Bagaimana Spanyol Akan Meredam Lionel Messi?
Gia Yuda Pradana | 19 Juli 2026 21:13
Bola.net - Lionel Messi menjadi pusat perhatian menjelang final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina. Di usia 39 tahun, kapten La Albiceleste itu masih menjadi ancaman terbesar bagi siapa pun yang ingin menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
Spanyol memang berstatus favorit berkat penampilan yang konsisten sepanjang turnamen. Namun, pelatih Luis de la Fuente memahami bahwa satu momen dari Messi bisa mengubah arah pertandingan dalam hitungan detik.
Delapan gol dan empat assist yang dicatat Messi hingga final menjadi bukti pengaruhnya belum memudar. Sebagian besar kontribusi tersebut bahkan lahir pada fase gugur ketika tekanan pertandingan mencapai titik tertinggi.
Oleh karena itu, perhatian Spanyol tidak hanya tertuju pada permainan kolektif Argentina. Tim asuhan De la Fuente juga menyiapkan pendekatan khusus agar ruang gerak Messi dapat diredam tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Tanpa Pengawalan Khusus untuk Messi
Luis de la Fuente memastikan Spanyol tidak akan menugaskan satu pemain untuk terus membayangi Messi sepanjang pertandingan. Pelatih berusia 65 tahun itu lebih memilih sistem kolektif dibanding pengawalan individu.
"Kami tidak akan melakukan pengawalan khusus kepada Messi, tetapi kami akan tetap waspada. Scaloni dan saya adalah dua pelatih yang saling menghormati, dan merupakan sebuah kehormatan menghadapi dirinya," ujar De la Fuente.
Pendekatan tersebut menunjukkan keyakinan Spanyol terhadap organisasi permainan yang mereka bangun selama turnamen. La Roja hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan, sebuah catatan yang memperlihatkan disiplin lini belakang mereka.
De la Fuente Belajar dari Pengalaman Lama
De la Fuente ternyata memiliki pengalaman panjang menghadapi Messi. Ia pernah bertemu sang penyerang ketika Messi masih berusia 16 tahun dan memperkuat tim muda Barcelona.
Saat itu, De la Fuente melatih Sevilla U-19 dan sempat memasang penjagaan ketat kepada Messi. Namun, keputusan mencabut pemain yang mengawalnya pada menit ke-70 justru berujung petaka.
"Mereka banyak bercerita tentang seorang anak bernama Messi. Kami menugaskan satu pemain untuk mengawalnya. Saat skor masih 0-0 dan pemain itu menerima kartu kuning, saya menariknya keluar. Dalam 15 menit berikutnya, Messi mencetak empat gol," kenang De la Fuente.
Pengalaman tersebut tidak membuatnya mengubah filosofi. "Apakah itu berarti kami akan melakukan pengawalan khusus? Tidak. Apakah kami akan memberi perhatian lebih kepadanya? Ya, tetapi sama seperti mereka juga harus memperhatikan pemain-pemain kami."
Spanyol Waspada Argentina dan Messi pada Menit-menit Akhir
Salah satu kekuatan terbesar Argentina sepanjang Piala Dunia 2026 muncul pada fase akhir pertandingan. Dari total 19 gol yang mereka cetak, sebanyak 12 lahir setelah menit ke-75.
Messi menjadi aktor utama dalam periode tersebut lewat empat gol dan tiga assist. Kemampuannya menjaga ketenangan ketika lawan mulai kehilangan konsentrasi menjadi senjata yang terus membawa Argentina melewati berbagai pertandingan sulit.
Spanyol memiliki modal kuat untuk mengimbangi permainan sang juara bertahan melalui pertahanan yang solid dan penguasaan bola yang rapi. Namun, selama peluit panjang belum dibunyikan, kehadiran Lionel Messi akan selalu menjadi ancaman yang menuntut kewaspadaan penuh dari La Roja.
Sumber: Sports Illustrated
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Lionel Messi Dapat Penghormatan Unik, Namanya Diabadikan pada Spesies Tanaman
Amerika Latin 18 Oktober 2026, 15:25
-
Hasil Atlanta United vs Inter Miami: Messi Brace, The Herons Menang 3-1
Bola Dunia Lainnya 18 Oktober 2026, 09:50
-
Erling Haaland Pecahkan Dua Rekor Lionel Messi di Liga Champions
Liga Champions 15 Oktober 2026, 12:21
-
Kylian Mbappe Pecahkan Rekor Lionel Messi di Liga Champions
Liga Champions 15 Oktober 2026, 11:40
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

