Marquez: Pembatas dengan Lorenzo Hanya Buang Waktu
Anindhya Danartikanya | 26 September 2018 14:50
- Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez kembali menegaskan dirinya takkan menerapkan 'metode' Valentino Rossi dalam bertandem dengan Jorge Lorenzo musim depan, yakni membangun dinding pembatas di antara garasi mereka. Hal ini dinyatakan Marquez dalam wawancaranya dengan El Confidencial baru-baru ini.
Musim depan, Marquez dan Lorenzo tak pelak lagi akan membentuk tim terkuat di MotoGP. Bersama-sama, mereka akan mengumpulkan belasan gelar dunia. Meski begitu Marquez mengaku sama sekali tak merasa terancam oleh kedatangan Lorenzo sebagai pengganti Dani Pedrosa.
Ia juga tak merasa takut percekcokan bakal terjadi, mengingat keduanya pernah bersinggungan di MotoGP Jerez, Spanyol 2013, ditambah kecelakaan Lorenzo di Aragon, Spanyol akhir pekan lalu, di mana Por Fuera menuduh Marquez sebagai biang keladi dari nasib buruknya.
Strategi Tim yang Lumrah

Marquez bahkan memaklumi alasan Honda merekrut Lorenzo. "Lebih baik meletakkan Jorge di tim kami. Lebih baik ia menang dengan motor kami. Ini strategi yang wajar dilakukan sebuah tim, baik Honda maupun Ducati: punya dua rider tercepat di atas motor yang sama. Dengan begitu, Anda tahu salah satunya pasti akan jadi juara. Dan jika Jorge mengalahkan saya, maka saya ucapkan selamat. Tak apa-apa," ungkapnya.
Sebagai rider utama Honda selama bertahun-tahun, Marquez diduga memiliki hak veto soal siapa yang bisa menjadi tandemnya. Meski begitu, ia membantah dan yakin veto merupakan bentuk dari rasa cemas. "Veto adalah rasa takut, dan saya tak perlu takut. Jika saya berada di sini (Honda), yakin bisa cepat dan menang, mengapa harus pakai veto? Pada akhirnya ini kami punya tim masing-masing, yang kebetulan berada di bawah pabrikan yang sama," ujarnya.
Tanpa Dinding Pembatas

Menilik ke belakang, Valentino Rossi diketahui meminta pembatas dalam garasi Yamaha saat bertandem dengan Lorenzo pada 2008, dengan dalih ia memakai ban Bridgestone sementara Lorenzo memakai Michelin. Meski begitu, belakangan The Doctor mengakui gagasan tersebut juga disebabkan dirinya menganggap Lorenzo sebagai ancaman serius.
Marquez, yang tahun depan akan mendapat 'giliran' menjadi tandem Lorenzo, justru mengaku sama sekali tak takut atas kedatangan Por Fuera. Ia juga merasa tak terancam status nomor satu yang ia miliki di Honda selama enam tahun belakangan bakal direbut oleh Lorenzo.
"Saya takkan minta tembok pembatas. Kami punya garasi masing-masing dan hanya berkomunikasi lewat data. Apa yang terjadi di masa lalu dengan tembok di Yamaha adalah faktor psikis saja. Toh telemetri datanya masih terbuka bagi keduanya. Soal ini, kami tak perlu buang-buang waktu. Tim kami cukup berpengalaman, saya dan Jorge sama-sama paham cara terbaik untuk menyerang dan bicara adalah melakukannya di lintasan," pungkas Marquez.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 29 April 2026, 08:11
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 29-30 April 2026
Liga Champions 29 April 2026, 07:55
-
Kontroversi PSG vs Bayern: Tuan Rumah Harusnya Tidak Dapat Penalti?
Liga Champions 29 April 2026, 07:49
-
5 Pelajaran dari Duel PSG vs Bayern: Pertandingan Tergila Musim Ini
Liga Champions 29 April 2026, 06:45
-
Man of the Match PSG vs Bayern: Ousmane Dembele
Liga Champions 29 April 2026, 04:31
-
8 Kiper Tangguh Favorit Peraih Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2026
Piala Dunia 29 April 2026, 00:30
-
Klopp Ungkap Satu Laga Piala Dunia 2026 yang Paling Dinantikannya
Piala Dunia 29 April 2026, 00:16
-
Live Streaming Liga Champions: PSG vs Bayern
Liga Champions 29 April 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Rekor yang Masih Bisa Dipecahkan atau Disamai Bayern Munchen Musim Ini
Editorial 28 April 2026, 14:07
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46












