Rossi: Saya Bisa Berkali-kali Juara Bareng Honda
Anindhya Danartikanya | 28 Januari 2019 14:00
Bola.net - - Pebalap Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi mengaku sama sekali tak menyesali keputusannya meninggalkan Repsol Honda pada akhir 2003 silam. Dalam acara bincang-bincang 'Che Tempo Che Fa' bersama Fabio Fazio di Rai 1, The Doctor menyatakan bahwa ia justru mendapat banyak 'berkah' dengan hijrah ke Yamaha.
Usai menjadi juara dunia di GP125 1997 dan GP250 1999, Rossi bergabung dengan Nastro Azzurro Honda di kelas GP500 pada 2000, dan meraih gelar dunia pertamanya pada 2001. Usai pindah ke Repsol Honda, ia juga berhasil merebut gelar dunia MotoGP 2002 dan 2003.
Sedang sukses-suksesnya bersama tim paling prestisius di ajang Grand Prix, rider Italia ini malah mengambil keputusan menggemparkan pada akhir 2003, yakni pindah ke Yamaha, yang kala itu dikenal sangat terpuruk dan belum juara lagi sejak 1992 bersama Wayne Rainey.
Simpan Semua YZR-M1

Keputusan ini membuat Rossi mendapat cibiran dari banyak orang, namun ia justru sukses memenangi balapan pertamanya bersama Yamaha, yakni di Sirkuit Welkom, Afrika Selatan pada 2004. Tak hanya itu, ia juga langsung sukses merebut dua gelar dunia secara beruntun.
"Afrika Selatan adalah kemenangan paling indah, momen bersejarah dalam karier saya, mengingat beberapa bulan sebelumnya saya pergi dari Honda. Bahkan, motor yang saya pakai kala itu kini ada di kamar tidur saya. Satu motor lagi ada di kantor VR46, satu lagi di garasi dan di ruang keluarga rumah saya. Saya menyimpan semua motor saya. Mereka sudah melakukan banyak hal untuk saya," ujarnya.
Andai Tak Tinggalkan Repsol Honda
Rossi pun menyatakan bahwa keputusan meninggalkan Repsol Honda bukanlah keputusan mudah. Ia yakin dirinya bisa meraih lebih banyak gelar dunia andai bertahan, namun membenahi dan membawa Yamaha kembali ke puncak merupakan tantangan yang menarik.
"Saya sangat bangga atas apa yang saya lakukan pada 2004. Tadinya saya membela Honda, dan bersama mereka saya bisa meraih gelar dunia selama bertahun-tahun. Tapi saya akhirnya memutuskan pindah ke Yamaha. Inilah yang membuat karier saya terasa lebih berarti," ungkap rider berusia 39 tahun ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
-
Ducati Tak Gentar Aprilia Siapkan Team Order untuk Jorge Martin di MotoGP Australia 2026
Otomotif 23 Oktober 2026, 16:09
-
Pembalap Aprilia Bantah Ada Rapat Bahas Team Order untuk Jorge Martin: Hanya Minum Kopi
Otomotif 22 Oktober 2026, 23:46
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026, 08:15
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


