Valentino Rossi Bangga Lihat Metamorfosa Franco Morbidelli di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 30 Desember 2020 15:14
Bola.net - Valentino Rossi mengaku sangat bangga menyaksikan metamorfosa Franco Morbidelli, anak didiknya di VR46 Riders Academy yang sukses jadi runner up MotoGP 2020. Kepada Motorsport Total, Jumat (25/12/2020), Rossi menyatakan bahwa Morbidelli memang sangat giat berlatih sepanjang musim demi tampil sangat baik.
Morbidelli diketahui mengenal Rossi sejak dirinya masih anak-anak, dan menjadi anggota pertama VR46 Riders Academy yang dibentuk Rossi pertama kali pada 2013. Rossi pun tak menyangka rider Italia berdarah Brasil itu sukses jadi juara dunia Moto2 pada 2017, kesuksesan yang akhirnya diulang Pecco Bagnaia pada 2018.
Rossi pun mengaku punya perasaan campur aduk ketika melihat Morbidelli mengunci gelar dunia di Sepang, Malaysia kala itu. Ia merasa bangga karena VR46 Riders Academy terbukti mampu membimbing rider ke arah yang baik, namun juga akhirnya sadar kawan baiknya akan jadi rivalnya sendiri di MotoGP.
Sangat Paham Gaya Balap Franco Morbidelli
"Saat kami membentuk akademi, kami tak tahu apa yang akan terjadi pada tahun-tahun setelahnya. Ini memang program yang unik. Saat Franco jadi juara dunia Moto2 2017, hal pertama yang saya pikirkan adalah akhirnya saya dapat rival yang kuat dari akademi ini," ungkap sembilan kali juara dunia asal Italia ini.
"Namun, ini tak masalah, kami malah sangat senang. Saat kami berlatih bersama, kami selalu meningkatkan level performa. Kami sangat bersenang-senang ketika saling lawan di lintasan. Saya sendiri sangat mengenal Franco karena kami sering latihan bareng di Ranch. Saya sangat paham gaya balapnya," lanjut Rossi.
Dalam debutnya di MotoGP pada 2018, Morbidelli membela EG 0,0 Marc VDS di atas Honda yang dikenal tak ramah pada rider selain Marc Marquez. Pada 2019, ia pun pindah ke Petronas Yamaha SRT, namun justru berada di bawah bayang-bayang tandemnya yang lima tahun lebih muda, Fabio Quartararo.
'Panas' Lihat Fabio Quartararo Gemilang
Rossi pun mengaku memaklumi mengapa Morbidelli butuh waktu untuk beradaptasi dengan YZR-M1. "Anda harus mengendarai Yamaha dengan cara yang dimau motor tersebut. Franco datang dari Moto2 dan Honda, jadi ia butuh jam terbang lebih banyak demi memahami cara mengendarainya," ungkapnya.
Di lain sisi, melihat Quartararo menggebrak sepanjang 2019, Morbidelli justru berlatih jauh lebih keras sepanjang 2020, yang otomatis juga melecut para rider VR46 Academy lainnya, termasuk Rossi dan Bagnaia. Kerja kerasnya pun terbayar, karena rider berusia 26 tahun itu justru mengakhiri musim sebagai runner up.
"Franco latihan sangat keras tahun ini. Kadang, ia jadi masalah karena ia bahkan sudah siap latihan pada pukul 9.00 pagi setiap hari. Ia sungguh memberi tekanan pada kami, terutama pada saya dan Pecco. Ia dalam kondisi fisik yang sangat baik, dan ini sangat penting. Di lain sisi, ia juga rider yang tenang dan serius," pungkas Rossi.
Sumber: Motorsport Total
Video: Dimas Ekky Ingin Mandalika Racing Team Jadi Batu Loncatan Rider Indonesia
Baca Juga:
Ogah Jadi 'Tim Hore', KTM Mulai Berani Bidik Gelar Dunia di MotoGP 2021
Jack Miller: Pensiun dari MotoGP, Cal Crutchlow Gak Bakal Bengong Doang
Alex Marquez: LCR Memang Tim Kecil, Tapi Justru Cocok Buat Saya
Alex Marquez: Tadinya Tak Ada Rencana Naik ke MotoGP 2020
Alex Marquez Sebut Marc Marquez Tampak 'Berubah' Usai Operasi Ketiga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




