Punya Museum Balap, Marc Marquez Tak Mau Dapat Profit
Anindhya Danartikanya | 4 September 2019 14:30
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku tak mau mendapatkan keuntungan dari 'museum balap' yang ia miliki di kota kelahiran dan tempat tinggalnya, Cervera, Spanyol. Kepada Square Mile, lima kali juara dunia MotoGP ini mengaku hanya ingin menyenangkan warga setempat.
Marquez memang memiliki hubungan yang erat dengan Cervera. Selain lahir dan tinggal di sana, ia juga punya hubungan baik dengan penduduknya. Setiap kali ia merebut gelar dunia, para penduduk mengadakan perayaan besar dengan parade dan karnaval di pusat kota.
Hubungan inilah yang membuat Marquez urung meninggalkan Cervera, tak seperti kebanyakan rider Spanyol yang diketahui tinggal di Andorra, seperti Maverick Vinales. Alex Rins, Joan Mir, Aleix dan Pol Espargaro, serta Jorge Lorenzo yang tinggal di Lugano, Swiss.
"Saat ini saya belum mau meninggalkan Cervera. Saya punya rumah sendiri di sana dan saya menyukainya. Tapi Anda takkan pernah tahu, kadang kehidupan menawarkan banyak hal pada Anda dan Anda harus pergi. Tapi saya merasa senang tinggal di Cervera," ujarnya.
Bikin Museum untuk Warga Cervera
Penduduk Cervera bahkan ingin rider 26 tahun tersebut membuat museum, dan sejak naik ke MotoGP, Marquez pun mewujudkan keinginan warga. Tak hanya perangkat balapnya yang dipajang di sana, melainkan juga memorabilia milik sang adik, Alex Marquez.
"Sejatinya saya tak suka punya museum. Saya juga tak menganggapnya sebagai museum sungguhan. Itu lebih seperti garasi yang bisa Anda kunjungi. Cervera itu kota kecil, dan warga setempat ngotot dan berkata, 'Kita harus punya museum!'" kisah Marquez.
"Jadi saya bilang saya akan memberikan motor-motor saya dan mereka bisa melakukan apa pun semau mereka. Tapi saya tak mau tahu soal itu, dan saya tak mau menerima apa pun darinya. Ini untuk penduduk kota," ungkap tujuh kali juara dunia ini.
Sulit Jalani Kehidupan Normal
Meski begitu, Marquez juga mengaku menjadi pebalap berprestasi mentereng punya sisi buruk. Popularitas yang meroket membuatnya sulit menjalani kehidupan normal seperti kebanyakan orang. Di mana-mana, orang mengenalinya dan batasan privasi sulit sekali dijaga.
"Spanyol dan Italia tempat terburuk. Di London, saya masih bisa jalan-jalan dan mungkin hanya 10 orang yang minta foto, dan itu oke-oke saja. Di Barcelona, balap motor olahraga terpopuler kedua di belakang sepak bola, jadi sulit hidup normal. Tapi saya bersyukur, menyenangkan bisa dikenali, ini bisa jadi motivasi yang baik," tutupnya.
Marquez, yang tengah memuncaki klasemen pebalap dengan koleksi 250 poin, akan kembali turun lintasan di MotoGP Misano, San Marino yang digelar di Misano World Circuit Marco Simoncelli pada 13-15 September mendatang.
Sumber: Squaremile
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















