Anomali Baru di Piala Dunia 2026: Finis Peringkat Tiga Justru Bisa Lebih Menguntungkan?
Richard Andreas | 24 Juni 2026 08:00
Bola.net - Fase grup Piala Dunia 2026 memang belum sepenuhnya selesai. Namun, peta babak gugur mulai terlihat dan sejumlah tim kini sudah bisa menghitung kemungkinan lawan yang akan mereka hadapi di fase berikutnya.
Format baru yang melibatkan 48 peserta menghadirkan dinamika berbeda. Selain juara dan runner-up grup, delapan tim peringkat tiga terbaik juga akan melaju ke babak 32 besar.
Menariknya, dalam beberapa situasi tertentu, finis sebagai peringkat tiga justru berpotensi memberikan jalur yang lebih menguntungkan dibanding menjadi runner-up grup.
Format Baru Menciptakan Jalur Babak Gugur yang Berbeda

Piala Dunia 2026 menggunakan format 12 grup. Juara dan runner-up dari setiap grup otomatis lolos ke fase gugur, sementara delapan tim peringkat tiga terbaik melengkapi daftar peserta babak 32 besar.
Konsekuensinya, bagan pertandingan menjadi lebih kompleks dibanding edisi-edisi sebelumnya. Tidak semua juara grup akan menghadapi tim peringkat tiga. Sebagian harus berhadapan dengan runner-up grup lain.
Beberapa pasangan grup bahkan sudah terkunci dalam bagan turnamen. Grup C, yang dihuni Brasil dan Maroko, dipasangkan dengan Grup F yang saat ini dipimpin Belanda dan Jepang. Sementara itu, Grup H dipasangkan dengan Grup J.
Situasi ini membuat hasil akhir klasemen tidak hanya menentukan lolos atau tidaknya sebuah tim, tetapi juga menentukan jalur yang akan mereka tempuh menuju fase-fase berikutnya.
Spanyol dan Argentina Menjadi Lawan yang Ingin Dihindari

Di Grup H, Spanyol berada di posisi ideal untuk finis sebagai juara grup. Mereka akan memastikan status tersebut apabila mampu mengalahkan Uruguay pada laga terakhir.
Sementara itu, Argentina sudah lebih dulu mengunci posisi puncak Grup J. Sang juara bertahan dipastikan akan menghadapi runner-up Grup H di babak 32 besar.
Di Grup J sendiri, Austria dan Aljazair masih bersaing memperebutkan posisi kedua. Kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin, tetapi Austria unggul selisih gol.
Austria hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan posisi runner-up. Sebaliknya, Aljazair wajib menang jika ingin finis di peringkat kedua dan mendampingi Argentina ke fase gugur.
Masalahnya, posisi runner-up berpotensi membawa mereka berhadapan dengan Spanyol, salah satu kandidat kuat juara turnamen sekaligus kampiun Eropa saat ini.
Finis Ketiga Bisa Membuka Jalur yang Lebih Bersahabat

