Yamaha: Vinales Jarang Dengar Nasihat, Tidak Sabaran
Editor Bolanet | 9 Juli 2018 13:30
Seperti yang diketahui, Yamaha telah mengalami paceklik kemenangan selama setahun. Vinales terakhir kali menang di MotoGP Prancis 2017, sementara Valentino Rossi terakhir kali menapaki tangga podium terpuncak di Assen, Belanda pada tahun yang sama. Yamaha pun pusing tujuh keliling mencari solusi usai kedua ridernya terus-terusan mengeluh.
Kami punya banyak masalah sejak Assen tahun lalu, dan masalah ini muncul di berbagai area berbeda. Jadi sulit mengatasi semuanya dengan cepat. Masalah kami juga berbeda-beda di setiap balapan. Ini berat bagi kami. Motor kami tahun ini sudah baik, tapi dibanding rival lain, kami masih harus mengejar, ungkap Meregalli. (sw/dhy)
Vinales Tidak Sabaran

Pria asal Italia ini pun menyebut bahwa Vinales lah yang kerap memberikan lebih banyak keluhan soal M1 kepada para teknisi dan engineer Yamaha. Meregalli mengaku ingin Vinales lebih tenang dan berkepala dingin saat menanti perbaikan dari Yamaha.
Tak mudah mengendalikan situasi macam ini. Ia masih muda, tapi sudah punya keinginan besar untuk meraih kemenangan. Kadang ia tidak mendengarkan nasihat atau menunggu cukup waktu untuk mencapai dasar masalah. Ia harus tenang. Kami sangat menghormatinya, dan kami mencoba menunjukkan bagaimana seharusnya menghadapi situasi macam ini, ungkapnya.
Mulai Ada Peningkatan

Meregalli pun menyebut Vinales sempat lesu usai hanya finis kedelapan di Mugello, Italia, namun mulai mengalami peningkatan sejak Yamaha memintanya mengeluarkan seluruh potensi ban Michelin sejak Seri Catalunya, Spanyol. Alhasil, ia kembali menapaki tangga podium usai finis ketiga di Assen, Belanda dua pekan lalu.
Sejak Mugello, kami tahu Mack tidak cukup ngotot di lap pemanasan. Suhu ban turun begitu saja dan hal ini memengaruhi ban depan, jadi a tak bisa maksimal di lima lap pertama. Bannya tak bekerja dengan baik. Kami memintanya lebih ngotot agar bannya mencapai temperatur ideal dan ia merasakan peningkatan di Barcelona, ungkap Meregalli.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37

















