10 Kandidat Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Kane, Mbappe, hingga Haaland Berebut Takhta Gol

Aga Deta | 3 Juni 2026 15:01
10 Kandidat Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Kane, Mbappe, hingga Haaland Berebut Takhta Gol
Kapten Prancis, Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Islandia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup D di Parc des Princes stadium (c) AP Photo/Christophe Ena

Bola.net - Piala Dunia 2026 semakin dekat dan perhatian dunia mulai tertuju pada para penyerang terbaik yang siap unjuk ketajaman. Turnamen ini akan menjadi panggung terbesar bagi para kandidat Sepatu Emas.

Ajang ini digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan ekspektasi tinggi dari para penggemar. Setiap tim membawa striker andalan yang berpotensi menjadi pembeda.

Advertisement

Selain perebutan trofi juara, gelar individu juga menjadi sorotan utama. Salah satunya adalah penghargaan Sepatu Emas untuk pencetak gol terbanyak.

Sejumlah nama besar seperti Harry Kane dan Kylian Mbappe kembali masuk dalam daftar favorit. Namun persaingan kali ini jauh lebih terbuka dengan hadirnya banyak bintang muda.

Dari Haaland hingga Messi, daftar kandidat kali ini diisi kombinasi pengalaman dan generasi baru. Semua siap bersaing untuk mencatat sejarah di panggung terbesar sepak bola dunia.

1 dari 10 halaman

1. Folarin Balogun (Amerika Serikat)

1. Folarin Balogun (Amerika Serikat)

Pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, merayakan gol ke gawang Kanada pada final CONCACAF Nations League di Las Vegas, 18 Juni 2023. (c) AP Photo/John Locher

Folarin Balogun menjadi salah satu penyerang paling tajam yang dimiliki oleh Amerika Serikat menjelang turnamen besar. Meski peluangnya dinilai tidak besar, ia tetap dianggap sebagai salah satu kandidat potensial peraih Sepatu Emas.

Striker berusia 24 tahun itu tampil impresif bersama AS Monaco dengan torehan 19 gol pada musim terakhir. Sebanyak 12 gol di antaranya dicetak dalam 18 laga sejak awal tahun, menandakan peningkatan performa yang signifikan.

Di level internasional, Balogun juga menunjukkan kontribusi penting setelah memilih membela Amerika Serikat. Ia sudah mencatat sembilan gol dan empat assist dari 26 penampilan dan diharapkan bisa menambah catatan tersebut di turnamen mendatang.

2 dari 10 halaman

2. Luis Diaz (Kolombia)

2. Luis Diaz (Kolombia)

Selebrasi Luis Diaz dalam laga Kolombia vs Kosta Rika, Selasa (2/6/2026). (c) AP Photo/Fernando Vergara

Luis Diaz memasuki Piala Dunia bersama Kolombia setelah menjalani musim debut yang impresif di Jerman. Ia pindah dari Liverpool dan langsung tampil tajam bersama Bayern Munchen.

Di klub barunya, Diaz mencetak 26 gol dan menjadi bagian dari salah satu lini serang paling berbahaya di Eropa. Ia juga menunjukkan peran sentralnya sebagai pemain utama Kolombia di level internasional.

Dalam kualifikasi, ia mencuri perhatian lewat dua gol ke gawang Brasil yang membawa kemenangan bersejarah. Ia juga mencetak gol indah melawan Argentina dan akan memulai turnamen melawan Uzbekistan.

3 dari 10 halaman

3. Vinicius Junior (Brasil)

3. Vinicius Junior (Brasil)

Pemain Brasil, Vinicius Junior, saat menghadapi Kroasia dalam laga persahabatan internasional, Selasa (31/3/2026). (c) AP Photo/Kevin Kolczynski

Vinicius Junior kembali bekerja sama dengan mantan pelatihnya di Real Madrid, yaitu Carlo Ancelotti, di Brasil. Ancelotti diharapkan mampu mengeluarkan performa terbaik sang winger dalam seragam Selecao.

