAZN, Minggu (2/3/2025).
Jika sukses jadi juara dunia tahun ini, maka Marquez akan menyabet gelar dunia kesembilan, menyamai rekor Valentino Rossi. Namun, ia mengaku bakal legawa jika gagal jadi juara tahun ini, karena yang terpenting baginya adalah kembali bertarung di papan atas usai empat musim kelam di Repsol Honda.
"Apa pun yang terjadi, saya menerimanya dengan lapang dada. Jika saya tidak bisa menjadi juara tahun ini, maka saya akan menjadi juara pada tahun lainnya. Saya sudah bersenang-senang, saya sudah sering mengatakannya. Saya merasa tenang, dan itu sangat membantu," ungkap Marquez.
Siap Kalahkan Adik dan Rekan Setim Sendiri
Di lain sisi, kini Marquez punya dua rival berat dalam perebutan gelar dunia, yakni adiknya sendiri, Alex Marquez, dan rekan setimnya sendiri, Pecco Bagnaia. Ia tidak keberatan bertarung dengan mereka, tetapi baginya yang terpenting adalah menjaga rasa saling hormat.
"Ini memang sulit, karena jika sesuatu terjadi, saya tidak tahu apakah saya dan Alex akan tetap makan di meja yang sama saat pulang ke rumah. Namun, terlepas dari gurauan, pada akhirnya kami ini berada dalam sebuah kompetisi," ungkapnya kepada Diario AS.
"Ini bukan soal apakah melawan saudara sendiri atau rekan setim sendiri, karena setiap kali menyalip seseorang, Anda harus melakukannya dengan cara yang benar dan tidak membuat kesalahan," pungkas pembalap berusia 32 tahun ini.
Sumber: DAZN, Diario AS
Baca Juga:
Marc Marquez Soal Kans Alex Marquez Jadi Rival Terkuat di MotoGP 2025: Yang Penting Sportif
Marc Marquez Disebut Kerja Keras Seperti Cristiano Ronaldo, Bertalenta Seperti Lionel Messi
Senangnya Jack Miller Balik ke Papan Atas MotoGP Bareng Yamaha, Bisa Tantang Para Rider Top
Gigi Dall'Igna Hibur Pecco Bagnaia Usai MotoGP Thailand, Sebut Bakal Menang Lagi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kolom Bola.net: Spanyol Menciptakan Sistem, Bukan Bintang
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:46
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
LATEST UPDATE
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
-
Kolom Bola.net: Spanyol Menciptakan Sistem, Bukan Bintang
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:46
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55









