Yamaha Tak Ideal, Fabio Quartararo Merasa Bukan Favorit Juara MotoGP 2022
Anindhya Danartikanya | 18 Mei 2022 10:55
Bola.net - Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, merasa bukan favorit juara dunia MotoGP 2022 akibat performa YZR-M1 yang tak ideal, seperti yang terbukti di Le Mans, Prancis, Minggu (15/5/2022). Quartararo pun menyebut bahwa Enea Bastianini lah yang saat ini menjadi kandidat juara dunia terkuat.
El Diablo tak menutupi rasa kecewanya usai sekadar finis keempat, yakni posisi yang sama dengan posisi startnya. Ia sempat melorot ke posisi kedelapan pada lap pertama, dan hanya naik posisi karena Marc Marquez melebar, disusul kecelakaan yang dialami Alex Rins, Joan Mir, dan Pecco Bagnaia.
Quartararo mengaku tak bisa menyalip satu rival pun dengan performa M1 yang jeblok di Le Mans, karena kecepatan puncaknya (top speed) dan akselerasinya sangat lemah. Kendala teknis ini tentu tak bisa diatasi dalam sekejap mata, sehingga Quartararo berfirasat bahwa misi mempertahankan gelar bakal sulit.
Enea Bastianini Sudah Menang 3 Kali

"Enea adalah satu-satunya orang yang sudah memenangkan balapan lebih dari sekali tahun ini, dan ia menang tiga kali. Jadi, ia adalah orangnya saat ini. Saya bukan favorit juara sejauh ini. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah menghindari kesalahan," ujar Quartararo kepada Crash.net.
"Jika saya bisa menghindari kesalahan, saya bisa ikut memperebutkan gelar dunia. Pasalnya, jika melihat ritme kami di Jerez, kami adalah yang tercepat bersama Pecco. Di sini, ritme saya juga tercepat, namun sekalinya melakukan kesalahan, Anda bakal tertinggal," lanjut pembalap berusia 23 tahun ini.
Dalam balapan ini, Quartararo pun kalah 0,106 detik saja dari Aleix Espargaro yang finis ketiga, sehingga ia gagal menyabet trofi di hadapan publiknya sendiri. Ia mengaku sudah mengerahkan segalanya pada lap penutup dan bahkan telah berkendara mencapai limit. Namun, usahanya tak membuahkan hasil.
Merasa Frustrasi

Quartararo tak memungkiri dirinya frustrasi karena merasa tak ada strategi yang lebih ideal untuk konsisten memperebutkan podium. "Jujur, entah apa yang bisa saya lakukan, karena saya mendorong diri saya menuju limit. Saya ada di limit di mana pun. Namun, saya tak bisa menyalip dan bahkan tak bisa mencoba," tuturnya.
"Ini hal yang paling bikin saya frustrasi: berada di lap terakhir dan mengerahkan 100%, namun meskipun saya berada 1 cm di belakang, rival akan berakselerasi di tikungan dan menjauh 0,1 detik. Inilah alasan mengapa saya bukan favorit juara tahun ini," pungkas Quartararo.
Saat ini, Quartararo masih ada di puncak klasemen pembalap dengan koleksi 102 poin. Namun, hasil balapnya di Le Mans kali ini membuat Espargaro mendekat hanya dengan ketertinggalan 4 poin. Bastianini ada di peringkat ketiga dengan ketertinggalan 8 poin saja.
Sumber: Crashnet
Baca Juga:
- Sulit Nyalip, Fabio Quartararo Sindir Yamaha: Saya Nggak Marah, Sudah Biasa
- Hasil Jeblok, Saingan Berat: Jorge Martin Tak Lagi Ngotot Bela Tim Pabrikan Ducati
- Qatar Renovasi Paddock, Takkan Jadi Seri Pembuka MotoGP 2023
- Pecco Bagnaia Jawab Sindiran Enea Bastianini: Wajar Saya Lebih Pilih Jack Miller
- Enea Bastianini Sindir Pecco Bagnaia Karena Lebih Pilih Jack Miller Jadi Rekan Setim
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


