Sulit di Honda, Jorge Lorenzo: Yamaha Sempurna, Ducati Manis
Anindhya Danartikanya | 12 November 2019 14:00
Bola.net - Pebalap Repsol Honda, Jorge Lorenzo, mengakui dirinya hanya bisa berharap Honda Racing Corporation (HRC) benar-benar mau mendengarkan masukannya untuk memperbaiki masalah corner entry dan ban depan motor RC213V musim depan. Pasalnya, ia sangat kesulitan dengan RCV versi 2019.
Lorenzo memang tengah menjalani musim terburuknya sejak berkarier di arena Grand Prix dan MotoGP, belum pernah masuk 10 besar, kesulitan adaptasi dengan RCV, dan dirundung banyak cedera. Meski begitu, ia mengaku masih merasa beruntung pernah menjadi lima kali juara dunia.
"Saya merasa diri saya sangat beruntung bisa menjalani hidup dari hasrat saya pada balap motor dan meraih lebih banyak kemenangan dari yang saya harapkan ketika memulai karier," ungkap Lorenzo dalam wawancaranya dengan Moto.it, di mana ia juga mengenang masa-masanya di Yamaha dan Ducati.
Lorenzo menjalani debut GP125 pada 2002. Pada 2004, ia duduk di peringkat keempat usai berebut gelar dengan Andrea Dovizioso. Pada 2005 ia naik ke GP250, dan merebut gelar 2006 dan 2007 bersama Aprilia, yang kala itu masih diinsinyuri Gigi Dall'Igna. Sejak 2014, Dall'Igna pun menjadi General Manager Ducati Corse.
Yamaha Tercipta untuk lorenzo

Dua gelar ini membuat Lorenzo digaet Yamaha, ditandemkan dengan Valentino Rossi. Dengan tim inilah ia meraih gelar dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015. "Saya mulai meraih gelar dunia pada 2016 bersama Gigi di Aprilia. Di Yamaha, saya menemukan motor yang pada praktiknya diciptakan untuk saya," tuturnya.
Tahun-tahun pertamanya di Yamaha juga merupakan masa belajar. Pada 2008, ia mengalami dua kecelakaan hebat, yakni di China dan Laguna Seca. Cedera parah pada kaki, Lorenzo pun mulai sadar ia ambil risiko kelewat tinggi, dan yakin itulah saatnya ia harus mengubah gaya balap.
"Saya bukan rider yang sering jatuh, tapi sekalinya jatuh, cedera saya paling parah. Dari situ, saya memulai dari nol, karena saya tak menang lagi sepanjang tahun. Sejak 2009, saya pun mulai memperebutkan hasil-hasil penting dengan Vale, dan akhirnya menjadi juara pada 2010," kisah Por Fuera.
Prestasi di Yamaha pula yang mengantarnya ke Ducati pada 2017, menjalani petualangan tak terlupakan. Ia sempat kesulitan selama 1,5 musim, paceklik kemenangan, dan diremehkan karena sulit adaptasi dengan Desmosedici. Tapi ia akhirnya menggebrak dengan dua kemenangan beruntun di Mugello dan Catalunya pada 2018.
Ducati Simpan Kenangan Manis

Lorenzo masih berterima kasih pada Yamaha atas kesempatan yang diberikan padanya untuk menjadi juara, namun masa-masa di Ducati tak kalah manis. Meski hanya meraih tiga kemenangan, menurutnya semua kemenangan itu terasa manis, walau datang usai Ducati menggaet Danilo Petrucci dan dirinya tanda tangan kontrak dengan Repsol Honda.
"Pada masa-masa di Yamaha, saya cukup beruntung bisa meraih tiga gelar, yang membuat saya dapat kesempatan menjajal Ducati. Masa-masa itu memang berat, tapi indah dan saya mengingatnya dengan banyak kenangan manis. Kami sangat menikmati kemenangan-kemenangan kami, meski datang terlambat," ungkapnya.
Kini, kesulitan Lorenzo di Honda pun jauh lebih kelam ketimbang kesulitannya di Ducati dua tahun lalu. Setelah posisinya di Ducati tergeser oleh Petrucci, kini Lorenzo pun terancam digeser oleh Johann Zarco. Rider berusia 32 tahun ini pun mengaku dapat memaklumi jika timnya mencari rider lain, namun tetap berharap ia dan Honda akhirnya menemukan momen manis tahun depan.
Hidup Tergantung Hasil Terkini

"Kita hidup dalam dunia yang bergantung pada hasil sekarang. Jika pada momen tertentu para rider yang lebih 'murah' mengalahkan Anda, maka logis jika tim ingin mengganti Anda," ungkap Lorenzo, yang kini terpuruk di peringkat 19 pada klasemen pebalap dengan 25 poin.
"Honda sendiri melaju dengan ban belakang, gaya yang sangat berkebalikan dengan saya. Di Honda, Marc Marquez merupakan ujung tombak, dan ini wajar. Sementara di Ducati dan Yamaha, setelah Vale pergi, sayalah referensi utama mereka," pungkas Lorenzo.
Lorenzo pun akan kembali turun di MotoGP Valencia, Spanyol di Sirkuit Ricardo Tormo pada 15-17 November nanti. Setelahnya, ia akan menjalani uji coba di trek yang sama pada 19-20 November, dan kemudian di Sirkuit Jerez pada 25-26 November.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 4 November 2026, 22:30
-
Tampil Menggila Bersama Barcelona, Raphinha Dapat Dukungan Raih Ballon d'Or
Liga Champions 4 November 2026, 22:13
-
Legenda Tenis Rafael Nadal Bakal Gabung Dewan Direksi Real Madrid
Liga Spanyol 4 November 2026, 21:33
-
PSG Samai Rekor Threepeat UCL Real Madrid? Kenapa Tidak?
Liga Champions 4 November 2026, 21:00
-
Ketika Shea Lacey Buat Michael Carrick Terpukau
Liga Champions 4 November 2026, 20:40
-
Real Madrid Capai Kesepakatan dengan Wonderkid Manchester United Ini
Liga Spanyol 4 November 2026, 20:20
-
MU Kalahkan AS Roma, Nasib Michael Carrick Belum Aman dari Pemecatan!
Liga Inggris 4 November 2026, 20:04
-
Bradley Barcola Yakin Belum Tunjukkan Performa Terbaiknya Bersama Liverpool
Liga Inggris 4 November 2026, 20:03
-
Mengapa Selebrasi Lepas Baju Dihukum Kartu Kuning? Ini Sejarah dan Alasannya
Liga Champions 4 November 2026, 19:27
-
Matheus Cunha Terancam Dapat Sanksi Tambahan Usai MU Kalahkan Roma
Liga Champions 4 November 2026, 19:23
-
Prediksi Sunderland vs Dinamo Zagreb 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:20
-
Prediksi Sparta Praha vs Bournemouth 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 19:00
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



