Rossi Sekadar Lancarkan Strategi Bertahan di Jerez
Anindhya Danartikanya | 6 Mei 2019 13:05
Bola.net - - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi kecewa berat hanya mampu finis keenam di MotoGP Jerez, Spanyol, pada Minggu (5/5). Usai finis kedua di Argentina dan Austin, jelas hasil dalam balapan kali ini benar-benar di luar harapannya. Hal ini ia sampaikan kepada GPOne usai balap.
Selama sesi latihan, Rossi sulit mencatat waktu ideal hingga gagal lolos ke babak kualifikasi kedua (Q2) dan harus start dari posisi 13. Dalam sesi balap, ia sempat hanya mampu berkutat di posisi 10, sebelum akhirnya menyalip Jack Miller, Franco Morbidelli, dan Joan Mir, serta terbantu Fabio Quartararo yang gagal finis.
"Saya tak tahu apa yang harus saya harapkan dari pekan balap kali ini. Saya tak pernah bisa melaju cukup cepat. Sebelum tiba di Spanyol, saya berharap sepenuh hati bisa tampil kompetitif seperti di Austin, tapi semakin berlalunya waktu, saya sadar saya hanya harus melakukan strategi bertahan," ungkap The Doctor.
Rasakan Peningkatan, Tapi Sedikit
Di lain sisi, Rossi merasakan adanya peningkatan performa pada YZR-M1 musim ini, namun tetap tak cukup karena Yamaha belum bisa solid memperebutkan kemenangan. Sang tandem, Maverick Vinales berhasil finis ketiga, namun tak memberikan ancaman berarti bagi Marc Marquez dan Alex Rins.
"Tahun lalu, saat saya finis kelima, saya punya ritme yang lebih baik ketimbang Maverick, tapi itu juga terjadi karena banyak rider jatuh. Kini saya bisa mempertahankan ritme, bahkan di lap-lap terakhir. Margin dengan podium juga kini lebih dekat, dan waktu balap saya berkurang lebih dari 20 detik," ujar Rossi.
Penasaran Ban Depan Medium
Dalam balapan ini, Rossi juga memakai ban depan dan belakang dengan komponen keras, yakni keputusan yang ia ambil pada menit terakhir sebelum start akibat temperatur yang naik. Pada akhirnya, ia justru bertanya-tanya apa yang bakal terjadi andai ia pakai ban depan medium seperti Vinales.
"Saya sangat penasaran bagaimana jika saya pakai medium, mungkin bisa lebih cepat. Tapi pekan balap saya jadi sulit usai FP3, saat saya gagal lolos ke Q2. Jika start dari posisi yang lebih baik, mungkin saya bisa bertahan dengan Maverick dan Ducati," tutur rider Italia berusia 40 tahun ini.
Kini Rossi fokus pada Le Mans, Prancis, 17-19 Mei dan berharap bisa memperbaiki hasil. "Saat ini, kami lebih kuat dari 2018. Musim masih panjang, dan tantangan makin sulit. Tapi kami menuju arah yang tepat. Meski begitu, saya tak bisa senang sepenuhnya, karena saya ingin merebut podium, dan saya malah gagal," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59














