
Bola.net - Liga Champions menghadirkan duel akbar saat PSG memastikan tiket ke final usai menahan Bayern Munchen 1-1 di Allianz Arena. Hasil itu membuat PSG unggul agregat 6-5 dan membuka peluang mempertahankan gelar.
PSG datang dengan modal kemenangan 5-4 dari leg pertama di Paris. Tim asuhan Luis Enrique langsung memperlebar keunggulan melalui gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga.
Gol tersebut membuat Bayern kehilangan ritme permainan sejak awal laga. Atmosfer Allianz Arena yang sempat bergemuruh mendadak sunyi setelah PSG tampil sangat efektif.
Bayern sebenarnya terus mencoba menekan sepanjang pertandingan. Namun, lini depan tuan rumah gagal menghadirkan kreativitas dan penyelesaian akhir yang konsisten.
Harry Kane sempat mencetak gol pada masa injury time untuk menjaga harapan Bayern. Akan tetapi, waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk membalikkan keadaan di semifinal Liga Champions ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Pergantian Bek Bayern Jadi Titik Lemah

Vincent Kompany membuat keputusan besar dengan mencadangkan Alphonso Davies sejak menit awal. Josip Stanisic dipasang di sisi kiri pertahanan, sedangkan Konrad Laimer mengisi posisi bek kanan.
Keputusan itu langsung membawa dampak buruk bagi Bayern. Laimer kesulitan menghadapi Khvicha Kvaratskhelia yang tampil agresif sejak awal pertandingan.
Fabian Ruiz berhasil mengirim umpan ke ruang kosong yang ditinggalkan Laimer. Kvaratskhelia kemudian mengirim bola matang kepada Dembele yang menuntaskannya dengan sepakan keras.
Dayot Upamecano juga gagal mengantisipasi kecepatan winger asal Georgia tersebut. PSG akhirnya mampu mengendalikan permainan setelah unggul cepat di laga Liga Champions ini.
Davies baru masuk pada babak kedua dan langsung memberi pengaruh besar. Ia mencatat assist untuk gol Kane serta beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Kvaratskhelia Cetak Rekor Liga Champions

Khvicha Kvaratskhelia kembali tampil luar biasa bersama PSG musim ini. Ia mencatat assist untuk gol Dembele dan masuk buku sejarah Liga Champions.
Pemain asal Georgia itu menjadi sosok pertama yang terlibat dalam gol pada tujuh laga fase gugur Liga Champions secara beruntun. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensinya di level tertinggi Eropa.
Sejak fase playoff melawan AS Monaco, Kvaratskhelia terus memberi kontribusi penting. Ia sudah membukukan tujuh gol dan tiga assist sepanjang fase gugur musim ini.
Bayern tidak memiliki jawaban untuk menghentikan pergerakannya di kedua leg semifinal. Laimer, Upamecano, hingga Stanisic berkali-kali kehilangan duel menghadapi winger berusia 25 tahun itu.
Trio Bayern Kehilangan Ketajaman di Waktu yang Salah

Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz sebelumnya tampil sangat produktif musim ini. Ketiganya mencetak lebih dari 100 gol secara kolektif dalam satu musim kompetisi.
Namun, performa mereka menurun drastis pada leg kedua semifinal Liga Champions. PSG berhasil membatasi ruang gerak lini depan Bayern sepanjang pertandingan.
Olise beberapa kali mampu melewati Nuno Mendes di sisi kanan serangan. Meski demikian, keputusan akhirnya tidak maksimal dan tembakannya mudah diamankan Matvei Safonov.
Luis Diaz juga gagal memberi ancaman berarti kepada pertahanan PSG. Sementara itu, Kane baru mencetak gol ketika laga memasuki masa tambahan waktu.
Willian Pacho tampil sangat dominan di jantung pertahanan PSG. Bek tengah asal Ekuador itu sukses memutus banyak aliran serangan Bayern sepanjang laga.
PSG Dekati Sejarah Baru Eropa

PSG kini tinggal selangkah lagi mencatat sejarah besar di Liga Champions. Klub asal Prancis itu berpeluang menjadi tim kedua pada era modern yang mampu menjuarai kompetisi ini dua musim beruntun.
Sebelumnya, pencapaian tersebut hanya mampu dilakukan oleh Real Madrid pada pertengahan 2010-an. Luis Enrique perlahan mengubah PSG menjadi kekuatan dominan di Eropa.
Dalam beberapa tahun terakhir, PSG kerap gagal setelah mengeluarkan dana besar demi meraih trofi Eropa. Kini, proyek Enrique mulai memperlihatkan hasil nyata dengan penampilan yang lebih matang dan kolektif.
PSG akan menghadapi Arsenal pada partai final akhir bulan nanti di Budapest. Dengan performa saat ini, wakil Prancis tersebut layak difavoritkan untuk kembali menjuarai Liga Champions.
Sumber: Sports Illustrated
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 7 Mei 2026 14:32 -
Liga Champions 7 Mei 2026 14:27 -
Liga Champions 7 Mei 2026 14:19 -
Liga Champions 7 Mei 2026 14:18 -
Bola Indonesia 7 Mei 2026 13:55 -
Bola Indonesia 7 Mei 2026 13:48
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 7 Tim yang Mampu Comeback Usai Kalah di Leg Pertam...
- 5 Calon Klub Baru Andy Robertson Setelah Tinggalka...
- Jangan Panik! 5 Alasan Arsenal Masih Punya Harapan...
- Gratis tapi Berkelas, 15 Bintang Top yang Bisa Dir...
- 6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
- Peta Kekuatan Semifinal Liga Champions: PSG Terdep...
- 9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid da...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5585694/original/080296400_1778138591-WhatsApp_Image_2026-05-07_at_14.16.41.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5585332/original/093063200_1778138107-1000405981.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5585044/original/056603700_1778137572-unnamed__69_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4391028/original/021777800_1681211946-Thumbnail_Liputan6.com-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5583759/original/087651200_1778135466-4528c53a-8e27-41b6-82f1-d398090d6eaa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5582965/original/003301100_1778133542-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_18.06.28__1_.jpeg)

