'MotoGP 2020 Dimulai Juli? Kru Non-Eropa Bakal Sulit Datang'
Anindhya Danartikanya | 28 April 2020 16:05
Bola.net - CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, baru-baru ini menyatakan bertekad memulai MotoGP 2020 pada akhir Juli di sirkuit-sirkuit Eropa. Meski ini dianggap sebagai kabar baik di tengah pandemi virus corona, Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, masih punya beberapa keraguan.
Ezpeleta menyatakan bahwa pihaknya menargetkan menggelar 10 balapan sejak akhir Juli, dan bertekad mengakhirinya pada November seperti rencana awal. Sirkuit-sirkuit Eropa jadi prioritas, karena bisa memudahkan perpindahan logistik tim-tim peserta.
Meski begitu, via Crash.net, Razali menyatakan wacana itu tetap bakal sulit diwujudkan, karena setiap negara memiliki kebijakan berbeda dalam melawan penyebaran virus corona. Selain itu, para pebalap, kru, dan staf yang tinggal di luar Eropa bakal kesulitan untuk datang.
Kru dari Asia, Australia, dan Amerika Bakal Sulit Datang

"Itulah bagian paling sensitif dan berat: tak tahu restriksi batas tiap negara. Saya rasa untuk orang-orang Eropa, tak ada banyak masalah karena bisa pindah tempat lewat darat. Lagipula, saya rasa semua orang sedang coba menghindari bepergian pakai pesawat!" ujar Razali yang berasal dari Malaysia.
"Tapi orang-orang seperti kami, dari Asia, Australia, Amerika mungkin bakal kesulitan pergi ke Eropa, dengan peluang dikarantina selama dua pekan dan sebagainya. Hal yang sama juga terjadi jika negara-negara kami memberlakukan karantina 14 hari untuk siapa pun yang datang. Kita semua tak ada yang tahu," lanjutnya.
Menurut Razali, penyelenggaraan MotoGP 2020 lebih tergantung pada kebijakan restriksi travel tiap negara penyelenggara alih-alih promotor balap, yakni Dorna. Apalagi saat ini, banyak negara yang kompak memperpanjang masa karantina wilayah dan melarang gelaran-gelaran besar.
Baru Bisa Paham Ketika Kebijakan Lockdown Dicabut
"Saya rasa sekalinya kebanyakan negara menarik kebijakan karantina wilayah, barulah kami bisa lebih jauh paham restriksi apa yang akan diberlakukan setelahnya. Beberapa negara seperti Belanda dan Jerman sudah memperpanjang larangan gelaran besar sampai akhir Agustus," ungkap Razali.
"Di Malaysia, sudah ada pembicaraan di Kementerian Kesehatan bahwa sekalinya karantina wilayah dicabut, takkan ada gelaran besar setidaknya selama enam bulan. Jadi kami hanya bisa menunggu sampai karantina wilayah benar-benar dicabut, dan lalu baru bisa melihat situasi," tutupnya.
Per Selasa (7/4/2020) lalu, terhitung sudah ada satu balapan MotoGP yang dibatalkan, yakni Qatar, serta ada 10 balapan yang ditunda, yakni Thailand, Austin, Argentina, Jerez, Prancis, Italia, Catalunya, Jerman, Belanda, dan Finlandia.
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
- Petronas Ingin Baik-Baik Diskusikan Polemik Kontrak Quartararo-Rossi
- Yamaha Ingin Valentino Rossi dan Petronas Segera Capai Kesepakatan
- Luca Marini Sebut Virus Corona Pupuskan Impian ke MotoGP 2021
- Tak Ada Opsi Lanjutan dari Ducati, Jack Miller 'Bebas' Pergi di MotoGP 2021
- Pedrosa: Marquez Karismatik Seperti Rossi, Kuat Seperti Stoner
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Pembalap MotoGP 2026 Masih Buru Kemenangan Perdana, 2 di Antaranya Rookie
Otomotif 6 Maret 2026, 14:55
LATEST UPDATE
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
















