5 Catatan dari Kekalahan Bayern Munchen: Logika Aneh Kompany Hingga Buruknya Finishing Sane
Editor Bolanet | 25 Juni 2025 09:22
Bola.net - Sebuah hasil yang mengejutkan datang dari ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Raksasa Jerman, Bayern Munchen, harus mengakui keunggulan wakil Portugal, SL Benfica, dengan skor tipis 1-0.
Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena ini adalah kali pertama dalam sejarah Die Rekordmeister takluk di tangan Benfica. Hasil ini juga memaksa mereka harus puas finis sebagai runner-up Grup C.
Akibatnya, tim asuhan Vincent Kompany kini harus bersiap menghadapi lawan yang sangat berat. Mereka akan menantang raksasa Brasil, Flamengo, di babak perempat final pada 29 Juni mendatang.
Di balik performa yang kurang meyakinkan tersebut, ada beberapa catatan penting yang menjadi sorotan utama. Mulai dari keputusan aneh sang pelatih hingga buruknya penyelesaian akhir salah satu pemain bintang mereka.
Lantas, apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab dari kekalahan perdana Bayern Munchen di turnamen ini? Mari kita bedah bersama lima catatan penting dari pertandingan tersebut.
Logika Aneh Vincent Kompany

Keputusan pelatih Vincent Kompany dalam memilih susunan pemain menjadi sorotan utama yang paling tajam. Ia secara mengejutkan melakukan rotasi besar-besaran di laga yang paling sulit di fase grup.
Ia memilih untuk mengistirahatkan tujuh pemain intinya saat berhadapan dengan Benfica. Padahal, laga ini sangat krusial untuk bisa menentukan status sebagai juara grup.
Logikanya terasa sangat aneh karena ia justru menurunkan tim terkuatnya saat membantai tim semi-profesional, Auckland City, di laga pertama. Seharusnya, rotasi besar-besaran dilakukan di laga yang lebih mudah tersebut, bukan sebaliknya.
Taktik yang sulit dipahami ini pada akhirnya harus dibayar mahal. Bayern pun harus rela kehilangan posisi puncak klasemen.
Rotasi yang Terlihat Jelas Dampaknya

Keputusan rotasi yang diambil oleh Kompany terbukti memberikan dampak yang sangat negatif di atas lapangan. Permainan Bayern Munchen di sepanjang babak pertama benar-benar jauh dari kata memuaskan.
Mereka tampil dengan sangat statis, lambat, dan tanpa inspirasi sama sekali. Alur serangan mereka sangat mudah untuk dipatahkan oleh pertahanan Benfica yang tampil disiplin.
Masuknya para pemain inti seperti Harry Kane, Joshua Kimmich, dan Michael Olise di babak kedua memang memberikan dampak instan. Permainan Bayern menjadi jauh lebih hidup dan berbahaya.
Namun, perubahan tersebut sudah terlambat. Waktu yang tersisa tidak cukup bagi mereka untuk bisa menyamakan kedudukan dan membalikkan keadaan.
'Kalah' Melawan Cuaca Panas

Di luar faktor taktik dan rotasi, kondisi cuaca juga menjadi musuh besar bagi para pemain Bayern Munchen. Cuaca panas yang ekstrem menjadi tantangan fisik yang sangat berat untuk dihadapi.
Suhu udara yang dilaporkan mencapai 36 derajat Celcius membuat ritme permainan menjadi sangat lambat. Kondisi ini jelas lebih menguntungkan Benfica yang bisa bermain lebih sabar dan efisien.
Tim asal Portugal itu bisa dengan cerdas menghemat energi mereka. Mereka memilih momen yang tepat untuk melancarkan serangan balik cepat yang mematikan.
Pada akhirnya, cuaca panas yang menyengat ini juga turut menurunkan kualitas permainan secara keseluruhan. Para pemain dari kedua tim terlihat sangat terkuras staminanya.
Ironi Piala Dunia Antarklub

