MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez

Asad Arifin | 28 Oktober 2026 16:28
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez (c) Ducati Corse

Bola.net - Penyelenggaraan MotoGP Qatar 2026 masih dibayangi ketidakpastian di tengah situasi politik dan keamanan yang dinamis di Timur Tengah. Para pembalap dikabarkan meminta jaminan keselamatan sebelum bertolak ke Sirkuit Internasional Lusail, tetapi kepastian yang mereka harapkan belum sepenuhnya terpenuhi.

MotoGP menghadapi tantangan besar menjelang akhir musim 2026, dengan Qatar menjadi salah satu agenda yang paling menyita perhatian. Setelah Grand Prix Malaysia, rombongan kejuaraan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Lusail untuk menjalani seri yang statusnya sempat diragukan.

Advertisement

Ketegangan di kawasan tersebut turut memicu kekhawatiran terhadap penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di satu sisi serta Iran di sisi lain membuat aspek keamanan menjadi perhatian utama menjelang agenda balapan.

Di tengah situasi itu, Marc Marquez ikut menjadi sorotan setelah meminta jaminan kepada penyelenggara MotoGP. Bos Ducati, Davide Tardozzi, membela pembalap asal Spanyol tersebut dan menilai kritik yang diarahkan kepadanya tidak mencerminkan sikap sejumlah pembalap lain di balik rapat resmi.

1 dari 2 halaman

MotoGP Qatar 2026 Dibayangi Situasi Keamanan Timur Tengah

MotoGP Qatar 2026 Dibayangi Situasi Keamanan Timur Tengah

Pembalap MotoGP 2026 (c) MotoGP

Penyelenggara MotoGP menegaskan kembali rencana untuk tetap menggelar balapan di Sirkuit Internasional Lusail meskipun situasi kawasan masih tegang. Namun, keputusan untuk melanjutkan agenda tersebut tetap menghadapi pertanyaan mengenai jaminan keamanan bagi para pembalap dan seluruh rombongan kejuaraan.

Liberty Media, pemilik MotoGP Sports Entertainment Group, juga menghadapi situasi serupa di Formula 1. Dua putaran terakhir musim 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Qatar dan Abu Dhabi tetap tercantum dalam agenda, meskipun ketidakpastian di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda.

Sejumlah pembalap dilaporkan telah menyampaikan keberatan untuk pergi ke Qatar jika jaminan keselamatan yang memadai belum tersedia. Kondisi ini membuat keputusan penyelenggara menjadi krusial, terutama karena perjalanan menuju Lusail berlangsung di tengah situasi geopolitik yang sensitif.

Perhatian kemudian tertuju kepada Marquez, juara dunia sembilan kali yang memiliki pengaruh besar di paddock MotoGP. Sikapnya semakin disorot setelah sebelumnya terlibat perbedaan pendapat dengan penyelenggara, termasuk terkait balapan eksibisi gokart di Motegi dan rencana perubahan format akhir pekan balapan untuk musim 2027.

2 dari 2 halaman

Davide Tardozzi Bela Marc Marquez soal Jaminan Balapan di Qatar

Davide Tardozzi Bela Marc Marquez soal Jaminan Balapan di Qatar

Marc Marquez dan Davide Tardozzi (c) Ducati Corse

Dalam wawancara dengan Sky Sport, Tardozzi menegaskan bahwa Marquez tidak pernah secara terbuka menyatakan penolakan untuk pergi ke Qatar. Menurutnya, pembalap Ducati tersebut hanya meminta jaminan keamanan dari penyelenggara sebelum balapan di Lusail berlangsung.

Tardozzi juga menyoroti perbedaan antara pernyataan sejumlah pembalap di luar rapat dan sikap mereka ketika berhadapan langsung dengan pejabat MotoGP. Ia menilai Marquez justru menjadi salah satu pembalap yang berani menyampaikan pandangannya secara terbuka.

“Mengenai Marc, ia adalah sosok yang paling karismatik di paddock. Banyak pembalap lain yang melontarkan pendapat di luar rapat, pendapat yang sama kerasnya, atau bahkan jauh lebih keras daripada pendapat Marc," buka Tardozzi.

"Namun, begitu mereka berada dalam rapat dengan penyelenggara, mereka justru terdiam. Begitulah kenyataannya, dan itu bukan masalah besar,” sambung Tardozzi.

Menurut Tardozzi, Marquez akhirnya menjadi sasaran kritik karena bersedia menyuarakan kekhawatiran yang juga dirasakan pembalap lain. Ia menilai keberanian untuk berbicara secara terbuka membuat Marquez terlihat menonjol, meskipun sejumlah pembalap disebut menyampaikan komentar yang lebih keras di luar forum resmi.

"Meski begitu, semua kesalahan justru ditimpakan kepada Marquez karena dialah satu-satunya yang berani bersuara mewakili pembalap lain. Dialah yang memiliki keberanian untuk bicara, padahal pembalap lain, seperti yang terus saya katakan, melontarkan komentar yang jauh lebih tajam darinya," tegas Tardozzi.