Tech 3: Pabrikan Eropa di MotoGP Tak Kalah dengan Jepang
Anindhya Danartikanya | 14 Januari 2019 14:20
Bola.net - - Usai 20 tahun bekerja sama dengan Yamaha, Tech 3 Racing akan menghadapi tantangan baru dengan menjadi tim satelit KTM di MotoGP 2019. Sang pimpinan tim, Herve Poncharal menyatakan bahwa, meski motor RC16 belum mampu tampil di papan atas, ia punya motivasi tersendiri dalam mendukung KTM.
Selama 20 musim, Tech 3 sangat setia pada Yamaha, namun ada beberapa poin kerja sama yang membuat Poncharal mulai jengah. Keinginannya untuk memiliki setidaknya satu motor spek pabrikan sama sekali tak pernah digubris oleh Yamaha. Atas alasan ini, ia pun mencari alternatif lain.
Gayung pun bersambut. KTM, yang baru turun di MotoGP sejak 2017, juga tengah mencari tim satelit untuk mempercepat pengembangan RC16. Lewat negosiasi singkat yang meyakinkan, Poncharal pun menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer.
Tak Peduli Dibilang Gila
Tak hanya bisa menghirup udara segar bersama KTM, Poncharal juga mendapati impiannya terwujud. Tak hanya satu, melainkan dua motor spek pabrikan sekaligus disediakan oleh KTM untuk timnya. Kini ia pun bisa lebih fokus membantu KTM mengembangkan motor sekaligus membantu pertumbuhan Hafizh Syahrin dan Miguel Oliveira.
"Saya bisa saja bertahan di Yamaha, tapi tantangan baru bersama KTM sungguh menyegarkan. Tentu banyak orang bilang saya gila, dan bertanya-tanya mengapa saya melakukan ini. Tapi ini hanyalah tambahan motivasi untuk membuktikan bahwa menggaet Jonas Folger dan Johann Zarco dua tahun lalu juga bukan keputusan gila," ungkapnya lewat Motorsport Total.
Ducati Jadi Panutan
Poncharal juga tak peduli pada cibiran orang yang menyebutnya sembrono dengan meninggalkan sebuah pabrikan Jepang menuju pabrikan Eropa yang belum teruji level performanya. Pria asal Prancis ini pun menjadikan Ducati sebagai panutan, mengingat pabrikan Italia ini sempat terpuruk namun benar-benar bangkit sejak 2016.
"Ducati telah membuktikan bahwa sistem ini berhasil. Sepuluh tahun lalu, tak ada yang percaya Ducati akan punya motor terkuat, karena kita selalu berpikir Jepang lebih baik. Tapi Ducati membuktikan bahwa hal ini memungkinkan. Entah Anda datang dari Asia atau Eropa, Anda harus mengambil pilihan yang cerdas, berinvestasi waktu, passion dan impian," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






