Yamaha Ngaku Sempat Sulit Rayu Pramac Tinggalkan Ducati, Negosiasi Berjalan Lama
Anindhya Danartikanya | 4 Juli 2024 15:03
Bola.net - Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, mengakui bahwa merayu Prima Pramac Racing untuk meninggalkan Ducati demi jadi tim satelit Yamaha di MotoGP 2025 bukanlah misi yang mudah. Jarvis menyatakan bahwa pemilik sekaligus Team Principal Pramac, Paolo Campinoti, sempat butuh waktu lama untuk berpikir.
Rumor soal potensi Pramac bergabung dengan Yamaha sudah menyeruak sejak Seri Jerez, Spanyol, pada akhir April lalu. Yamaha sendiri membutuhkan tim satelit baru usai ditinggalkan RNF Racing pada akhir 2022. Mereka sempat merayu skuad Valentino Rossi, VR46 Racing Team, tapi ditolak karena mereka ingin bertahan di Ducati.
Yamaha kemudian beralih ke Pramac, yang sudah menjadi tim satelit Ducati sejak 2004 dan bahkan sedang menikmati alokasi motor spek pabrikan terbaru dari Ducati. Campinoti sempat maju-mundur dalam mengambil keputusan, apalagi ia sudah lama setia pada Ducati dan bersahabat baik dengan General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna.
Tugas Masih Menumpuk

Namun, di sela Seri Assen, Belanda, akhir pekan lalu, Campinoti membulatkan tekad untuk pindah ke Yamaha. Kontrak tujuh musim pun diteken oleh kedua belah pihak. Lewat Sky Sport Italia pada Sabtu (29/6/2024), Jarvis mengaku senang atas kolaborasi ini. Namun, tugas masih menumpuk bagi mereka untuk diselesaikan.
"Secara alami, semua hal berjalan sangat baik saat ini. Kami sangat senang bisa menemukan kesepakatan baru ini dengan Pramac. Ini sangat penting, tetapi kami masih harus menemukan pembalap dan teknisi. Masih banyak hal yang harus dilakukan. Semoga semuanya berjalan sesuai rencana," ungkapnya.
Yamaha Datang pada Waktu yang Tepat

Di lain sisi, Jarvis mengakui bahwa menyakinkan Campinoti dan Pramac untuk bergabung ke Yamaha tidaklah mudah. Apalagi motor YZR-M1 saat ini sedang terpuruk. Alhasil, bisa dimaklumi bahwa meninggalkan Ducati yang menyediakan motor terbaik di MotoGP saat ini bisa jadi langkah yang berat bagi skuad Italia itu.
"Tentu saja sulit. Negosiasi kami berjalan sangat lama. Sebelum mengambil langkah ini, Paolo harus banyak-banyak berpikir. Situasinya rumit, tetapi saya rasa ini memang waktu yang tepat baginya untuk mencari hal lain. Kami pun datang pada saat yang tepat dengan proyek yang menarik," tutup Jarvis.
Sumber: Sky Sport Italia
Baca Juga:
- Tertarik Alonso Lopez, Yamaha Sebut MotoGP 2025 Belum Waktunya Gaet Rider Muda
- Pedro Acosta Sebut Jorge Martin Lebih Layak ke Ducati Lenovo Team, Lebih Baik dari Rider Ducati Lainnya
- Ducati Tanggapi Tuduhan Pramac Tak Lagi Peduli Rider Muda: Kami Punya Fermin Aldeguer!
- Alex Rins Cedera, Remy Gardner Balik ke MotoGP Jadi Penggantinya di Jerman
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 3 Maret 2026, 17:23
LATEST UPDATE
-
Prediksi Aston Villa vs Chelsea 5 Maret 2026
Liga Inggris 4 Maret 2026, 02:30
-
Prediksi Man City vs Nottm Forest 5 Maret 2026
Liga Inggris 4 Maret 2026, 02:30
-
Prediksi Brighton vs Arsenal 5 Maret 2026
Liga Inggris 4 Maret 2026, 02:30
-
Tempat Menonton Como vs Inter, Coppa Italia 4 Maret 2026
Liga Italia 3 Maret 2026, 23:30
LATEST EDITORIAL
-
Butuh Tembok Baru, 5 Bek Tengah Kidal yang Bisa Direkrut Barcelona
Editorial 2 Maret 2026, 15:19
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24















