Petrucci Heran Dovizioso Dua Kali Bekuk Marquez
Anindhya Danartikanya | 18 Oktober 2017 14:15
Bola.net - - Pembalap Octo Pramac Racing, Danilo Petrucci mengaku terheran-heran melihat rider Ducati Corse, Andrea Dovizioso dua kali sukses membekuk rider Repsol Honda, Marc Marquez di lap pamungkas, tepat di tikungan terakhir, baik di Austria maupun Jepang akhir pekan lalu. Hal ini ia sampaikan kepada AS.
'Pemandangan' lap terakhir di Jepang bahkan disaksikan sendiri oleh Petrux, yang finis ketiga di belakang keduanya. Rider Italia ini takjub pada ketenangan Dovizioso dalam menghadapi Marquez yang dikenal 'bonek' di lintasan. Tak hanya itu, Petrucci juga heran melihat kelihaian Dovizioso di sektor pengereman, meski Dovizioso sudah dikenal sebagai 'Brake Demon' sepanjang karirnya.
Saya melihat beberapa cuplikan, tapi yang saya lihat sendiri juga menakjubkan. Contohnya, saat di Tikungan 11. Bukan hasil manuver yang saya herankan, tapi momen Dovi menyalip Marc dengan cara melambat. Saya sungguh tak tahu bagaimana bisa Dovi melakukannya, ujarnya.
Petrucci juga yakin Dovizioso tak mengira lagi-lagi bakal mengalahkan Marquez tepat di tikungan terakhir seperti di Austria. Dovi bukannya berpikir bakal mengalahkan Marc lagi di lap terakhir. Saya tak tahu berapa banyak rider yang pernah mengalahkan Marc di duel lap terakhir, tapi Dovi sudah melakukannya dua kali tahun ini, ungkap rider 27 tahun ini.
Petrucci sendiri terhitung dua kali kalah di lap terakhir musim ini, meski tidak dikalahkan tepat di tikungan terakhir. Peristiwa itu terjadi di Belanda ketika ia dikalahkan Valentino Rossi, dan Misano, San Marino saat dikalahkan Marquez. Ia tak mampu bertarung di Jepang sampai lap terakhir berkat ausnya ban, namun mengaku ia akan melakukan pertarungan serupa bila ia ada di posisi Marquez atau Dovizioso.
Bagi saya, kini bakal lebih sulit bertarung melawan Marc atau Dovi, karena mereka sudah menjalani banyak lap di mana mereka memperebutkan posisi di lap terakhir. Tapi saya rasa saya bakal melakukan 'bullfighter' di tikungan terakhir seperti yang mereka lakukan. Inilah yang dikatakan kemenangan atau kesialan. Saya rasa Dovi berpikir lebih panjang, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nicolo Bulega Tagih Janji Ducati Soal Kontrak MotoGP 2027, Terancam Batal Pindah
Otomotif 13 April 2026, 15:42
LATEST UPDATE
-
Data Bicara: Real Madrid Tak Terkalahkan Saat Ferland Mendy Bermain
Liga Champions 15 April 2026, 22:33
-
Profil Timnas Jerman di Piala Dunia 2026: Mencari Bintang ke-5
Piala Dunia 15 April 2026, 22:22
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia 16 April 2026
Tim Nasional 15 April 2026, 21:39
LATEST EDITORIAL
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00
-
5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalkan Liverpool
Editorial 13 April 2026, 22:39

















