Mengapa Cal Crutchlow Tak Punya Pelatih Balap?
Anindhya Danartikanya | 24 Februari 2018 12:35
Bola.net - - Memiliki pelatih balap atau riding coach tampaknya sudah menjadi tren dan bahkan menjamur di kalangan rider MotoGP. Meski begitu, rider LCR Honda, Cal Crutchlow merupakan salah satu dari sedikit rider yang tak ikut arus dalam tren ini. Kepada Speedweek, Crutchlow pun blak-blakan soal keputusannya ini.
Tren pelatih balap dipopulerkan pertama kali oleh Jorge Lorenzo di Yamaha, di mana ia bekerja dengan Wilco Zeelenberg. Sejak itu, rider lain mengikuti metodenya, seperti Valentino Rossi-Luca Cadalora, Johann Zarco-Laurent Fellon dan Dani Pedrosa-Sete Gibernau. Kini Zeelenberg pun menaungi Maverick Vinales, sementara Lorenzo kini bekerja dengan Alex Debon.
Tak hanya itu, beberapa tim bahkan telah menggaet pelatih balap untuk para ridernya, di antaranya Stefan Prein untuk Marc VDS Racing dan Fonsi Nieto untuk Alma Pramac Racing. Test rider Ducati Corse, Michele Pirro juga punya tugas ganda untuk mendampingi Lorenzo dan Andrea Dovizioso.
Saya punya istri saya untuk jadi pelatih! gurau Crutchlow. Jika saya harus melaju cepat, maka ia akan meyakinkan saya bisa melakukannya. Saya tahu cara mengendarai motor MotoGP. Marc Marquez rider tercepat di dunia dan mengendarai motor yang sama dengan saya. Jadi jika saya harus belajar sesuatu, saya akan belajar darinya.
Marquez sendiri dibantu oleh juara dunia GP125 1999, Emilio Alzamora, yang juga merangkap sebagai manajer pribadinya. Meski begitu, Crutchlow yakin pelatih balap takkan menghadirkan perbedaan signifikan untuk performanya di lintasan.
Ada beberapa hal yang bisa saya lakukan seperti Marc. Tapi ini bukan ilmu sains. Jika seseorang berkata pada saya ada rider lain yang lebih cepat di suatu tikungan, tak ada gunanya. Saya tak bilang saya tak butuh pelatih, tapi saya merasa metode ini tak membuat saya lebih cepat. Saya sendiri merasa mereka tak menghadirkan manfaat tertentu, tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
-
Terus Dirayu Gigi Dall'Igna Balik ke Ducati, Jack Miller Buka Kans Balapan di WorldSBK
Otomotif 19 Januari 2026, 15:54
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









