Rossi: Duel Terbaik? Kontra Lorenzo di Catalunya 2009!
Anindhya Danartikanya | 15 Desember 2018 11:50
Bola.net - - Musim 2019 akan menjadi musim ke-24 Valentino Rossi berkiprah di ajang Grand Prix. Sejauh ini ia telah mengoleksi 232 podium, 115 kemenangan dan 65 pole. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak duel yang ia jalani di sepanjang kariernya, terutama di kelas tertinggi, MotoGP.
Meski begitu, ada dua pertarungan sengit yang paling diingat dari aksi-aksi Rossi ini, yakni bersama Casey Stoner di Tikungan Corkscrew Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat pada 2008 silam dan bersama Jorge Lorenzo di tikungan terakhir Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol setahun setelahnya.
Ketika ditanya duel mana yang paling berkesan di antara keduanya, The Doctor pun mengaku bahwa pertarungan kontra Lorenzo di Catalunya lah yang menurutnya paling dahsyat. Hal ini ia sampaikan lewat Motorsport Total.
Senjata yang Sama

Rider Italia berusia 39 tahun ini pun menyatakan bahwa atmosfer persaingan dengan Lorenzo kala itu sudah memanas sejak Jumat pagi. Selain keduanya sama-sama membela Fiat Yamaha, Catalunya adalah kandang Lorenzo, namun juga sirkuit favorit Rossi. Tak satu pun dari keduanya mau mengalah.
"Sejak Jumat pagi, kami sudah bertarung melawan satu sama lain. Kami mencetak waktu terbaik dalam sesi latihan, lalu memperebutkan pole dan juga tercepat di sesi pemanasan, kemudian di sepanjang balapan sampai di tikungan terakhir. Saya rasa itu adalah duel terbaik yang pernah saya jalani, karena kami punya senjata yang sama," ungkap Rossi.
Kini 12 Rider Berdekatan
Meski begitu, era 2009 pun diyakini Rossi cukup berbeda dengan level persaingan selama tiga tahun terakhir, di mana performa motor-motor peserta semakin setara, dan pemenang pun makin tak terprediksi. Puncaknya terjadi pada 2016, di mana terdapat sembilan pebalap berbeda meraih kemenangan di sepanjang musim.
"Level performa di MotoGP saat ini sungguh menakjubkan. Para rider di 12 besar sangat berdekatan sejak Jumat pagi sampai Minggu siang. Kini setiap rider bisa menentukan ban mana yang membuatnya lebih nyaman dan teknis standarnya juga tak banyak berubah. Semua motor makin baik dan makin berdekatan, levelnya nyaris setara," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
-
Ada Apa dengan Marc Marquez? Kurang Fokus, Picu 3 Kecelakaan di Tes MotoGP Thailand 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 10:52
-
Daftar Lengkap Pembalap Moto2 2026, Yuk Support Mario Aji!
Otomotif 23 Februari 2026, 09:58
LATEST UPDATE
-
Benjamin Sesko Bongkar 'Rahasia' di Balik Ketajamannya Bersama Man United, Apa Itu?
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:17
-
Putra Michael Carrick Sempat Diusir Petugas Keamanan usai MU Tumbangkan Everton
Liga Inggris 25 Februari 2026, 00:05
-
Drama Menit Akhir Liverpool Kembali Terjadi, Slot Akui Timnya Tak Pantas Menang?
Liga Inggris 24 Februari 2026, 23:10
-
Viktor Gyokeres dan Respons Sempurna Arsenal
Liga Inggris 24 Februari 2026, 22:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35






