Mengenal Fabio Quartararo, Juara Baru MotoGP yang Tadinya Dianggap Remeh
Anindhya Danartikanya | 24 Oktober 2021 20:20
Bola.net - Usai finis keempat dalam MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano pada Minggu (24/10/2021), Fabio Quartararo sukses mengunci gelar dunia. Mahkota juara resmi ia kenakan usai sang rival terdekat, Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) terjatuh ketika memimpin dan balapan menyisakan empat lap.
Dengan margin 65 poin dan dua seri tersisa, ia pun tak terkejar lagi di klasemen. Quartararo pun menjadi juara dunia kelas para raja (GP500/MotoGP) pertama dalam sejarah yang berasal dari Prancis. Pembalap berjuluk El Diablo ini juga merupakan juara dunia Yamaha pertama sejak Jorge Lorenzo pada 2015 lalu.
Fabio Quartararo yang lahir di Nice, Prancis pada 20 April 1999, memulai karir balapnya saat masih berusia 4 tahun. Demi menunjang karier balapnya, ia pindah ke Spanyol untuk turun di kejuaraan Promovelocidad Cup di Catalunya, dan ia sukses merebut gelar juara di tiga kelas berbeda pada 2008-2011. Setelahnya, ia turun kompetisi pre-Moto3 Mediterania pada 2012 dan merebut gelar juara.
Namanya pun segera menjadi topik hangat di paddock Grand Prix pada 2013. Quartararo, yang saat itu masih berusia 14 tahun, mampu merebut gelar kejuaraan nasional Spanyol, CEV Moto3 (kini Moto3 Junior World Championship). Usai mengulang prestasi serupa pada 2014, ia dijuluki 'The Next Marc Marquez'.
Debut Grand Prix
Berkat performa yang gemilang di CEV Moto3, Quartararo digaet oleh Tim Monlau di bawah nama Estrella Galicia 0,0 untuk diturunkan di Moto3 2015. Masalahnya, kala itu Quartararo belum genap 16 tahun, yakni batas usia minimum rider Moto3. Dorna Sports selaku promotor MotoGP memberi kelonggaran, memperbolehkannya turun lintasan meski masih berusia 15 tahun.
Debutnya di Grand Prix tak segemilang performanya di CEV Moto3, walau ia merebut dua pole dan dua podium sepanjang 2015, duduk di peringkat 10 di akhir musim. Hanya setahun membela EG 0,0, Quartararo pindah ke Leopard Racing pada 2016 demi meninggalkan Honda ke KTM. Sayang, ia tetap kesulitan, bahkan paceklik podium dan hanya duduk di peringkat 13 pada akhir musim.
Uniknya, Quartararo tumbuh tinggi dan besar dengan pesat. Disertai hasil yang tak sesuai harapan di Moto3, ia pun memutuskan naik ke Moto2 pada 2017. Musim debutnya di kelas intermediate juga penuh liku, meski dinaungi Pons HP 40, salah satu tim paling prestisius di Moto2. Ia masih paceklik podium, dan hasil terbaiknya hanyalah finis keenam di Misano, San Marino.
Gebrakan di Moto2

Hasil buruk pada 2017 membuatnya hijrah ke Speed Up Racing pada awal 2018. Secara bertahap, El Diablo mulai mengalami peningkatan di dalam besutan sang bos tim, Luca Boscoscuro. Titik terang dalam karirnya mulai terlihat di seri kandangnya, Le Mans, Prancis saat ia finis di posisi kedelapan.
Puncaknya pun terjadi di Catalunya, saat ia secara mengejutkan merebut pole. Quartararo harus bersaing sengit dengan Alex Marquez, Francesco Bagnaia, Miguel Oliveira dan Lorenzo Baldassarri. Meski begitu, ia berhasil membawa pulang trofi kemenangan, dan melanjutkan momentum dengan finis kedua di Assen, Belanda dua pekan setelahnya.
Hasil gemilang Quartararo di Catalunya dan Assen pun membuat Yamaha mulai meliriknya untuk diturunkan di MotoGP 2019.
Terlalu Muda Tak Masalah, Musim Debut Mentereng

Banyak pihak beranggapan Quartararo terlalu muda untuk diturunkan di MotoGP, dan dinilai belum siap bertarung di kelas para raja diakibatkan hasilnya yang masih angin-anginan di Moto2.
Meski begitu, Yamaha tampaknya tak peduli. Sekalinya kontrak kerja sama dengan Sepang International Circuit (SIC) Racing digapai, Yamaha langsung mengumumkan bahwa Quartararo akan membela mereka pada 2019, ditandemkan dengan Franco Morbidelli.
Terbukti, bersama Petronas Yamaha SRT, Quartararo malah tampil sangat garang. Berkali-kali mengancam Marc Marquez, total mengoleksi enam pole dan tujuh podium, menjadi debutan terbaik, serta menjadi rider tim independen terbaik.
Gagal pada 2020, Sukses pada 2021

Pada musim keduanya, Quartararo sukses merebut tiga kemenangan dan memimpin klasemen dalam sembilan seri pertama. Sayangnya, pada paruh kedua musim, M1 miliknya mengalami banyak kendala teknis hingga ia terjun bebas ke peringkat delapan pada klasemen akhir musim.
Pada 2021, ia pun hijrah ke Monster Energy Yamaha sebagai pengganti Valentino Rossi. Kans ini pun tak ia sia-siakan. Sepanjang musim ini, terhitung sampai Seri Emilia Romagna, ia sukses menyabet 10 podium, 5 kemenangan, dan 5 pole. Ia juga jadi satu-satunya rider yang selalu finis di zona poin.
Momen penentuan pun terjadi di Emilia Romagna. Akibat hujan yang terus mengguyur sepanjang pekan balap, ia hanya mampu start ke-15. Namun, ia terus memperbaiki posisi ke papan atas dalam balapan yang digelar dalam kondisi kering.
Dengan kecelakaannya Bagnaia, ia pun sukses mengunci gelar dunia. Ini adalah gelar dunia perdana Quartararo di ajang Grand Prix. Berikut deretan prestasi Fabio Quartararo di sepanjang kariernya.
Statistik Prestasi Fabio Quartararo

- 2007: Kejuaraan Spanyol 50cc - Runner up
- 2008: Kejuaraan Spanyol 50cc - Juara
- 2009: Kejuaraan Spanyol 70cc - Juara
- 2010: Kejuaraan Spanyol 80cc - Peringkat 3
- 2011: Kejuaraan Spanyol 80cc - Juara
- 2012: Kejuaraan Spanyol pre-Moto3 125cc - Juara
- 2013: FIM CEV Moto3 - Juara
- 2014: FIM CEV Moto3 - Juara
- 2015: Moto3 - Peringkat 10
- 2016: Moto3 - Peringkat 13
- 2017: Moto2 - Peringkat 13
- 2018: Moto2 - Peringkat 10
- 2019: MotoGP - Peringkat 5
- 2020: MotoGP - Peringkat 8
- 2021: MotoGP - Juara
Baca Juga:
Hasil Balap MotoGP Emilia Romagna: Bagnaia Jatuh, Marquez Menang, Quartararo Kunci Gelar Dunia
Klasemen Sementara Moto2 2021 Usai Seri Emilia Romagna di Misano
Hasil Balap Moto2 Emilia Romagna: Fernandez-Gardner Kompak Kececeran, Lowes Menang
Klasemen Sementara Moto3 2021 Usai Seri Emilia Romagna di Misano
Hasil Balap Moto3 Emilia Romagna: Dennis Foggia Menang, Pedro Acosta Ketiga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
LATEST UPDATE
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

