4 Catatan Menarik dari Kesuksesan PSG Singkirkan Bayern dan Lolos ke Final Liga Champions

4 Catatan Menarik dari Kesuksesan PSG Singkirkan Bayern dan Lolos ke Final Liga Champions
Pemain PSG Ousmane Dembele merayakan gol pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern vs PSG di Munchen, Jerman, Rabu, 6 Mei 2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Liga Champions menghadirkan duel akbar saat PSG memastikan tiket ke final usai menahan Bayern Munchen 1-1 di Allianz Arena. Hasil itu membuat PSG unggul agregat 6-5 dan membuka peluang mempertahankan gelar.

PSG datang dengan modal kemenangan 5-4 dari leg pertama di Paris. Tim asuhan Luis Enrique langsung memperlebar keunggulan melalui gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga.

Gol tersebut membuat Bayern kehilangan ritme permainan sejak awal laga. Atmosfer Allianz Arena yang sempat bergemuruh mendadak sunyi setelah PSG tampil sangat efektif.

Bayern sebenarnya terus mencoba menekan sepanjang pertandingan. Namun, lini depan tuan rumah gagal menghadirkan kreativitas dan penyelesaian akhir yang konsisten.

Harry Kane sempat mencetak gol pada masa injury time untuk menjaga harapan Bayern. Akan tetapi, waktu yang tersisa terlalu sedikit untuk membalikkan keadaan di semifinal Liga Champions ini.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Pergantian Bek Bayern Jadi Titik Lemah

Pergantian Bek Bayern Jadi Titik Lemah

Pemain PSG Ousmane Dembele (latar belakang kiri) membobol gawang Manuel Neuer pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern vs PSG, Rabu, 6 Mei 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Vincent Kompany membuat keputusan besar dengan mencadangkan Alphonso Davies sejak menit awal. Josip Stanisic dipasang di sisi kiri pertahanan, sedangkan Konrad Laimer mengisi posisi bek kanan.

Keputusan itu langsung membawa dampak buruk bagi Bayern. Laimer kesulitan menghadapi Khvicha Kvaratskhelia yang tampil agresif sejak awal pertandingan.

Fabian Ruiz berhasil mengirim umpan ke ruang kosong yang ditinggalkan Laimer. Kvaratskhelia kemudian mengirim bola matang kepada Dembele yang menuntaskannya dengan sepakan keras.

Dayot Upamecano juga gagal mengantisipasi kecepatan winger asal Georgia tersebut. PSG akhirnya mampu mengendalikan permainan setelah unggul cepat di laga Liga Champions ini.

Davies baru masuk pada babak kedua dan langsung memberi pengaruh besar. Ia mencatat assist untuk gol Kane serta beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.

Kvaratskhelia Cetak Rekor Liga Champions

Kvaratskhelia Cetak Rekor Liga Champions

Pemain Bayern Munchen Dayot Upamecano mencoba menghentikan pemain PSG Khvicha Kvaratskhelia (kiri) pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern vs PSG, 6 Mei 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Khvicha Kvaratskhelia kembali tampil luar biasa bersama PSG musim ini. Ia mencatat assist untuk gol Dembele dan masuk buku sejarah Liga Champions.

Pemain asal Georgia itu menjadi sosok pertama yang terlibat dalam gol pada tujuh laga fase gugur Liga Champions secara beruntun. Catatan tersebut memperlihatkan konsistensinya di level tertinggi Eropa.

Sejak fase playoff melawan AS Monaco, Kvaratskhelia terus memberi kontribusi penting. Ia sudah membukukan tujuh gol dan tiga assist sepanjang fase gugur musim ini.

Bayern tidak memiliki jawaban untuk menghentikan pergerakannya di kedua leg semifinal. Laimer, Upamecano, hingga Stanisic berkali-kali kehilangan duel menghadapi winger berusia 25 tahun itu.

Trio Bayern Kehilangan Ketajaman di Waktu yang Salah

Trio Bayern Kehilangan Ketajaman di Waktu yang Salah

Ekspresi kesedihan Harry Kane usai laga Bayern Munchen vs PSG di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Kamis (7/5/2026). (c) AP Photo/Matthias Schrader

Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz sebelumnya tampil sangat produktif musim ini. Ketiganya mencetak lebih dari 100 gol secara kolektif dalam satu musim kompetisi.

Namun, performa mereka menurun drastis pada leg kedua semifinal Liga Champions. PSG berhasil membatasi ruang gerak lini depan Bayern sepanjang pertandingan.

Olise beberapa kali mampu melewati Nuno Mendes di sisi kanan serangan. Meski demikian, keputusan akhirnya tidak maksimal dan tembakannya mudah diamankan Matvei Safonov.

Luis Diaz juga gagal memberi ancaman berarti kepada pertahanan PSG. Sementara itu, Kane baru mencetak gol ketika laga memasuki masa tambahan waktu.

Willian Pacho tampil sangat dominan di jantung pertahanan PSG. Bek tengah asal Ekuador itu sukses memutus banyak aliran serangan Bayern sepanjang laga.

PSG Dekati Sejarah Baru Eropa

PSG Dekati Sejarah Baru Eropa

Skuad PSG merayakan kelolosan mereka ke final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

PSG kini tinggal selangkah lagi mencatat sejarah besar di Liga Champions. Klub asal Prancis itu berpeluang menjadi tim kedua pada era modern yang mampu menjuarai kompetisi ini dua musim beruntun.

Sebelumnya, pencapaian tersebut hanya mampu dilakukan oleh Real Madrid pada pertengahan 2010-an. Luis Enrique perlahan mengubah PSG menjadi kekuatan dominan di Eropa.

Dalam beberapa tahun terakhir, PSG kerap gagal setelah mengeluarkan dana besar demi meraih trofi Eropa. Kini, proyek Enrique mulai memperlihatkan hasil nyata dengan penampilan yang lebih matang dan kolektif.

PSG akan menghadapi Arsenal pada partai final akhir bulan nanti di Budapest. Dengan performa saat ini, wakil Prancis tersebut layak difavoritkan untuk kembali menjuarai Liga Champions.

Sumber: Sports Illustrated