Michele Pirro: Inovasi Ducati Terdepan, Kini Motor Honda Jadi Mirip Desmosedici
Anindhya Danartikanya | 21 Februari 2022 11:55
Bola.net - Test rider Ducati Corse, Michele Pirro, mengaku sangat bangga bisa bergabung dalam proyek jangka panjang pabrikan Italia itu di MotoGP. Dengan inovasi dan teknologi yang terus berkembang tiap tahun, kini Ducati justru menjadi acuan bagi para pabrikan lain untuk merancang motor dengan performa terbaik.
Status Ducati sebagai pelopor teknologi MotoGP dimulai pada akhir 2013, ketika Gigi Dall'Igna bergabung sebagai General Manager. Perangkat yang lahir dari ide Dall'Igna dan insinyurnya, seperti winglet, wing fairing, rear spoon, holeshot device, dan rear ride-height device, kini justru standar dipakai motor para pabrikan peserta.
Perangkat terbaru yang diperkenalkan Ducati adalah front ride-height device, yang mereka bawa di uji coba Sepang dan Mandalika. Lima pabrikan lain memprotes perangkat ini dan menuduh Ducati mendorong lonjakan biaya balap. Namun, Pirro santai saja, karena menurutnya cepat atau lambat mereka juga akan menirunya.
Desmosedici GP15, Titik Balik Ducati di MotoGP

"Ducati bagaikan gaun yang dirancang oleh seorang desainer, yang mendorong desainer lain untuk menirunya. Saya rasa, rahasia Ducati adalah tak pernah berhenti berkembang dan selalu membawa sesuatu yang baru tiap tahun. Evolusi terus terjadi di Ducati," kisah Pirro dalam wawancara dengan GPOne, Jumat (18/2/2022).
Pirro, yang sudah jadi test rider Ducati sejak akhir 2012, mengaku yakin bahwa kebangkitan skuadnya di MotoGP dimulai pada 2015, ketika Dall'Igna merombak Desmosedici GP15 secara besar-besaran. Sejak itu pula ia menilai pabrikan-pabrikan lain, terutama yang dari Jepang, mulai meniru inovasi Ducati.
Pirro bahkan menyebut Honda RC213V versi 2022 kini paling mirip dengan Desmosedici. "Saya yakin, dengan GP15 lah kami menemukan titik balik. Dalam beberapa uji coba terakhir, saya pun sangat terkesan pada Honda. Di Jepang, mereka telah mengubah motornya dan motor itu sangat mirip dengan Ducati," tuturnya.
Berkat Kejeniusan Gigi Dall'Igna

Pirro juga mengaku bangga bisa menjadi bagian penting dalam sejarah Ducati, yang dulu sempat terpuruk pada 2011-2015. Dulu sempat dijauhi para rider, kini mereka justru jadi rebutan. Meski belum meraih gelar dunia pembalap sejak 2007, Ducati musim lalu tampil sangat kompetitif bersama keenam pembalapnya.
Pirro berpendapat, hasil ini berkat kejeniusan Dall'Igna, sosok yang juga krusial di balik sukses Aprilia di Grand Prix dan WorldSBK sebelum ke Ducati. Namun, rider 35 tahun ini juga yakin, semua ini juga berkat dedikasi Claudio Domenicali (CEO), Paolo Ciabatti (Sporting Director), dan Davide Tardozzi (Manajer Ducati Team).
"Gigi adalah seorang mentor dan seseorang yang jenius. Ia mempersolid Ducati, mengeluarkan potensi terbaik tiap orang, dan mendengarkan ide-ide mereka. Tapi saya juga ingin menyebutkan peranan Claudio Domenicali, Paolo Ciabatti, dan Davide Tardozzi, yang kontribusinya juga vital di garasi kami," pungkasnya.
Sumber: GPOne
Baca Juga:
- Pecco Bagnaia Sebut Fabio Quartararo-Marc Marquez Rival Utama di MotoGP 2022
- Ducati Kembali Diprotes Rival, Pecco Bagnaia: Bukti Kami Punya Insinyur Hebat
- Curhatan Michele Pirro: Sempat Jengkel Diminta Jadi Test Rider Ducati di MotoGP
- Bukti Setia Valentino Rossi: Yamaha VR46 Master Camp Meluncur, Siap Debut di Moto2
- Adik Valentino Rossi Sebut Tikungan 6 dan 7 Mandalika Terbaik di Dunia, Tapi...
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


