Tanggapi Lirikan Honda, Pol Espargaro: Sepertinya Bisa Cocok
Anindhya Danartikanya | 8 April 2020 16:07
Bola.net - Pol Espargaro menanggapi komentar Manajer Tim Repsol Honda, Alberto Puig, yang meyakini bahwa rider Red Bull KTM Factory Racing itu bisa melaju cepat di atas motor RC213V, menyusul rumor bahwa Cal Crutchlow bertekad pensiun dari MotoGP pada akhir musim 2020.
Saat ini, Crutchlow tengah membela LCR Honda, dan sama seperti Espargaro dengan KTM, kontraknya akan habis akhir tahun nanti. Jika Crutchlow benar-benar gantung helm, Puig pun menyatakan Espargaro bisa jadi opsi menarik dan memprediksi ia bakal kompetitif di atas Honda.
"Saya sangat menghormati Alberto. Ia manajer tim yang sangat baik. Ia membawa Honda melewati masa berat: Jorge Lorenzo kesulitan tapi tetap meraih hasil baik dengan Marc Marquez. Di tangannya, Repsol Honda punya manajemen yang baik," tutur Polyccio via Motorbike Magazine seperti yang dikutip Todo Circuito.
Tapi Merasa Bahagia di KTM
Espargaro sendiri belum pernah menjajal Honda, karena ia menjalani debut MotoGP pada 2014 bersama Monster Yamaha Tech 3, dan kemudian langsung pindah ke KTM pada 2017. Meski begitu, adik Aleix Espargaro ini yakin ia bisa cocok dengan Honda karena karakter mereka yang sama-sama agresif.
"Saya rasa Honda bisa cocok dengan saya, tapi saya bahagia di KTM. Mereka memperlakukan saya dengan sangat baik, memberikan semua yang saya minta. Berkat mereka juga kini saya lebih dihargai orang. Jadi saya akan terus bekerja keras untuk mereka sampai kontrak saya berakhir. Setelahnya, barulah kita lihat situasinya," ujarnya.
Nyaman Berkendara Beriringan dengan Marquez
Bagaimana bisa Espargaro menilai Honda bisa cocok dengannya sementara ia belum pernah menjajal motor itu? Juara dunia Moto2 2013 ini pun mengaku bisa melihatnya saat melakukan perbandingan cara berkendara dengan para rival. Ia pun mengaku hanya nyaman ketika beriringan dengan Marquez.
"Ada banyak motor yang bagus, tapi Honda punya karakter yang sama dengan KTM, sangat agresif. Memang benar saya tak nyaman ketika berkendara di belakang banyak rider, terutama jika di belakang Yamaha, karena sulit menjalani sebuah lap," kisahnya.
"Tapi ketika berkendara di belakang Marc, saya paling nyaman. Marc dan Honda memang lebih cepat dari kami, tapi saat berkendara dengan mereka, saya bisa mengeluarkan gaya balap saya dengan baik, saya lebih bisa 'menyatu' dengan rider di depan," pungkasnya.
Video: Marc Marquez Dikalahkan Sang Adik di MotoGP Virtual Race
Baca Juga:
'Pol Espargaro Punya Standar Bagus untuk Jadi Rider Honda'
'Fabio Quartararo Bisa Jadi Juara Baru, Tapi Tugasnya Makin Berat'
Miguel Oliveira: Bantuan Dani Pedrosa di KTM Sungguh Tak Ternilai
Maverick Vinales: Yamaha Tim Hebat, Tak Perlu Iri pada Tim Lain
'Valentino Rossi Sudah Jelas Bela Petronas Jika Lanjut Balapan'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















