Pedrosa Akui Cedera Jadi Salah Satu Alasan Pilih Pensiun
Anindhya Danartikanya | 26 September 2018 14:05
- MotoGP 2018 menyisakan lima seri lagi, dan usai musim berakhir, rider Repsol Honda, Dani Pedrosa akan benar-benar gantung helm dan pensiun dalam usia 33 tahun. Tentu kepergian Pedrosa dari paddock MotoGP akan menyisakan kesedihan mendalam bagi para penggemar.
Pedrosa menjalani debut Grand Prix pada tahun 2001 di kelas GP125, dan merebut gelar pertamanya pada 2003. Pada 2004, ia naik ke kelas GP250 dan langsung merebut dua gelar beruntun. Pada 2006, ia naik ke MotoGP. Meski tak pernah merebut gelar di kelas tertinggi, ia tiga kali menjadi runner up dan tiga kali duduk di peringkat ketiga.
Selama berkarir di Grand Prix, ia juga selalu membela Honda dan di MotoGP, ia tak pernah membela tim selain Repsol Honda. Selain itu, bersama Mick Doohan, Pedrosa juga tercatat sebagai rider Honda dengan kemenangan terbanyak di ajang ini, yakni dengan 54 kemenangan.
Masalah dan Cedera Jadi Ujian
Kini, setelah 18 tahun turun di Grand Prix dan 13 tahun turun di MotoGP, Pedrosa memilih pensiun dari dunia balap. Rider asal Sabadell, Spanyol ini mengaku telah memikirkan keputusannya sejak dua tahun lalu. Cedera tangan yang ia alami awal tahun ini semakin membuatnya yakin bahwa pensiun adalah keputusan terbaik.
"Saya selalu mencoba menjalani olahraga ini secara profesional dan penuh rasa hormat. Saya selalu berusaha sebaik mungkin, kadang mudah, kadang juga dihadapkan cedera dan masalah. Tapi di sinilah nilai seorang rider diuji. Saat jalannya mulus, mudah untuk dijalani. Tapi saat jalannya rumit, Anda harus menemukan jati diri," ujarnya kepada Sky Sports.
Cedera Pengaruhi Keputusan
Pedrosa juga menyatakan bahwa dunia balap masih mengalir dalam darahnya, mengingat ia tengah menimbang-nimbang bertahan di MotoGP dengan jabatan sebagai test rider Honda atau KTM. Meski begitu, ia tak lagi ingin turun balapan dan menyebut bahwa cedera adalah penghambat terbesar baginya untuk tampil konsisten sepanjang musim.
"Dunia balap adalah passion saya, dan hal terpenting bagi saya adalah bertarung di lintasan. Meski begitu, kini rasanya tak lagi sama seperti dulu. Kini saya tak merasa terlalu intens dalam menjalani balapan. Dulu, dalam balapan saya bisa mengerahkan segalanya 100%," ungkapnya.
"Sayangnya, cedera telah memberikan pengaruh, karena saat mengendarai motor seperti ini sangatlah sulit. Saya tentu sedih atas apa yang terjadi pada diri saya, namun saya selalu kembali dengan kekuatan dalam diri saya demi naik podium," pungkas Pedrosa, yang posisinya akan digantikan Jorge Lorenzo musim depan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ducati Beber Cara Marc Marquez 'Lindungi' Pecco Bagnaia Saat Hadapi Beratnya MotoGP 2025
Otomotif 26 Januari 2026, 12:18
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Napoli vs Chelsea: Jam Berapa dan Nonton Live Streaming di Mana?
Liga Champions 28 Januari 2026, 23:24
-
Harry Maguire, Kontrak Baru, dan Dilema Manchester United
Liga Inggris 28 Januari 2026, 22:53
-
Misteri Tak Berujung Paul Pogba di Monaco
Liga Eropa Lain 28 Januari 2026, 22:41
-
Giuliana Vigile Mendadak Viral: Asisten Wasit Spek Bidadari dari Serie D Italia
Bolatainment 28 Januari 2026, 21:39
-
Manchester United Berpotensi Raup Lebih dari Rp4 Triliun dari Hak Nama Stadion Baru
Liga Inggris 28 Januari 2026, 21:09
-
Proliga 2026: Tampil di Rumah Sendiri, Gresik Phonska Plus Bidik Kemenangan Penuh
Voli 28 Januari 2026, 20:33
-
Live Streaming Athletic Club vs Sporting - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:18
-
Live Streaming Pafos vs Slavia Praha - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:17
-
Live Streaming Ajax vs Olympiacos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:16
-
Live Streaming Club Brugge vs Marseille - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:15
-
Live Streaming Leverkusen vs Villarreal - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 28 Januari 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04







