Petronas SRT Beri 'Kode' Bertahan di Yamaha, Perdalam Program Pembalap Muda
Anindhya Danartikanya | 2 Maret 2021 17:26
Bola.net - Team Principal Petronas Yamaha SRT, Razlan Razali, menyatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan proposal tawaran dari Yamaha untuk melanjutkan kerja sama mereka di MotoGP terhitung untuk musim 2022 sampai 2026. Hal ini disampaikan Razali via Crash.net pada Senin (1/3/2021) usai gelaran peluncuran timnya secara virtual.
Petronas SRT diketahui menjadi tim satelit Yamaha sejak 2019, dan sejak itu mereka tampil menggebrak, meraih 15 podium dan enam kemenangan dalam kurun dua musim. Namun, hubungan baik ini digosipkan goyah, usai tim balap Valentino Rossi, Sky Racing VR46, berniat meninggalkan Ducati Corse ke Yamaha pada 2022 nanti.
Meski begitu, Razali menyatakan bahwa negosiasi soal perpanjangan kontrak sudah dibicarakan timnya dan Yamaha sejak akhir tahun lalu. Pria yang juga mantan CEO Sirkuit Sepang, Malaysia, ini bahkan menyatakan dirinya sudah menerima draf awal dari proposal Yamaha dan bertekad meraih kesepakatan pada pertengahan tahun.
Tak Hanya Soal Spek Motor, Melainkan Soal Rider Muda

"Kami telah mendiskusikan perpanjangan kontrak sejak Desember. Saya sudah terima draf pertama proposal dari Yamaha untuk lima tahun ke depan. Kami harap bisa menyelesaikannya pada Mei atau Juni. Jadi, progresnya memang baik. Ini tak hanya soal spek motor, melainkan lebih ke program pengembangan rider muda," ujar Razali.
Seperti diketahui, Sepang Racing Team (SRT) sudah turun di ajang Grand Prix sejak 2014. Kala itu mereka turun di Moto2, dan kemudian beralih ke Moto3 pada 2015. Pada 2018, mereka membentuk tim lagi di Moto2. Lewat program ini, mereka pun mengorbitkan banyak rider muda. Pada 2019, tim ini akhirnya berekspansi di MotoGP.
Program itu sejauh ini berhasil lewat Fabio Quartararo, meski El Diablo tak pernah membela SRT di Moto3 dan Moto2. Tahun ini, SRT pun membuat perkecualian dengan Valentino Rossi, namun bertekad kembali meneruskan program junior mereka pada 2022. Tak hanya di Moto3, Moto2, dan MotoGP, melainkan juga di ajang-ajang Asia.
Bukti Yamaha Ingin Jalin Kerja Sama Lebih Dalam
"Akhirnya Yamaha sadar kami ini tim yang bisa mengembangkan pembalap dari Moto2, Moto3, dan lalu ke MotoGP. Jadi, kini Yamaha ingin terlibat lebih jauh di kelas balap yang lebih ringan, bahkan dari kejuaraan-kejuaraan Asia. Ini bukti betapa dalamnya kolaborasi yang mereka inginkan terhitung sejak 2022," ungkap Razali.
"Jadi, ini bukan sekadar soal motor, melainkan soal rider, bagaimana mereka bisa mendapatkan kesempatan pertama untuk turun di MotoGP, Moto2, dan Moto3. Kami sangat ingin mengoptimalkan hubungan ini, demi memastikan pengembangan pembalap dengan sangat baik agar tetap berada di lingkup Keluarga Yamaha," tutupnya.
Selama ini, Yamaha memang dikenal sebagai salah satu pabrikan MotoGP yang tak punya struktur pengembangan pembalap muda di kelas-kelas Grand Prix yang lebih ringan. Dari enam pabrikan yang ada, hanya KTM dan Honda yang memiliki struktur yang solid, masing-masing lewat Red Bull KTM Ajo dan Honda Team Asia.
Sumber: Crashnet
Video: Gaya Nyeleneh Valentino Rossi di MotoGP
Baca Juga:
Sempat Slek, Petronas Jengkel Yamaha Diam Lihat Fabio Quartararo Gagal Juarai MotoGP 2020
Petronas SRT Mau Naungi Valentino Rossi Lagi di MotoGP 2022, Tapi Ada Syaratnya
Petronas: Beban Valentino Rossi Bakal Sama Besar Seperti di Tim Pabrikan
Petronas Yamaha SRT Minta Valentino Rossi Konsisten Podium, Doakan Menang Lagi
Franco Morbidelli: Semoga 2021 Jadi Tahun Baik Bagi Saya dan Valentino Rossi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
-
Momen-Momen Emosional Marc Marquez Jelang Balapan Terakhir Phillip Island
Otomotif 21 Oktober 2026, 23:28
LATEST UPDATE
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







