Yamaha Angkat Bicara Soal Kekhawatiran MotoGP Bakal Ditinggalkan
Afdholud Dzikry | 14 Februari 2018 12:04
Bola.net - - Kekhawatiran banyak pihak terkait hadirnya kejuaran balap motor listrik pada 2019 mendatng masih berlanjut. Banyak yang khawatir bahwa gelaran MotoE itu akan membuat gelaran MotoGP ditinggalkan.
Di tengah pemberitaan media mengenai kejuaraan ini, Lin Jarvis selaku bos tim Yamaha angkat bicara kehadiran MotoE. Dia sedikit meragukan bahwa popularitas MotoGP bakal meredup seiring kehadiran balap motor listrik.
Saya pikir ini benar-benar waktu yang tepat bagi Dorna untuk memulai (melihat teknologi listrik), tapi akan memakan waktu lama, ungkap Jarvis seperti dikutip dari Motorsportweek, Senin (12/2/2018).
Mungkin tidak akan pernah mengambil alih kelas MotoGP, tapi mungkin mengganti kelas lain, paparnya.
Namun demikian, dia tak menampik jika motor listrik akan membawa peran yang lebih menonjol dalam bentuk balapan yang dipentaskan. Apalagi terdapat kebisingan mesin biasanya menjadi masalah.
Kebisingan Isu Sensitif
Dan pasti kendaraan listrik (akan lepas landas) di disiplin ilmu lain, seperti motorcross, atau enduro, di mana kebisingan menjadi isu yang jauh lebih sensitif, ujarnya seperti dikutip dari Liputan6.com.
Itu karena tempat kendaraan ini digunakan lebih dekat ke daerah perkotaan. Mereka mungkin punya masa depan yang besar di sana, tambah Jarvis
Pekan lalu, Dorna Sports selaku promotor MotoGP untuk pertama kalinya memperkenalkan motor listrik, yang bakal digunakan pada Kejuaraan Dunia MotoE pada 2019 mendatang. Gelaran ini nantinya akan diikuti 18 pembalap dari 11 tim.
Pada musim perdana Kejuaraan Dunia MotoE, para pembalap nantinya hanya diberikan kesempatan terbatas. Mereka hanya melahap delapan lap setiap balapan di lima seri yang berlangsung di Eropa.
Realistis, saya pikir industri motor sedikit tertinggal dari industri mobil. Tapi, masih menarik untuk melihat jumlah produsen yang beralih ke Formula E, ini melebihi harapan saya, terangnya.
Industri Motor Tertinggal
Jarvis mengakui industri sepeda motor tertinggal dari industri mobil dalam hal pengembangan listrik, dan menganggap Formula E harus dipuji. Sebab, Formula E menarik pabrikan melepaskan eksploitasi motorsport lainnya untuk fokus pada rangkaian listrik sepenuhnya.
Jika Anda melihat balapan, emosi yang Anda dapatkan dari kebisingan dan kekuatan. Tentunya kami harus memberi penghargaan pada Formula E, karena banyak produsen menghentikan disiplin balap lainnya untuk berinvestasi di bidang listrik, tutur Jarvis.
Dan saya yakin di masa depan industri sepeda motor kendaraan listrik akan memainkan peran lebih besar, ungkapnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Chelsea Siap Tikung MU untuk Transfer Bintang Timnas Belanda Ini
Liga Inggris 25 Juni 2026, 19:00
-
Digoda Klub Arab Lagi, Bruno Fernandes Mantap Bertahan di MU
Liga Inggris 25 Juni 2026, 18:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Selandia Baru vs Belgia 27 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 15:58
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Mesir vs Iran 27 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 15:42
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Uruguay vs Spanyol 27 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 15:28
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Tanjung Verde vs Arab Saudi 27 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 15:10
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Senegal vs Irak 27 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 14:56
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Norwegia vs Prancis 27 Juni 2026
Piala Dunia 25 Juni 2026, 14:45
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41








