3 Kali Beruntun Hanya jadi Penonton Piala Dunia, Italia Ada di Titik Terendah, Jangan Cari Alasan!
Afdholud Dzikry | 6 Juni 2026 07:58
Bola.net - Krisis yang terus membayangi sepak bola Italia kini mendapat sorotan dari salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional. Setelah kembali gagal tampil di Piala Dunia, Italia dinilai sedang menghadapi masa yang sangat sulit dan membutuhkan perubahan besar.
Timnas Italia disebut berada dalam salah satu periode terburuk dalam sejarahnya. Mantan kapten Gli Azzurri, Giorgio Chiellini, yang kini menjabat Direktur Strategi Sepak Bola Juventus, menyampaikan kritik sekaligus keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.
Menurut Chiellini, langkah nyata harus segera diambil untuk mengembalikan daya saing Italia di level internasional. Ia menilai seluruh elemen sepak bola nasional perlu menghadapi kenyataan dan berhenti mengabaikan masalah yang sudah terlalu lama berlangsung.
Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Festival della Serie A di Parma. Bagi Chiellini, pembenahan harus dimulai dari fondasi paling dasar, termasuk sistem pembinaan dan pengembangan pemain muda.
Luka Mendalam Chiellini

Kegagalan lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun menjadi pukulan yang sangat berat bagi sepak bola Italia. Situasi ini bukan sekadar catatan buruk, tetapi luka yang masih terasa bagi banyak pihak yang pernah terlibat langsung di dalamnya.
Chiellini termasuk salah satu sosok yang merasakan dampaknya secara pribadi. Ia mengalami dua kegagalan pertama sebagai pemain dan mengaku kenangan pahit itu masih membekas hingga sekarang.
Menurutnya, kondisi saat ini menuntut evaluasi menyeluruh agar Italia bisa menemukan kembali identitas permainan yang perlahan memudar. Meski begitu, ia tetap melihat ada beberapa hal positif yang bisa dijadikan fondasi untuk bangkit.
"Kita tidak bisa berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa. Gagal tampil di tiga Piala Dunia berturut-turut adalah sesuatu yang sangat sulit diterima," ujar Giorgio Chiellini.
"Dua kegagalan pertama saya alami sendiri dan luka itu masih saya rasakan sampai sekarang. Kami perlu melakukan refleksi mendalam untuk menemukan kembali identitas yang perlahan hilang, meski tidak semua hal harus dipandang negatif," lanjutnya.
Pentingnya Komitmen dan Proyek Bersama Federasi

Chiellini menilai proses pemulihan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Semua elemen, mulai dari federasi, klub, hingga pengelola kompetisi, harus bergerak dalam arah yang sama.
Ia menekankan pentingnya visi bersama dalam membangun kembali sepak bola Italia. Tanpa perubahan yang nyata dan terukur, kondisi yang ada saat ini berisiko terus berlanjut.
Mantan bek Juventus itu juga mengingatkan bahwa masa sulit ini harus dijadikan momentum untuk melakukan reformasi. Menurutnya, tanggung jawab memperbaiki keadaan ada di tangan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami sudah berada di titik terendah dan kami berharap tidak perlu jatuh lebih jauh lagi," kata Giorgio Chiellini.
"Sekarang kami membutuhkan proyek bersama yang dibangun oleh semua elemen sepak bola Italia. Tugas kami adalah memulai langkah yang serius dan nyata untuk mengubah keadaan, tanpa mencari alasan dan tanpa menyembunyikan masalah."," tambahnya.
Potensi Cerah di Level Usai Muda

Di tengah situasi yang suram, Chiellini masih melihat alasan untuk tetap optimistis. Harapan itu datang dari perkembangan tim-tim kelompok usia muda Italia.
Keberhasilan Timnas Italia U-17 melaju hingga final Euro U-17 menunjukkan bahwa negara itu masih memiliki banyak pemain berbakat. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa jalur pembinaan tetap mampu menghasilkan talenta berkualitas.
Namun, menurut Chiellini, bakat saja tidak cukup. Para pemain muda membutuhkan pendampingan dan sistem pengembangan yang lebih baik agar mampu berkembang hingga level senior.
Karena itu, ia menilai investasi jangka panjang pada pembinaan harus menjadi prioritas utama. Jika dikelola dengan benar, fondasi yang sudah ada dapat menjadi titik awal kebangkitan sepak bola Italia.
"Ini membuktikan bahwa talenta itu ada," ujarnya.
"Para pemain muda tersedia, tetapi mereka perlu didampingi dan dikembangkan dengan lebih baik. Masih ada yang perlu diperbaiki, tetapi dasar untuk bekerja sudah ada."," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Genoa vs Juventus 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 12:17
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
LATEST UPDATE
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