Di sinilah muncul dilema yang menarik. Jika Austria atau Aljazair finis ketiga tetapi tetap masuk dalam delapan peringkat tiga terbaik, jalur mereka bisa berubah secara signifikan.
Alih-alih berpotensi menghadapi Spanyol, mereka dapat dipertemukan dengan Amerika Serikat, juara Grup B, juara Grup G, juara Grup K, atau juara Grup L.
Memang beberapa kandidat juara grup tersebut tetap merupakan lawan berat. Inggris dan Portugal termasuk favorit juara, sedangkan Amerika Serikat tampil impresif sepanjang fase grup.
Namun, banyak pihak menilai bahwa peluang menghadapi salah satu dari tim-tim tersebut masih lebih menguntungkan dibanding harus langsung berjumpa Spanyol pada fase awal babak gugur.
Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam turnamen internasional. Namun keberadaan tim peringkat tiga di fase gugur menambah unsur keberuntungan dalam proses pembentukan bagan pertandingan.
Bagaimana Cara Menentukan Delapan Peringkat Tiga Terbaik?
Delapan tim peringkat tiga terbaik akan ditentukan berdasarkan jumlah poin yang diperoleh selama fase grup.
Apabila terdapat tim dengan poin yang sama, penentuan dilakukan melalui selisih gol. Jika masih identik, jumlah gol yang dicetak menjadi faktor berikutnya.
Bila seluruh kriteria tersebut tetap menghasilkan nilai yang sama, FIFA akan menggunakan catatan fair play sebagai penentu.
Kartu kuning bernilai satu poin, kartu merah tidak langsung akibat dua kartu kuning bernilai tiga poin, kartu merah langsung bernilai empat poin, sedangkan kombinasi kartu kuning dan kartu merah langsung bernilai lima poin.
Tim dengan jumlah poin disiplin paling rendah akan memiliki peringkat fair play yang lebih baik. Jika seluruh kriteria masih sama, peringkat FIFA menjadi penentu terakhir.
Sementara itu, seluruh tim yang finis di posisi keempat grup dipastikan langsung tersingkir dari turnamen.
Tim yang Sudah Memastikan Nasibnya
Sejumlah tim sudah memastikan diri menjadi juara grup. Meksiko, Amerika Serikat, Argentina, dan Jerman telah mengunci posisi puncak klasemen masing-masing.
Di Grup I, Norwegia dan Prancis juga sudah memastikan tiket ke babak 32 besar. Kedua tim masih akan bertemu untuk menentukan siapa yang finis sebagai juara grup.
Sebaliknya, Haiti, Turki, Tunisia, dan Yordania dipastikan menutup fase grup di posisi juru kunci.
Keempat negara tersebut tidak memiliki peluang untuk melaju ke babak gugur dan akan mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 setelah fase grup berakhir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
FIFA Pecat COO Kevin Lamour Usai Menentang Gianni Infantino
Piala Dunia 18 Agustus 2026, 09:27
-
Cristiano Ronaldo Ungkap Rencana Pensiun: Ini Mungkin Tahun Terakhir Saya
Bola Dunia Lainnya 17 Agustus 2026, 07:19
-
Skandal Layanan 'Pijat' untuk Wasit Asing Guncang Federasi Sepak Bola Korea Selatan
Asia 12 Agustus 2026, 23:23
-
Donald Trump Bela Gianni Infantino: Singgung Kesuksesan Piala Dunia 2026
Piala Dunia 11 Agustus 2026, 15:40
LATEST UPDATE
-
Estevao Willian Bicara soal Minim Menit Bermain di Chelsea Era Xabi Alonso
Liga Inggris 22 September 2026, 21:10
-
Raphinha Segera Tunjuk Agen Baru, Tugas Pertamanya Negosiasi Kontrak Baru dengan Barcelona
Liga Spanyol 22 September 2026, 20:48
-
Lamine Yamal Ukir Rekor Baru Barcelona usai Start Gemilang Musim 2026/27
Liga Spanyol 22 September 2026, 20:35
-
Federico Valverde Cedera Pergelangan Kaki, Absen Dua Pekan
Liga Spanyol 22 September 2026, 20:00
-
Benjamin Sesko Angkat Bicara soal Cedera, Fokus Pulih di Manchester United
Liga Inggris 22 September 2026, 19:25
-
Terungkap, Ruang Ganti Real Madrid Sempat Yakin Vinicius Junior Bakal Gabung Arsenal
Liga Spanyol 22 September 2026, 19:24
-
Belum Kunjung Dapat Kontrak Baru di Liverpool, Alexis Mac Allister Cuma Bisa Pasrah!
Liga Inggris 22 September 2026, 17:30
-
Marcus Rashford Dinilai Ganggu Lini Depan MU, Ini Solusinya
Liga Inggris 22 September 2026, 17:30
-
Jadi Kasus Hukum di Swiss, Granit Xhaka Mengaku Pakai Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu
Liga Inggris 22 September 2026, 17:28
-
FIFA ASEAN Cup 2026: Ajang Pembuktian Timnas Singapura!
Tim Nasional 22 September 2026, 17:04
-
Francesco Totti Ungkap 2 Klub Serie A yang Ingin Merekrutnya Usai Pensiun
Liga Italia 22 September 2026, 16:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




