Valentino Rossi Tak Menduga Bakal Setim dengan Franco Morbidelli
Anindhya Danartikanya | 25 November 2020 14:12
Bola.net - Valentino Rossi menyatakan sama sekali tak pernah menduga bahwa pada suatu saat nanti akan bertandem dengan Franco Morbidelli, rider muda Italia yang uniknya sudah ia kenal dan ia bimbing sejak masih anak-anak. Hal ini ia sampaikan kepada Sky Sport pada Sabtu (21/11/2020) di MotoGP Portimao, Portugal.
Musim depan, Rossi memang untuk pertama kalinya sejak 2001 akan kembali membela tim satelit, yakni Petronas Yamaha SRT. Balapan di Portimao pun menjadi akhir dari 15 tahun kerja samanya dengan tim pabrikan Yamaha, yang ia bela pertama kali pada 2004 dan mengizinkannya kembali pada 2013 usai dua tahun membela Ducati.
"Ini momen penting, perjalanan yang panjang. Saya selalu berterima kasih kepada Yamaha yang telah membawa saya kembali usai dua musim yang mengecewakan. Saya sedih harus meninggalkan tim ini, tapi kami tidak sedih. Toh takkan banyak berubah, kecuali warna motor saya," ujar sembilan kali juara dunia ini.
Franco Morbidelli Punya Kisah Spesial
Membela SRT, berarti Rossi akan bertandem dengan Morbidelli, yang sudah ia kenal sejak 2010, saat 'Franky' masih berusia 15 tahun. Sejak itu, keduanya kerap berlatih bersama, dan Morbidelli pun menjadi anggota VR46 Riders Academy pertama. Atas alasan ini, Rossi tak menyangka mereka bakal bertandem tahun depan.
Meski berstatus sebagai mentor Morbidelli, Rossi tetap meyakini bakal sulit mengalahkan rider Italia berdarah Brasil tersebut. Apalagi jika melihat performa garangnya musim ini, di mana ia sukses meraih lima podium, yang tiga di antaranya merupakan kemenangan, dan bahkan mengakhiri musim sebagai runner up.
"Kisah Franco sangat spesial, karena kami membantunya sejak ia masih anak-anak. Menjadi tandemnya di MotoGP dengan Yamaha adalah kisah yang sama sekali tidak saya duga. Jadi, ini cerita yang menyenangkan. Masalahnya, kini ia rider paling kuat di MotoGP. Jadi, bertarung dengannya bakal sulit," ungkap Rossi.
Ingin Yamaha Eropa Terlibat dalam Pengembangan M1
Membela SRT juga membuat tugas Rossi sedikit berkurang tahun depan, karena ia tak harus menjajal begitu banyak perangkat baru. Namun, ia akan tetap terlibat dalam pengembangan YZR-M1. Ia pun berharap Yamaha Jepang sedikit menyambut masukan teknis dari Yamaha Eropa yang bermarkas di Italia.
"Dalam tim pabrikan, Anda harus menjajal semua perangkat demi tampil baik, bekerja dengan jauh lebih banyak orang di Petronas. Semua evolusi motor dilakukan di Jepang, dan menurut saya kami justru stagnan. Saya ingin melihat lebih banyak kolaborasi antara Jepang dan Italia, serta Eropa," tutup Rossi.
Musim depan, Yamaha berjanji akan membentuk tim uji coba yang lebih kuat, dengan test rider Cal Crutchlow, yakni rider telah membela Honda selama enam tahun terakhir dan memilih pensiun akhir musim ini.
Sumber: Sky Sport
Video: Miguel Oliveira Menangi MotoGP Portugal 2020
Baca Juga:
Valentino Rossi Penasaran Rivalitas Fabio Quartararo vs Maverick Vinales
Andrea Dovizioso: MotoGP Ganti Generasi, Tapi Saya Ogah Menyerah!
Mengintip Corak Baru Motor Fabio Quartararo di Monster Energy Yamaha
Terpuruk di Portimao, Alex Rins Kaget Bisa Duduki Peringkat 3 MotoGP 2020
Andrea Dovizioso Ogah Bikin Tim Balap MotoGP: Ribet!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Sprint Race MotoGP Australia 2026: Marc Marquez Menang, Jorge Martin Crash!
Otomotif 24 Oktober 2026, 11:32
-
Hasil Kualifikasi Moto3 Australia 2026: Veda Ega Pratama Sabet Pole Position!
Otomotif 24 Oktober 2026, 09:49
-
Drama Marc Marquez di MotoGP Australia: Crash di Tikungan 4, Lalu Raih Pole Position
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:43
-
Jadwal MotoGP Australia 2026 di Phillip Island 23-25 Oktober, Tonton di Vidio
Otomotif 24 Oktober 2026, 08:29
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