Meski catatan golnya di level internasional belum terlalu menonjol, Vinicius tetap menjadi salah satu senjata utama Brasil. Golnya ke gawang Panama menjadi gol kesembilannya dari 48 penampilan bersama timnas.

Vinicius juga datang ke Piala Dunia setelah kembali menemukan ketajamannya bersama Real Madrid. Brasil akan menghadapi Haiti, Skotlandia, dan Maroko di fase grup dalam upaya meraih gelar dunia keenam mereka.

4 dari 10 halaman

4. Julian Alvarez (Argentina)

4. Julian Alvarez (Argentina)

Pemain Atletico Madrid, Julian Alvarez, merayakan gol ketiga timnya dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Jose Breton

Julian Alvarez menjadi salah satu opsi utama di lini depan Argentina. Kehadiran Lionel Messi membuat persaingan di sektor serang sangat ketat, tetapi kemampuan bermain serbabisa Alvarez memberinya nilai tambah.

Musim bersama Atletico Madrid tidak berjalan sepenuhnya mulus bagi Alvarez. Meski produktivitas golnya menurun, kualitas dan kontribusinya dalam permainan tetap tidak diragukan.

Piala Dunia bisa menjadi panggung ideal baginya untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik. Pada edisi 2022, Alvarez mencetak empat gol dalam tujuh pertandingan dan hanya kalah produktif dari Messi serta Kylian Mbappe.

5 dari 10 halaman

5. Cristiano Ronaldo (Portugal)

5. Cristiano Ronaldo (Portugal)

Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo saat tampil melawan Hungaria di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup F, 15 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Armando Franca

Cristiano Ronaldo mungkin sudah menginjak usia 41 tahun, tetapi ia masih menjadi andalan utama bagi Portugal. Ketajamannya tetap terlihat dengan torehan lima gol dalam lima pertandingan kualifikasi.

Ronaldo sempat absen pada laga terakhir kualifikasi akibat hukuman larangan bermain. Namun, ia kini telah mendapat izin untuk tampil penuh di turnamen musim panas dan diharapkan memimpin Portugal menghadapi fase grup.

Portugal juga memiliki banyak pemain kreatif yang siap mendukung sang kapten di lini depan. Kehadiran Bruno Fernandes, Rafael Leao, Pedro Neto, Francisco Conceicao, Bernardo Silva, dan Joao Felix membuat Portugal memiliki salah satu lini serang paling berbahaya di turnamen.

6 dari 10 halaman

6. Lionel Messi (Argentina)

6. Lionel Messi (Argentina)

Pemain Argentina, Lionel Messi, mengontrol bola dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Paraguay, Kamis, 14 November 2024. (c) AP Photo/Jorge Saenz

Lionel Messi akan kembali memimpin Tim Nasional Argentina dalam upaya mempertahankan gelar Piala Dunia. Setelah membawa Argentina menjadi juara pada 2022, ia masih memiliki satu target pribadi yang belum pernah diraih, yakni Sepatu Emas Piala Dunia.

Turnamen kali ini kemungkinan menjadi penampilan terakhir Messi di panggung sepak bola dunia. Kapten Argentina itu akan merayakan ulang tahunnya yang ke-39 selama kompetisi berlangsung dan berpeluang menutup karier internasionalnya dengan catatan istimewa.

Meski usianya tidak lagi muda, Messi tetap menunjukkan kualitas luar biasa. Ia meraih Sepatu Emas MLS musim lalu dengan 35 gol dan juga menjadi pencetak gol terbanyak pada kualifikasi zona CONMEBOL dengan delapan gol, membuatnya tetap layak diperhitungkan dalam persaingan top skor turnamen.

7 dari 10 halaman

7. Mikel Oyarzabal (Spanyol)

7. Mikel Oyarzabal (Spanyol)

Mikel Oyarzabal merayakan gol pembuka dalam laga uji coba internasional antara Spanyol vs Serbia di Estadio de la Ceramica, 28 Maret 2026 (c) AP Photo/Alberto Saiz

Mikel Oyarzabal mungkin bukan nama pertama yang muncul dalam daftar kandidat Sepatu Emas. Namun, catatan gol penyerang Real Sociedad itu membuatnya sulit untuk diabaikan.

