Para Rival Dukung Metode Latihan Valentino Rossi
Mamat | 8 September 2017 14:00
Bola.net - - Enam rider MotoGP yang hadir dalam sesi jumpa pers MotoGP San Marino di Misano World Circuit Marco Simoncelli pada hari Kamis (7/9), kompak memberikan dukungan dan pembelaan kepada rider Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi yang kini tengah dirundung cedera patah tulang fibula dan tibia kaki kanan.
Cedera ini didapat The Doctor akibat kecelakaan saat berlatih enduro di Italia pekan lalu, dan rider 38 tahun dinyatakan membutuhkan waktu 40 hari untuk masa penyembuhan. Dipastikan tak turun lintasan di Misano, ia juga diperkirakan bakal kembali absen di Aragon, Spanyol akhir bulan nanti.
Andrea Dovizioso, Marc Marquez, Maverick Vinales, Andrea Iannone dan Tito Rabat sama-sama dikenal sering berlatih motocross, dirt track dan supermoto, dan mereka mendukung metode latihan Rossi. Cal Crutchlow dikenal tak pernah berlatih di atas motor pada masa libur balapan, namun tetap memberi dukungan kepada Rossi dan mengaku maklum mengapa para rivalnya memilih berlatih motor.
Andrea Dovizioso (Ducati Corse)
Seperti yang selalu saya katakan, kami memang harus berlatih dengan banyak metode dan motor berbeda, karena kami tak boleh terlalu banyak uji coba di atas motor MotoGP. Kami harus terus bugar, dan konsekuensinya adalah harus mengambil risiko. Saya tipikal rider yang percaya pada metode latihan seperti ini. Menurut saya, kami memang harus berlatih di atas motocross. Tentu latihan ini berbahaya, dan kami juga harus berupaya tidak terlalu banyak mengambil risiko. Tapi jika Anda ingin meningkatkan performa, Anda memang harus maksimal. Cedera Vale bisa terjadi kapan saja dan memang mudah terjadi, tapi saya yakin ini adalah satu-satunya cara agar tampil baik di MotoGP.
Marc Marquez (Repsol Honda)
Saya sangat setuju dengan Dovi. Saya benci ketika orang-orang berkata, 'Mengapa kau mengendarai motor (di luar pekan balap)? Itu 'kan berbahaya.' Tapi ini bagian dari pekerjaan kami. Kami tentu mau bersantai di pantai, tapi dengan begitu, Anda tak bisa meningkatkan skill. Demi meningkatkan skill, Anda harus mengendarai motor dan berlatih di rumah. Cedera bisa terjadi kapan saja, dan ini bagian dari pekerjaan kami. Toh Anda juga bisa cedera ketika memasak seperti Cal!
Maverick Vinales (Movistar Yamaha MotoGP)
Saya rasa mustahil untuk fit bila Anda hanya bersantai di sofa dan tak berlatih di atas motor, tak mengambil risiko, seperti berlatih sepeda, dan lainnya. Berlatih motor memang berisiko, tapi jika Anda ingin fit, maka Anda harus melakukannya. Anda memang harus berhati-hati dan mengurangi risiko, tapi latihan macam ini memang kami butuhkan, apalagi di MotoGP, di mana level persaingannya begitu tinggi.
Cal Crutchlow (LCR Honda)
Saya jelas harus setuju dengan Marc. Saya tak berlatih motor di luar pekan balap, tapi ini pilihan saya. Mungkin bagi rider lain, berlatih motor membantu mereka lebih cepat, tapi bagi saya tak ada pengaruhnya. Tapi saya sangat memahami mengapa mereka memilih berlatih motor. Jika Anda melihat pemain sepakbola, mereka berlatih juga dengan bermain sepakbola. Pemain tenis juga berlatih dengan bermain tenis. Jadi saya rasa memang bagus bila pembalap motor berlatih dengan mengendarai motor. Tapi cara kerja saya tidak seperti itu. Saya memang tak mau berkendara, tapi bukan atas alasan risiko tinggi. Jadi seperti yang dikatakan Marc, jika saya tak mau ambil risiko, saya tak akan pergi ke dapur!
Andrea Iannone (Suzuki Ecstar)
Saya sangat setuju dengan Dovi. Olahraga kami memang berbahaya, dan tentu setiap kali berlatih dengan motocross, dirt track dan supermoto, maka para rider mengambil risiko. Juga ketika saya menggunakan 'kepala' saya dengan sebaik mungkin, beberapa hal juga kadang tak bekerja dengan baik. Memang berbahaya, tapi beginilah adanya.
Tito Rabat (Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Honda)
Tentu saya setuju dengan mereka semua. Saat berlatih di rumah, tentu Anda akan ngotot demi memperbaiki diri dan performa. Seperti yang dikatakan Mack, agar fit memang lebih baik mengendarai motor ketimbang berlatih di gym. Tapi setiap rider punya metode latihan masing-masing, dan cedera bisa saja terjadi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







