'MotoGP Harus Hormati Rossi, Tapi Marquez Juga Menginspirasi'
Anindhya Danartikanya | 27 Mei 2020 16:02
Bola.net - Manajer Tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, tadinya juga merupakan seorang pebalap Grand Prix, dan kini memiliki tim balap di MotoGP yang sangat berpengalaman. Atas alasan ini, ia pun juga punya cara pandang yang cukup disegani, termasuk saat melihat perbedaan Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Dalam wawancaranya dengan BT Sport, Cecchinello tak memungkiri bahwa, sebagai orang Italia, sudah sewajarnya ia memahami mengapa banyak orang sangat mengagumi Rossi yang merupakan sembilan kali juara dunia. Meski begitu, Cecchinello juga tak bisa membantah bahwa Marquez telah memberikan perubahan besar pula pada MotoGP.
Cecchinello pun ditanya, siapa yang ia pilih di antara Rossi dan Marquez. Ia pun tak ragu-ragu menyebutkan nama Marquez, dan ia punya alasan tersendiri. Rossi ia nilai sebagai pebalap yang sukses membuat MotoGP populer, namun Marquez sukses menyajikan evolusi dalam persaingan di trek.
Patung Rossi Harus Dibangun di Semua Sirkuit

"Itu bukan pertanyaan yang sulit. Saya pilih Marc, karena di setiap olahraga pasti ada evolusi. Ia menghadirkan evolusi gaya balap," ungkap Cecchinello, saat ini menaungi Cal Crutchlow dan Takaaki Nakagami, seperti yang dikutip oleh Marca.
"Kita harus membangun patung Vale di setiap sirkuit demi menghormatinya karena telah membawa balap motor ke tingkatan yang lebih tinggi, karena ia membuat olahraga ini sangat populer. Itu fantastis, tapi jika Anda lihat cara kerja olahraga ini, saya pilih Marc karena ia meningkatkan level persaingan," lanjutnya.
Aksi 'Save' Marquez Bakal Ditiru Rider Muda
Cecchinello pun percaya bahwa Marquez telah membawa perubahan besar dalam gaya balap di MotoGP. Salah satu contoh paling mentereng adalah aksi-aksi 'save' yang kerap ia tunjukkan dalam setiap sesi latihan, kualifikasi, dan balapan. Menurut Cecchinello, gaya balap ini pasti nantinya akan ditiru oleh pebalap lain.
"Sebelumnya, ada pebalap yang membelok dengan mengendalikan ban belakang, dan itu pada era 1980an dan 1990an. Kemudian, ada pebalap yang membelok dengan mengendalikan kedua ban," tutur Cecchinello, yang juga yakin Marquez akan menginspirasi banyak rider muda dengan caranya sendiri.
"Kini ada Marc, yang bisa menggunakan teknik tertentu untuk menyelamatkan diri dari kecelakaan saat bannya kehilangan grip. Ini bukan soal keberuntungan, ini soal teknik! Inilah teknik yang tak digunakan oleh para rider di era Vale. Jadi saya harap Marc bisa menginspirasi para rider Muda," tutupnya.
Video: 5 Pebalap Hebat WorldSBK yang Tak Sukses di MotoGP
Baca Juga:
- 7 Bukti Valentino Rossi Atlet Rendah Hati, Popolo Giallo Pasti Bangga
- Banyak Belajar, Quartararo Sebut Gaya Lorenzo Paling Alami untuk Yamaha
- Pramac dan Jorge Martin Capai 'Kesepakatan Awal' untuk MotoGP 2021?
- Valentino Rossi: Bakal Aneh 2 Kali Balapan di Trek yang Sama
- Valentino Rossi Tertantang Lawan Tiga Rider Muda Yamaha
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Semifinal FA Cup: Chelsea vs Leeds, Man City vs Southampton, Main Kapan?
Liga Inggris 6 April 2026, 02:19
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs PSBS 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:43
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persijap 6 April 2026
Bola Indonesia 5 April 2026, 22:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13












