Marc Marquez Masih Bungkam Soal Kontrak MotoGP 2027, Sebut yang Penting Perhatikan Kondisi Tubuh
Anindhya Danartikanya | 5 Desember 2025 16:37
Bola.net - Marc Marquez boleh jadi fokus memikirkan target jadi juara dunia lagi di MotoGP 2026. Namun, masa depannya pada 2027 juga tak kalah panas diperbincangkan, karena kontraknya dengan Ducati Lenovo Team akan habis pada akhir tahun depan, ketika ia menginjak usia 33 tahun.
Saat ini, Marquez sedang intensif menjalani rehabilitasi dan pemulihan cedera bahu kanan, yang ia dapatkan usai tertabrak Marco Bezzecchi pada lap pembuka balapan MotoGP Indonesia di Mandalika pada Oktober lalu. Namun, ia bertekad untuk pulih total sebelum musim 2026 dimulai.
Lewat DAZN pada Kamis (4/12/2025), Marquez menyatakan bahwa proses pemulihannya berjalan ke arah yang baik. Di lain sisi, ia harus membatalkan rencana liburan musim dingin demi berkendara dengan bugar di tes pramusim Malaysia pada awal Februari 2026.
Siap Hadapi Tekanan di MotoGP 2026

"Bahu kanan saya pulih dengan baik. Jika saya terus mengikuti saran dokter, saya takkan mengalami masalah, tetapi saya harus mengorbankan liburan saya, karena prioritas saya adalah kembali bugar untuk awal musim baru," ujar Marquez.
"Saya ingin mempersiapkan diri dengan benar untuk 2026, agar saya bisa menang lagi. Itu sebuah kewajiban. Namun, saya memperkirakan adanya tekanan, karena ada setidaknya tiga atau empat pembalap yang kompetitif," lanjut pembalap Spanyol tersebut.
Di lain sisi, masa silly season alias 'bursa transfer' untuk 2027 sudah mulai berjalan. Banyak pembalap yang sudah mulai bernegosiasi dengan berbagai tim. Dalam wawancara yang sama, Marquez pun ditanya apa yang akan ia lakukan setelah berhasil merebut 10 gelar dunia.
Harus 'Dengarkan' Apa Kata Tubuh Sendiri
"Kita akan lihat bagaimana jalannya masa depan nanti. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Saya ingin lanjut, tetapi mendengarkan tubuh saya juga akan menjadi hal yang penting. Ada hal-hal yang tidak diketahui yang akan muncul," tutur Marquez.
"Itu normal ketika Anda sering kecelakaan. Sebagai seorang atlet, Anda juga mendorong diri sampai batas. Banyak atlet yang punya trauma cedera dan karena itu mereka terpaksa berhenti. Itu bukan karena kurang motivasi atau masalah mental. Tubuhnya saja yang tidak mampu lagi menahan," tutupnya.
Sumber: DAZN
Baca Juga:
5 Rider Muda Spanyol yang Masuk 'Geng' Marc Marquez, Waktunya Bentuk MM93 Riders Academy?
Bos Yamaha Jengkel Fabio Quartararo Sering Kritik Performa Motor: Ngeluh Melulu Nggak Bikin Kompetitif!
Max Verstappen Sebut Ikut Rebutan Gelar Dunia Formula 1 2025 Terjadi di Luar Rencana
Skenario Lando Norris Kunci Gelar Dunia Formula 1 2025 di Abu Dhabi, Harus Ngotot Lawan 2 Rival Sekaligus
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST UPDATE
-
Arsenal Serius Incar Bruno Guimaraes, Siapkan Tawaran Rp 1,6 Triliun
Liga Inggris 24 Juli 2026, 06:07
-
Luka Modric Resmi Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2027
Liga Italia 24 Juli 2026, 05:14
-
Sah! Elliot Anderson Resmi Berseragam Manchester City
Liga Inggris 24 Juli 2026, 05:00
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













