Maverick Vinales Sebut Fabio Quartararo Lebih Berani Pakai Ban Kering di Trek Basah
Anindhya Danartikanya | 18 Mei 2021 14:28
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, secara unik tak kecewa-kecewa amat finis ke-10 dalam balapan flag-to-flag MotoGP Le Mans, Prancis, Minggu (16/5/2021). Kepada GPOne, Vinales menyebut YZR-M1 berpotensi besar, tapi mengakui hasil kurang mentereng ini sepenuhnya terjadi akibat kesalahannya sendiri.
Start kedua, Vinales menggunakan holeshot device dan mampu mempertahankan posisi pada lap pembuka. Ia bahkan sempat menyalip Jack Miller dan memimpin pada dua lap berikutnya. Namun, pada Lap 4, hujan mulai turun dan Vinales harus berduel sengit dengan Miller dan tandemnya sendiri di Yamaha, Fabio Quartararo.
Sayang, dengan ban kering, Vinales melakukan kesalahan di beberapa tikungan. Alhasil, ia melorot ke posisi kelima usai tersalip Alex Rins dan Marc Marquez. Pada akhir Lap 5, seluruh rider mengganti motor dan Vinales keluar dari pitlane dengan menduduki posisi kedelapan. Kemudian, ia naik satu posisi usai Rins terjatuh.
Akui Sepenuhnya Kesalahan Sendiri
"Saya tak beruntung. Namun, balapan saya berakhir dengan sensasi positif. Andai kami balapan dalam kondisi normal, saya pasti bisa membuktikan ritme saya. Saya menjalani start yang baik dengan holeshot device, dan saya sangat senang," ungkap Vinales, yang juga juara dunia Moto3 2013 ini.
"Tapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 9 dan 10, lalu hilang kontak dengan Fabio, Marc, dan Jack. Sepenuhnya kesalahan saya. Saya coba mengejar, tapi motor kami tak bisa tampil baik dengan air yang lebih sedikit di trek. Namun, secara umum semuanya berjalan baik dalam kondisi basah," ujarnya.
Posisi Vinales memang terus melorot seiring hujan mereda, dan ia akhirnya finis ke-10. Seperti yang diketahui, Yamaha mengalami anomali grip dalam kondisi trek setengah basah dan setengah kering. Hal ini terbukti lewat hasil keempat pembalap Yamaha yang jeblok pada sesi latihan kedua (FP2) ketika kondisi trek campur aduk.
Sebut Quartararo Lebih Berani
"Masalah terbesar M1 adalah kondisi trek yang setengah-setengah. Saya tak punya grip. Anehnya, grip kami lebih baik saat aspalnya benar-benar basah. Ini masalah yang harus kami atasi, atau setidaknya area yang harus kami jelajahi lebih jauh, meski saya harap kami tak menghadapi kondisi macam ini lagi," tutur Vinales.
Uniknya, Quartararo justru mampu finis ketiga. Vinales yakin El Diablo sukses membuat perbedaan besar pada lap-lap awal, yakni sebelum ganti motor. Ia menyebut Quartararo lebih berani gaspol dengan ban kering saat hujan mulai mengguyur, hingga margin dari para rider di belakangnya sulit dikejar.
"Saya yakin Fabio lebih berani melaju di trek basah dengan ban kering. Sayang, saya melakukan kesalahan dan hilang kontak dari para rider terbaik. Balapan flag-to-flag memang sulit, apalagi kalau dari kering ke basah. Sungguh menakutkan. Tapi saya tak punya alasan, ini kesalahan saya sendiri. Kini kami fokus pada Mugello," tutup Vinales.
Sumber: GPOne
Video: 5 Pembalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- Alex Rins Sebal Alami 'Kecelakaan Bodoh' di MotoGP Le Mans
- Joan Mir Menyesal Tinggalkan Motornya Begitu Saja Usai Jatuh di MotoGP Le Mans
- Ducati Bakal Umumkan Kontrak Baru Jack Miller di MotoGP Mugello
- Sekali Juara, Tetap Juara: Honda Apresiasi Perjuangan Marc Marquez di Le Mans
- Aleix Espargaro Lancar Jalani Operasi Arm Pump, Fokus Tatap MotoGP Mugello
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Toprak Razgatlioglu Kunjungi SMK di Jakarta Bareng Yamaha Jelang Debut di MotoGP 2026
Otomotif 20 Januari 2026, 15:29
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