Kekalahan ini juga kembali memunculkan sebuah pertanyaan fundamental mengenai urgensi dari turnamen Piala Dunia Antarklub itu sendiri. Apakah turnamen ini benar-benar sepadan dengan semua risiko yang ada?
Setelah menjalani musim 2024/2025 yang sangat panjang, melelahkan, dan diwarnai banyak cedera, para pemain seharusnya mendapatkan waktu istirahat. Bukan justru kembali berlaga di sebuah turnamen dengan kondisi yang tidak ideal.
Para pemain harus berlari di bawah terik matahari di stadion yang setengah kosong. Sebuah pemandangan yang kontras dengan gemerlapnya kompetisi elite Eropa.
Ironisnya, meskipun para pemain terlihat sangat kelelahan, pihak klub mungkin akan tetap merasa senang. Uang yang dihasilkan dari turnamen ini bisa membantu menutupi potensi kerugian finansial klub.
Penyelesaian Akhir Leroy Sane yang 'Ampun Deh'

Salah satu pemain yang menjadi sorotan utama akibat penampilan buruknya di laga ini adalah Leroy Sane. Performanya di depan gawang benar-benar dingin dan tidak efektif sama sekali.
Ia tercatat membuang sia-sia tiga peluang emas yang seharusnya bisa dengan mudah dikonversi menjadi gol. Dua di antaranya bahkan terjadi dalam situasi satu lawan satu dengan kiper lawan.
Penyelesaian akhirnya yang sangat buruk membuat para penggemar harus gigit jari. Penampilannya ini seolah mengisyaratkan bahwa fokusnya mungkin sudah tidak lagi sepenuhnya bersama Bayern Munchen.
Bahkan ada yang berspekulasi bahwa pikirannya sudah tertuju pada klub peminatnya, Galatasaray. Yang pasti, inkonsistensinya ini menjadi salah satu biang kerok utama kekalahan tim.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
VR46 Riders Academy Kembali Jalani Latihan di Mandalika Jelang Tes Pramusim MotoGP 2026
Otomotif 22 Januari 2026, 18:00
-
Rapor Awal Liam Rosenior di Chelsea: 3 Kemenangan dari 4 Laga, Cetak 10 Gol
Liga Champions 22 Januari 2026, 17:48
-
Waduh! Jorge Martin Terancam Absen Lagi dari Tes Pramusim MotoGP Sepang 2026
Otomotif 22 Januari 2026, 16:53
LATEST UPDATE
-
Kebiasaan Nyentrik Hugo Ekitike: Hobi Gonta-ganti Gaya Rambut di Liverpool
Liga Champions 23 Januari 2026, 04:59
-
Juventus Memang Sempat Kesulitan Menghadapi Benfica
Liga Champions 23 Januari 2026, 03:29
-
AC Milan Cari Pesaing Saelemaekers, Nama Eks Bek Arsenal Ini Muncul ke Permukaan
Liga Italia 23 Januari 2026, 02:59
-
Gagal Gaet Marc Guehi, Liverpool Alihkan Target ke Bek Cepat Milik Tottenham
Liga Inggris 23 Januari 2026, 02:00
-
Selamanya Setan Merah! Casemiro Ucap Salam Perpisahan untuk Man United
Liga Inggris 23 Januari 2026, 01:05
-
Juventus di Hati Kenan Yildiz, Ikatan Kuat dengan Pelatih dan Suporter
Liga Italia 23 Januari 2026, 01:00
-
Tchau! Manchester United Resmi Umumkan Casemiro Akan Hengkang dari Old Trafford
Liga Inggris 23 Januari 2026, 00:38
-
Direktur Juventus Mendarat di Istanbul untuk Negosiasi Transfer Striker Fenerbahce
Liga Italia 23 Januari 2026, 00:36
-
2 Kunci PSIM Bersaing di Papan Atas BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 22 Januari 2026, 20:36
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







