2 Laga, 2 Hasil Imbang: Ada Apa dengan Belgia?

Asad Arifin | 22 Juni 2026 09:46
2 Laga, 2 Hasil Imbang: Ada Apa dengan Belgia?
Nathan Ngoy mendapat kartu merah dalam laga Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026). (c) AP Photo/Gregory Bull

Bola.net - Belgia datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu unggulan di Grup G. Namun, dua pertandingan awal justru menunjukkan gambaran berbeda dari ekspektasi besar yang mereka bawa.

Setan Merah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga pembuka. Hasil tersebut kemudian disusul dengan hasil lebih buruk saat ditahan Iran 0-0.

Advertisement

Dalam dua laga itu, Belgia gagal menunjukkan efektivitas di lini depan. Situasi ini membuat mereka kini berada dalam tekanan besar untuk laga penentuan.

Kondisi ini memperpanjang catatan kurang meyakinkan Belgia di turnamen besar. Sejak 2014, mereka hanya sekali mencapai semifinal dari enam ajang internasional.

1 dari 3 halaman

Awal Buruk Belgia di Grup G Piala Dunia 2026

Awal Buruk Belgia di Grup G Piala Dunia 2026

Para pemain Belgia berpose sebelum dimulainya pertandingan persahabatan internasional melawan Tunisia, Sabtu (6/6/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Omar Havana

Pertandingan pertama melawan Mesir menjadi alarm awal bagi Belgia. Meski mendominasi permainan, mereka hanya mampu membawa pulang satu poin. Belgia bermain imbang 1-1 lawan Mesir.

Masalah serupa kembali terlihat saat menghadapi Iran di Los Angeles. Pasukan pelatih Rudi Garcia yang lebih diunggulkan justru kesulitan menembus pertahanan lawan yang disiplin.

Hasil imbang 0-0 membuat Belgia mencatat dua pertandingan tanpa kemenangan. Situasi ini menempatkan mereka dalam posisi yang tidak ideal di klasemen Grup G.

Secara statistik, Belgia sebenarnya memiliki peluang yang cukup. Namun, kurangnya ketajaman di lini depan membuat semua itu tidak berbuah gol.

Romelu Lukaku menjadi salah satu sorotan dalam dua laga tersebut. Penyerang Napoli itu belum mampu menunjukkan performa terbaiknya di turnamen ini.

2 dari 3 halaman

Sisa Generasi Emas Belgia

Sisa Generasi Emas Belgia

Romelu Lukaku berandil membuat Mohamed Hany mencetak gol bunuh diri dalam laga Belgia vs Mesir di Grup G Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026). (c) AP Photo/Maddy Grassy

Kegagalan Belgia kembali memunculkan pembahasan tentang 'Generasi Emas' yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. Banyak pemain kunci kini berada di fase akhir karier mereka.

Kevin De Bruyne (34 tahun) dan Romelu Lukaku (33 tahun) menjadi simbol dari fase tersebut. Keduanya masih menjadi tumpuan, tetapi performa mereka mulai menurun.

"Ini adalah masalah terbesar bagi Belgia, dua pemain terbaik mereka, De Bruyne dan Lukaku, tidak dalam kondisi prima," kata mantan gelandang Prancis, Patrick Vieira, kepada BBC Sport.

Kurangnya tempo permainan dan koneksi antarlini membuat Belgia kesulitan membongkar pertahanan lawan. Situasi ini terlihat jelas saat menghadapi Iran.

Selain itu, kartu merah yang diterima Nathan Ngoy pada duel lawan Iran juga memperburuk kondisi tim. Belgia harus bermain dalam tekanan tambahan di laga krusial.

3 dari 3 halaman

Ancaman Tersingkir dan Laga Penentuan

Ancaman Tersingkir dan Laga Penentuan

Aksi Kevin De Bruyne dalam laga Belgia vs Iran di Grup G Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026). (c) AP Photo/Andre Penner

Dengan dua hasil imbang, Belgia kini berada di posisi rawan di Grup G. Mereka belum memastikan apa pun jelang laga terakhir fase grup.

Satu-satunya jalan untuk menjaga asa adalah kemenangan pada pertandingan berikutnya yakni lawan Selandia Baru. Selain itu, mereka juga harus bergantung pada hasil tim lain.

Tekanan besar kini berada di pundak para pemain senior. De Bruyne dan Lukaku diharapkan menjadi pembeda dalam situasi genting ini.

Namun, performa mereka sejauh ini belum menunjukkan tanda kebangkitan. Hal ini membuat publik Belgia mulai khawatir dengan peluang tim mereka.

Sumber: BBC Sport

LATEST UPDATE