Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller

Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Alex Rins dan Jack Miller (c) Yamaha MotoGP

Bola.net - Di tengah ramainya rumor kepindahan Fabio Quartararo ke Honda HRC Castrol di MotoGP 2027, Alex Rins meyakini bahwa ini saatnya Yamaha mulai mendengar masukan darinya dan Jack Miller dalam pengembangan motor YZR-M1 sepanjang 2026.

Beberapa musim terakhir, hubungan Quartararo dan Yamaha terus memburuk, terutama akibat jebloknya performa M1 setelah mereka menjuarai musim 2021. Mesin V4 yang dihadirkan jelang 2026 sebagai pengganti inline 4 juga belum terbukti garang.

Quartararo pun blak-blakan mengaku sedang menjalani negosiasi dengan tim lain, termasuk Honda. Atas alasan inilah, Rins, yang selama tiga musim terakhir setim dengan Quartararo di Monster Energy Yamaha, berharap masukannya mulai didengar.

Sebut Yamaha Lebih Perhatian ke Fabio Quartararo

Sebut Yamaha Lebih Perhatian ke Fabio Quartararo

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo (c) Yamaha MotoGP

"Kita lihat apakah mereka (Yamaha) akan lebih memperhatikan kami yang lain. Saya tidak bilang mereka tidak mendengarkan saya atau Jack. Namun, memang benar bahwa mereka sangat fokus pada Fabio," ujar Rins kepada Motorsport.com Espana, Senin (23/2/2026).

"Yamaha menaruh banyak kepercayaan pada Fabio, dan motor tahun lalu disesuaikan dengan preferensinya. Sama dengan mesin V4. Fabio paling diuntungkan dari peningkatan yang datang. Perangkat baru selalu didahulukan untuknya, lalu untuk yang lain," lanjutnya.

Hal serupa pun terjadi pada hari kedua tes pramusim Buriram, Thailand, pada Minggu (22/2/2026), di mana Yamaha meminta Rins menyerahkan salah satu motornya untuk dijajal oleh Quartararo. Alhasil, Rins hanya bekerja dengan satu motor.

Saran Alex Rins untuk Yamaha

Seperti pembalap Yamaha yang lain, Rins juga belum menemukan kekuatan dari mesin V4 baru Yamaha. Ia pun berharap pabrikan Garpu Tala mau mendengarkan penjelasannya, begitu juga Miller yang berpengalaman dengan mesin itu di Honda, Ducati, dan KTM.

"Saya mencoba untuk sejelas mungkin dalam penjelasan saya. Memang benar kami masih kekurangan kecepatan maksimal, tetapi pertama-tama kami harus coba meningkatkan traksi, kemampuan menikung, dan bikin motor lebih mudah berbelok," tuturnya.

"Jika itu tidak terjadi, maka tidak peduli jika kami memiliki lebih dari 50 tenaga kuda, karena kami tetap tidak akan bisa melaju cepat," pungkas Rins, yang sebelumnya pernah menjajal mesin V4 saat membela LCR Honda Castrol pada 2023.

Sumber: Motorsportcom Espana