Pahlawan kemenangan Spanyol di final Euro 2024 tersebut sedang berada dalam performa tajam bersama tim nasional. Oyarzabal mencetak 11 gol dalam 11 penampilan terakhirnya untuk Spanyol, termasuk enam gol dalam enam pertandingan kualifikasi.

Musim lalu ia juga mencatat rekor pribadi terbaik dengan 15 gol di La Liga. Dengan status Spanyol sebagai salah satu favorit juara, ditambah perannya sebagai eksekutor penalti dan absennya Lamine Yamal pada awal turnamen akibat cedera, Oyarzabal berpeluang menjadi sumber gol utama La Roja.

8 dari 10 halaman

8. Erling Haaland (Norwegia)

8. Erling Haaland (Norwegia)

Selebrasi striker Timnas Norwegia, Erling Haaland (c) NFF Official

Erling Haaland tampil luar biasa selama babak kualifikasi dengan mencetak 16 gol dalam delapan pertandingan. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi di kualifikasi zona Eropa dan membantu Norwegia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

Striker Manchester City itu kini bersiap menjalani turnamen internasional besar pertamanya. Ia juga mendapat dukungan dari sejumlah pemain berkualitas seperti Martin Odegaard, Oscar Bobb, dan Antonio Nusa.

Rekor sempurna Norwegia di kualifikasi membuat mereka layak disebut sebagai salah satu kuda hitam turnamen. Namun, Haaland dan rekan-rekannya tetap menghadapi tantangan berat karena harus bertemu Prancis dan Senegal di fase grup setelah lebih dulu menghadapi Irak pada laga pembuka.

9 dari 10 halaman

9. Kylian Mbappe (Prancis)

9. Kylian Mbappe (Prancis)

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe saat laga melawan Valencia, 8 Februari 2026. (c) AP Photo/Francisco Macia

Kylian Mbappe sudah membuktikan kemampuannya di Piala Dunia dengan meraih Sepatu Emas pada edisi 2022 setelah mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan. Karena itu, tidak mengherankan jika bintang Real Madrid tersebut kembali menjadi salah satu favorit peraih penghargaan yang sama pada 2026.

Mbappe juga memiliki dukungan luar biasa di lini serang Prancis. Kehadiran Ousmane Dembele, Michael Olise, Rayan Cherki, dan Desire Doue memberi banyak opsi kreatif untuk menyuplai peluang kepadanya.

Sepanjang musim terakhir, Mbappe tampil sangat produktif dengan mencetak 42 gol dalam 44 pertandingan bersama Real Madrid. Meski sempat mengalami beberapa gangguan kebugaran, penyerang berusia 27 tahun itu dikenal selalu mampu menunjukkan performa terbaiknya di panggung Piala Dunia.

10 dari 10 halaman

10. Harry Kane (Inggris)

10. Harry Kane (Inggris)

Penyerang Timnas Inggris, Harry Kane usai laga melawan Jepang di Wembley, 1 April 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Harry Kane sudah pernah merasakan gelar Sepatu Emas Piala Dunia pada 2018 dan berpeluang mengulang pencapaian tersebut. Kapten Inggris itu juga tampil tajam sepanjang kualifikasi dengan mencetak delapan gol dalam delapan pertandingan.

Penyerang berusia 32 tahun tersebut datang ke turnamen dalam kondisi terbaik setelah menjalani musim luar biasa bersama Bayern Munchen. Kane mencetak 61 gol di semua kompetisi dan menutup musim dengan dua hattrick beruntun yang semakin menegaskan ketajamannya.

Kane akan menjadi tumpuan utama Inggris dalam upaya melangkah lebih jauh dibanding pencapaian perempat final pada edisi sebelumnya. Ia juga memiliki peluang besar menambah pundi-pundi gol sejak fase grup saat menghadapi Kroasia, Ghana, dan Panama.

LATEST UPDATE