Tak Terima Dihukum, Jorge Martin: Harusnya Saya Bisa Bekuk Pecco Bagnaia
Anindhya Danartikanya | 5 Oktober 2021 14:24
Bola.net - Pembalap Pramac Racing, Jorge Martin, mengaku tak terima dijatuhi long lap penalty dalam MotoGP Austin di Circuit of The Americas, Senin (4/10/2021) dini hari WIB. Menurutnya, hukuman tersebut membuatnya gagal mengalahkan Pecco Bagnaia dan merebut podium.
Martin memang tampil baik selama di Austin. Ia start keempat, namun sempat melorot ke posisi kelima pada lap pembuka. Dalam empat lap saja, Martinator kembali naik ke posisi ketiga usai menyalip Bagnaia dan Alex Rins. Sejak itu, ia nyaman berkendara di belakang Fabio Quartararo.
Sayang, ia melakukan kesalahan, melebar di Tikungan 4 pada Lap 17 dan nyaris jatuh. Apesnya lagi, FIM Stewards menilainya sebagai pelanggaran. Martin dianggap sengaja memotong Tikungan 4-5, hingga ia dijatuhi long lap penalty. Belum juga melaksanakan hukumannya itu, Martin juga disalip oleh Bagnaia.
Anggap Hukumannya Tak Adil

Usai kejadian itu, Martin menempel Bagnaia dengan sangat ketat, sebelum akhirnya melaksanakan long lap penalty tepat di lap terakhir. Alhasil, ia harus legawa finis kelima, usai disalip Rins tepat saat menjalankan hukuman. Martin mengakui ini hasil baik, namun tak terima dirinya dihukum.
"Saya tak mengira bakal meninggalkan Austin dengan finis kelima. Saya pun puas atas hasil ini. Ritme balap saya sangat baik dan saya sangat percaya diri. Kemudian saya nyaris terjatuh, tapi malah dihukum. Saya rasa itu tidak adil," ungkap rider 23 tahun ini kepada Speedweek.
"Saya kehilangan beberapa posisi, namun 15 lap pertama sangat menyenangkan. Sayang, tubuh saya kesulitan karena masih belum 100% bugar. Balapan ini jelas balapan tersulit tahun ini," lanjut Martin, yang cedera patah tulang kaki akibat kecelakaan di Portimao pada April.
Terus Berkembang
Meski kondisi fisiknya belum ideal dan pulih dari cedera, juara dunia Moto3 2018 ini merasakan progres yang sangat positif dalam musim debutnya. Ia sangat yakin pada kekuatannya, dan percaya diri bisa membekuk Bagnaia andai tak dapat long lap penalty dalam balapan ini.
"Kami ada di jalan yang baik. Kami sudah berkembang. Andai tak dapat long lap penalty, saya bakal menyalip Pecco lagi. Bagi Pecco, poin-poin ini memang penting untuk merebut gelar, namun saya tetap ingin mencoba. Meski begitu, saya tetap dapat posisi finis yang baik sebagai debutan," tutup Martin.
Martin memang finis satu posisi di depan debutan lainnya, Enea Bastianini, yang membela Avintia Esponsorama. Kini keduanya masing-masing duduk di peringkat 11 dan 13 pada klasemen pembalap dengan koleksi 82 dan 71 poin. Perebutan gelar debutan terbaik pun dijamin berlangsung seru sampai akhir musim.
Sumber: Speedweek
Baca Juga:
- Andrea Dovizioso 'Gagal Paham' Mentalitas Para Rider Moto3, Tuduh Belajar Curang
- Kompetitif di Austin, Tanda Andrea Dovizioso Mulai 'Comeback'?
- Para Rider MotoGP Tanggapi Insiden Mengerikan di Moto3 Austin
- Valentino Rossi Kecam Race Direction, Kritik Keputusan Gelar 'Sprint Race' Moto3
- Jadwal Pekan Balap Formula 1 GP Turki 2021 di Istanbul Park
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadi Salah Satu Favorit Juara, Alex Marquez Merasa Lebih Siap Buru Gelar Dunia MotoGP 2026
Otomotif 23 Februari 2026, 18:26
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
-
Pecco Bagnaia Komentari Tim Pilihannya di MotoGP 2027, Ikuti Insting dan Pilih yang Terbaik
Otomotif 23 Februari 2026, 13:33
LATEST UPDATE
-
Posisi PSG Menguntungkan, Beban Monaco Berat
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:17
-
Real Madrid di Posisi Nyaman, Benfica Tetap Punya Peluang
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:07
-
6 Hal Menarik yang Patut Dipantau di MotoGP 2026, Banyak Rekor Bisa Patah!
Otomotif 24 Februari 2026, 13:07
-
Ketika Kapten Masa Depan Barcelona Tergusur: Kisah Pahit Alejandro Balde
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 13:06
-
Prediksi Susunan Pemain Inter Kontra Bodo Glimt: Tanpa Lautaro
Liga Champions 24 Februari 2026, 13:03
-
UEFA Skors Bintang Benfica Gianluca Prestianni Akibat Dugaan Rasialisme ke Vinicius Jr
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:59
-
Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Liga Spanyol 24 Februari 2026, 12:51
-
Dortmund Pegang Kendali, Atalanta Terpaksa Agresif
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:47
-
Kejar Defisit, Inter Siap Gempur Habis Bodo/Glimt Sejak Menit Awal
Liga Champions 24 Februari 2026, 12:46
-
Hokky Caraka Jadi Kiper Dadakan Saat Persita Tumbang di Bandung
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:23
-
Jejak Abadi Harianto Badjoeri: Sang Arsitek 'Dream Team' Persija Jakarta Tutup Usia
Bola Indonesia 24 Februari 2026, 12:15
-
Kode Fabio Quartararo Pindah Tim, Alex Rins: Waktunya Yamaha Dengarkan Saya dan Jack Miller
Otomotif 24 Februari 2026, 12:02
-
Unbeaten, Ini 5 Perubahan Michael Carrick yang Langsung Bangkitkan Manchester United
Liga Inggris 24 Februari 2026, 11:48
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09



