Mengenal Remy Gardner, Juara Dunia Baru Moto2 yang Juga Anak Legenda MotoGP
Anindhya Danartikanya | 15 November 2021 13:05
Bola.net - Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol resmi menjadi saksi tergoresnya sejarah baru di Moto2 pada Minggu (14/11/2021). Pembalap Red Bull KTM Ajo, Remy Gardner, akhirnya mengunci gelar dunia usai finis di posisi 10.
Unggul empat poin saja dari Raul Fernandez, Gardner, yang masih berusia 23 tahun, menjadi rider Ajo Motorsport kedua yang merebut gelar dunia intermediate sejak Johann Zarco pada 2016.
Tak hanya itu, Gardner merupakan juara dunia Moto2 pertama yang berasal dari Australia. Ia juga pembalap Australia pertama yang mampu meraih gelar dunia kelas intermediate (GP250/Moto2) sejak Kel Carruthers pada 1969.
Gardner juga merupakan pembalap Australia pertama yang mampu merebut gelar dunia Grand Prix sejak Casey Stoner, yang menjuarai MotoGP 2007 bersama Ducati.
Ingin tahu perjalanan karier Gardner lebih jauh? Berikut ulasannya.
Merantau dari Sydney ke Spanyol
Gardner merupakan anak tertua dari juara dunia GP500 1987 sekaligus MotoGP Legend, Wayne Gardner. Layaknya kebanyakan pembalap Australia, seperti halnya Stoner dan Jack Miller, ia memulai kariernya dengan motocross dan enduro.
Gardner baru pindah ke disiplin road race pada usia 10 tahun dan mulai serius pada usia 13. Ia pun meninggalkan kota asalnya, Sydney pada 2011 demi meniti karier di Eropa, yakni pusat dunia balap motor.
Setibanya di Spanyol, ia turun di ajang Mediterranean Championship, dan kemudian dapat kesempatan turun di FIM CEV Repsol dengan Team Calvo (Team Laglisse) pada 2013, yang pada tahun yang sama merebut gelar dunia Moto3 dengan Maverick Vinales.
Debut Grand Prix

Gardner menjalani debut Grand Prix secara penuh pada 2015 di Moto3 bersama CIP Team dengan motor Mahindra. Namun, tubuhnya yang tinggi besar membuatnya harus lebih dini naik ke Moto2, yakni pada 2016 bersama Tasca Racing.
Pada 2017 dan 2018, ia pindah ke Tech 3 Racing yang kala itu menggunakan sasis Mistral. Namun, kariernya naik turun dan akhirnya memilih pindah ke SAG Team pada 2019, menggunakan sasis Kalex.
Walau memakai sasis Kalex versi lama, Gardner mampu meraih lima podium pada 2019 dan 2020, termasuk kemenangan di Portimao 2020. Hasil ini membuatnya digaet oleh Red Bull KTM Ajo untuk musim 2021.
Menggila di Bawah Naungan Aki Ajo

Bos Red Bull KTM Ajo, Aki Ajo, dikenal dengan tangan dinginnya. Ia telah mengorbitkan begitu banyak nama besar dan juara dunia di Grand Prix, dan Gardner pun jadi salah satu anak asuhnya yang gemilang.
Dalam besutan Ajo, Gardner pun menggila, meski ia harus menghadapi betapa tangguhnya Raul Fernandez, yang berstatus debutan namun mampu meraih delapan kemenangan di Moto2 2021, mematahkan rekor Marc Marquez.
Musim ini, Gardner pun mengoleksi 12 podium, yang lima di antaranya merupakan kemenangan. Dengan gelar ini, Gardner dan sang ayah menjadi pasangan ayah-anak kedua yang mampu merebut gelar dunia Grand Prix, setelah Kenny Roberts sr dan Kenny Roberts jr yang sama-sama menjuarai GP500.
Debut MotoGP

Performa Gardner yang gemilang ini pun membuka pintu KTM lebar-lebar baginya untuk naik ke MotoGP 2022. Musim depan, ia akan kembali bernaung di bawah bendera Tech 3, juga kembali bertandem dengan Fernandez.
Gardner juga telah menjalani uji coba MotoGP di atas motor KTM RC16 di Sirkuit Misano, Italia, pada 21-22 September lalu. Dalam uji coba itu, ia berbagi lintasan dengan para pembalap MotoGP lainnya, bersama Fernandez.
Gardner akan kembali menjalani latihan dengan motor RC16 dalam situasi lebih serius di uji coba pascamusim yang digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 18-19 November mendatang.
Sumber: MotoGP
Baca Juga:
- Video: Genggam Status Legenda, Inilah Karier Mentereng Valentino Rossi dalam Angka
- Pecco Bagnaia: Menang Satu-Satunya Cara Terima Kasih pada Valentino Rossi
- Jadwal MotoGP 2022, Jangan Lupa Catat Tanggal Balapan di Mandalika
- Salam Salut dari Honda: Valentino Rossi Bantu Rider Kami Jadi yang Terbaik
- Pesan Max Biaggi untuk Valentino Rossi: Kita Bukan Teman, Tapi Rivalitas Kita Indah!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST UPDATE
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26







