'Vinales Masih Harus Belajar Tenang Seperti Marquez'
Anindhya Danartikanya | 31 Juli 2017 12:00
Bola.net - - Pelatih balap Maverick Vinales di Movistar Yamaha MotoGP, Wilco Zeelenberg yakin bahwa rider Spanyol berusia 22 tahun tersebut masih harus belajar untuk bersikap tenang dalam menghadapi situasi tak ideal atau genting. Hal ini disampaikan Zeelenberg dalam wawancaranya bersama Speedweek.
Usai meraih kemenangan di dua seri pertama, Vinales beberapa kali mengalami kesulitan, yakni di Jerez dan Catalunya di mana ia terkendala masalah grip, serta di Assen ketika ia terjatuh dan gagal finis. Zeelenberg pun yakin keterpurukan Vinales ini bukan akibat kurangnya motivasi.
Anda tak perlu memotivasinya. Tugas saya bukanlah membuatnya melaju lebih pelan, bukan untuk menenangkannya, dan bukan untuk memotivasinya. Jika Anda memberinya motivasi terlalu tinggi, jelas hal-hal buruk justru bakal terjadi, ujar pria asal Belanda ini.
Zeelenberg yakin Vinales harus belajar dari rider Repsol Honda, Marc Marquez, yang dikenal kerap mengalami kecelakaan saat sesi latihan dan kualifikasi, namun mampu bersikap tenang saat balapan hingga meraih hasil baik. Contohnya, ketika Marquez terjatuh lima kali selama di Catalunya, namun finis kedua saat balapan.
Tekanan juga punya peran dalam performanya, dan ini jelas. Tapi tekanan macam ini juga dirasakan oleh Marc, usai tiga gelar dunia. Bukankah ia terjatuh empat atau lima kali di Barcelona? Tapi Marc tetap tampil baik, dan hal ini harus menjadi target kami juga, ungkap Zeelenberg.
Kita semua tahu Maverick sangat kuat. Tapi ada kalanya ia tak bisa mengendalikan situasi. Terkadang ia harus ingat bahwa dalam situasi tertentu ia harus bertahan di atas motor, harus finis dan mendapat poin. Suka atau tidak pada hasilnya, ia harus tetap fokus, pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







