10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Gia Yuda Pradana | 6 Juni 2026 23:03
Bola.net - Piala Dunia selalu menghadirkan kisah yang melampaui hasil pertandingan di lapangan. Turnamen empat tahunan ini berkali-kali melahirkan peristiwa yang mengubah sejarah sepak bola dunia.
Dari kontroversi politik hingga tragedi kemanusiaan, berbagai kejadian membentuk identitas kompetisi paling bergengsi tersebut. Banyak di antaranya masih dikenang puluhan tahun setelah peluit akhir berbunyi.
Menjelang Piala Dunia 2026, perjalanan masa lalu menjadi pengingat bahwa turnamen ini bukan hanya tentang trofi. Ada momen-momen besar yang meninggalkan jejak mendalam bagi pemain, negara, dan para penggemar.
Italia dan Bayang-bayang Fasisme di Prancis 1938
Piala Dunia 1938 berlangsung saat Eropa berada dalam ketegangan politik yang meningkat. Italia datang sebagai juara bertahan sekaligus representasi rezim fasis Benito Mussolini.
Kontroversi memuncak ketika para pemain Italia mengenakan seragam hitam dan memberi salam fasis di depan penonton. Meski mendapat reaksi keras, Italia tetap keluar sebagai juara setelah mengalahkan Hungaria 4-2 di final.
Maracanazo yang Membungkam Brasil pada 1950
Piala Dunia 1950 menghasilkan salah satu kejutan terbesar sepanjang masa. Brasil yang hanya membutuhkan hasil imbang justru kalah 1-2 dari Uruguay di Stadion Maracana.
Ratusan ribu pendukung tuan rumah terdiam setelah gol penentu Alcides Ghiggia. Kekalahan itu kemudian dikenal sebagai "Maracanazo" dan menjadi luka sejarah bagi sepak bola Brasil.
Kekalahan Telak El Salvador di Spanyol 1982
Piala Dunia 1982 mencatat kemenangan terbesar dalam sejarah turnamen. Hungaria menghancurkan El Salvador dengan skor 10-1.
Di tengah hasil menyakitkan tersebut, Luis Ramirez mencetak gol pertama El Salvador di ajang ini. Momen itu menjadi simbol perjuangan sebuah tim yang menghadapi berbagai kesulitan di luar lapangan.
Tangan Tuhan Maradona di Meksiko 1986
Perempat final Piala Dunia 1986 antara Argentina dan Inggris menghasilkan salah satu kontroversi paling terkenal. Diego Maradona mencetak gol menggunakan tangan yang tidak terlihat wasit.
Enam menit kemudian, Maradona membukukan gol luar biasa setelah melewati sejumlah pemain lawan. Dua gol itu mengantar Argentina menuju gelar juara dunia.
Tragedi Andres Escobar pada 1994
Piala Dunia 1994 menghadirkan kisah yang jauh melampaui sepak bola. Bek Kolombia Andres Escobar mencetak gol bunuh diri saat menghadapi Amerika Serikat.
Beberapa hari setelah pulang ke Medellin, Escobar tewas ditembak di luar sebuah bar. Peristiwa itu menjadi simbol kelam hubungan antara kekerasan sosial dan sepak bola pada era tersebut.
Tandukan Zidane di Final 2006
Piala Dunia 2006 menghadirkan akhir karier yang tak terlupakan bagi Zinedine Zidane. Kapten Prancis itu mencetak gol lewat penalti sebelum terlibat insiden dengan Marco Materazzi.
Zidane kemudian mendapat kartu merah akibat menanduk lawannya pada babak tambahan. Prancis akhirnya kalah dalam adu penalti dari Italia.
Gol Bersejarah Iniesta pada 2010
Piala Dunia 2010 menjadi puncak kejayaan generasi emas Spanyol. Tim asuhan Vicente del Bosque tampil konsisten dengan gaya tiki-taka yang khas.
Pada menit ke-116 final melawan Belanda, Andres Iniesta mencetak gol kemenangan. Gol tersebut memastikan gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah Spanyol.
Kekalahan Memalukan Brasil pada 2014
Piala Dunia 2014 menghadirkan malam yang sulit dilupakan oleh publik Brasil. Tim tuan rumah kalah telak 1-7 dari Jerman di semifinal.
Lima gol Jerman lahir hanya dalam rentang waktu singkat pada babak pertama. Kekalahan yang dikenal sebagai "Mineirazo" itu menjadi salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah turnamen.
Era VAR Dimulai di Rusia 2018
Piala Dunia 2018 menjadi tonggak penting dalam perkembangan teknologi sepak bola. Untuk pertama kalinya, Video Assistant Referee (VAR) digunakan secara luas dalam turnamen utama FIFA.
Teknologi tersebut membantu wasit meninjau berbagai keputusan krusial sepanjang kompetisi. Kehadirannya memunculkan perdebatan, tetapi juga meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.
Messi Menyempurnakan Kisah pada 2022
Piala Dunia 2022 di Qatar menghadirkan salah satu final terbaik sepanjang masa. Argentina dan Prancis bermain imbang 3-3 sebelum laga ditentukan melalui adu penalti.
Lionel Messi mencetak dua gol, sementara Kylian Mbappe membukukan hattrick. Kemenangan Argentina akhirnya melengkapi kisah Messi dengan trofi yang paling diidamkan dalam kariernya.
Piala Dunia terus menghadirkan cerita yang melampaui sepak bola itu sendiri. Sepuluh momen tersebut menjadi bukti bahwa sejarah turnamen terbesar di dunia dibentuk oleh drama, emosi, dan peristiwa yang dikenang lintas generasi.
Sumber: Euronews
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Belanda vs Uzbekistan 9 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:44
-
Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:23
-
Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:09
LATEST UPDATE
-
Target Manchester United Berikutnya: Sandro Tonali
Liga Inggris 7 Juni 2026, 04:16
-
Prediksi Prancis vs Irlandia Utara 9 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:54
-
Prediksi Belanda vs Uzbekistan 9 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:44
-
Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:23
-
Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:09
-
Hasil Portugal vs Chili: Selecao Menangkan Duel 10 Lawan 10!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 02:50
-
Prediksi Maroko vs Norwegia 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 02:30
-
Prediksi Kroasia vs Slovenia 8 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 01:59
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47




