Sempat Putus Asa, Marc Marquez: Cedera Mata Lebih Mengerikan dari Patah Tulang
Anindhya Danartikanya | 21 Februari 2022 13:15
Bola.net - Rider Repsol Honda MotoGP, Marc Marquez, mengakui cedera penglihatan ganda alias diplopia jauh lebih menakutkan ketimbang cedera patah tulang. Hal ini ia sampaikan kepada Diario AS, Kamis (17/2/2022), usai dinyatakan dokter pulih dari diplopia pada mata kanan, cedera yang ia dapat usai jatuh dalam latihan enduro pada Oktober 2021.
Marquez pernah mengalami cedera yang sama persis pada akhir 2011, akibat kecelakaan di Moto2 Malaysia. Cedera itu membuatnya harus menjalani operasi pada saraf keempat pada mata kanan. Kala itu, cedera tersebut dinyatakan dokternya bisa mengancam karier Marquez, namun penglihatan mata rider Spanyol itu pulih dengan sempurna.
Tak disangka-sangka, cedera itu menyerangnya lagi satu dekade kemudian, ketika Marquez masih dalam tahap pemulihan patah tulang lengan kanan akibat kecelakaan hebat di Jerez pada 2020. Ia mengakui bahwa waktu pemulihan cedera mata lebih tak terprediksi, sementara progres pemulihan patah tulang bisa dipantau lebih jelas.
Tiga Skenario Pemulihan Cedera Mata Marc Marquez

"Penglihatan ganda jauh lebih buruk dari cedera tulang dengan rasa sakit. Pasalnya, dengan cedera lengan, Anda bisa punya rencana, bisa lihat kemajuan dan progresnya. Dokter juga selalu bilang tulang saya akan sembuh seiring waktu. Tapi dengan penglihatan, saya tahu apa yang bisa terjadi karena saya mengalaminya pada 2011," ujar Marquez.
Pada diplopia kali ini, dokter tak langsung menyarankan operasi pada Marquez, melainkan melihat perkembangan selama tiga bulan. Jika selama itu penglihatannya tak pulih, ia harus operasi. Jika operasi tak berhasil memulihkan matanya, maka Marquez harus pensiun. Beruntung, pada Januari lalu, matanya pulih total.
"Dokter saya selalu jujur. Tiap kali saya datang, ia berkata ada tiga skenario, 'Mari kita tunggu tiga bulan. Jika tak sembuh, operasi harus dijalani tiga kali. Jika operasi tak bikin pulih, mungkin kau takkan punya penglihatan yang baik untuk naik motor meski bakal oke untuk kehidupan sehari-hari'," kisah sang delapan kali juara dunia.
Sempat Menangis usai Dengar Kata-Kata Dokter

Marquez pun tak malu-malu mengakui dirinya merasa patah hati ketika mendengar pernyataan dokter bahwa pensiun bisa jadi kemungkinan nyata untuk kelanjutan kariernya di MotoGP. "Usai dokter bilang begitu, suatu saat saya menangis sendirian di kamar. Pasalnya, saya tahu apa yang bisa terjadi," tuturnya.
"Tak peduli betapa optimistisnya saya, betapa inginnya saya naik motor, betapa inginnya saya keluar dari keterpurukan, saya harus realistis. Jujur, tadinya semua terasa kacau. Saya tak bisa hidup normal dan harus menghadapi ketidakpastian ini. Tapi dokter bilang, sungguh keajaiban penglihatan saya pulih usai 2,5 bulan," pungkas Marquez.
Kini dengan penglihatan mata kanannya yang sudah kembali normal, Marquez tinggal fokus melanjutkan proses pemulihan lengan kanannya. Untuk melakukannya, ia memastikan diri telah pindah tempat tinggal dari Cervera ke Madrid. Hal ini ia lakukan untuk fokus bekerja dengan dokter yang menangani cedera kaki Rafael Nadal.
Sumber: Diario AS
Baca Juga:
- Michele Pirro: Inovasi Ducati Terdepan, Kini Motor Honda Jadi Mirip Desmosedici
- Pecco Bagnaia Sebut Fabio Quartararo-Marc Marquez Rival Utama di MotoGP 2022
- Ducati Kembali Diprotes Rival, Pecco Bagnaia: Bukti Kami Punya Insinyur Hebat
- Curhatan Michele Pirro: Sempat Jengkel Diminta Jadi Test Rider Ducati di MotoGP
- Bukti Setia Valentino Rossi: Yamaha VR46 Master Camp Meluncur, Siap Debut di Moto2
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






